Selamatkan Harta dari Virus Corona, Miliarder Ini Jor-joran `Bakar` Saham

Dinar | Senin, 25 Mei 2020 07:01
Selamatkan Harta dari Virus Corona, Miliarder Ini Jor-joran `Bakar` Saham

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia menjual sahamnya di beberapa tempat.

Dream - Orang terkaya dunia sekaligus guru investasi dunia, Warren Buffett, terus menjual saham yang dimilikinya di tengah pandemi Corona. Kejatuhan yang dialami Buffet terus berlanjut setelah dia mengutarakan penyesalannya telah menaruh investasi di saham sektor penerbangan tahun ini.

Buffett memang banyak menanamkan dananya lewat perusahaan pengelola investasi miliknya, Berkshire Hathaway.

Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat Buffet seolah terlihat relatif tenang selama terjadinya penurunan pasar akibat virus corona. Ketimbang melakukan akuisisi besar-besaran, sahabat Bill Gates ini memilih memangkas kepemilikan di Berkshire, mayoritas perbankan dan maskapai penerbangan, serta memupuk kasnya menjadi US$137 miliar.

Dikutip dari Liputan6 yang melansir Forbes, Selasa 26 Mei 2020, investor suhu asal Omaha tersebut baru-baru ini mengobral 84 persen sahamnya di Goldman Sachs, yang sempat ia investasikan sebesar US$5 miliar selama krisis keuangan 2008.

Penjualan itu dilakukan lantaran saham di Goldman anjlok lebih dari 30 persen pada kuartal pertama 2020. Nilai investasinya yang tersisa saat ini berkisar US$330 juta.

Melalui Berkshire, Buffet juga memotong investasi di JPMorgan Chase & Co sebesar 3 persen pada triwulan pertama tahun ini. Dia juga keluar sepenuhnya dari kepemilikan pada perusahaan asuransi raksasa Travelers, serta perusahaan energi Phillips 66.

2 dari 3 halaman

Kurangi Investasi di Amazon

Berkshire juga memangkas investasinya pada e-commerce raksasa Amazon sebesar 0,7 persen. Kendati demikian, perusahaan juga telah melakukan beberapa pembelian berskala kecil selama pandemi, seperti menambah kepemilikan sebesar 6 persen pada PNC Financial Services Group, salah satu bank pemberi pinjaman terbesar di Amerika Serikat (AS).

Sebagai catatan, Berkshire Hathaway melaporkan adanya kerugian bersih besar-besaran hampir US$50 miliar di kuartal pertama tahun ini. Perusahaan menjual US$6,5 miliar sahamnya pada April 2020, dan hanya membeli US$426 juta selama periode itu.

" Jual-beli pasar selama wabah virus corona pada akhir Februari dan Maret berdampak signifikan pada bisnis perusahaan," kata Buffet.

3 dari 3 halaman

Tetap Optimis

Catatan lainnya, Buffet juga memotong kepemilikan sahamnya pada 4 perusahaan maskapai terbesar di Negeri Paman Sam, yakni United, American, Capital Southwest Corporation (CSWC), dan Delta Airlines. Secara kumulatif, total ia telah menjual sahamnya di penerbangan sebesar USD 4 miliar.

Kendati demikian, Buffet teranyar mengatakan bahwa ia masih optimis perekonomian AS mampu bangkit kembali dan mengalahkan virus corona. Ungkapan serupa pernah ia lontarkan untuk menenangkan kegaduhan pasar ketika krisis keuangan melanda di 2008.

" Saya tetap yakin, pada dasarnya tak ada yang bisa menghentikan Amerika. Pada akhirnya, jawabannya adalah: Jangan pernah bertaruh melawan Amerika," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

Join Dream.co.id