Miliarder Ini Bagi-Bagi Duit Rp123 Miliar untuk Netizen

Dinar | Selasa, 14 Januari 2020 16:48
Miliarder Ini Bagi-Bagi Duit Rp123 Miliar untuk Netizen

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Syaratnya, cukup mencuit ulang.

Dream - Miliarder Jepang, Yusaku Maesawa, berencana bagi-bagi uang kepada warganet Twitter. Nilai uang yang dibagikan mencapai 1 miliar yen, atau sekitar Rp123,96 miliar, untuk 1.000 pengikutnya.

Yusaku membagi-bagikan duit itu karena ingin melihat bagaimana uang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa 14 Januari 2020, setiap warganet yang beruntung akan mendapat sekitar 1 juta yen, skitar Rp123,96 juta. Syaratnya, warganet harus mencuit ulang unggahan Yusaku tentang bagi-bagi uang sebelum tanggal 7 Januari 2020.

Kini, unggahannya telah dicuit ulang sebanyak 4,5 juta kali.

Dalam unggahan video YouTube, pria 44 tahun ini mendeskripsikan kegiatan ini merupakan eksperimen sosial dan terinspirasi dari konsep pendapatan dasar universal.

Yusaku memang punya uang dan waktu luang. Dia merasa perlu untuk memicu debat yang lebih besar tentang teori pembayaran tidak terikat secara berkala kepada semua warga Jepang.

Menariknya, aksi bagi-bagi uang ini tak hanya dilakukan kali ini. Yusaku pernah bagi-bagi uang kepada 100 pengikutnya di Twitter. Jumlah yang dibagikan totalnya mencapai 100 juta yen (Rp12,39 juta). Sekadar informasi, Yusaku memiliki kekayaan mencapai US$2,2 miliar (Rp30,01 triliun).

2 dari 6 halaman

Kuasai Pantai Buat Diri Sendiri, Miliarder Dituntut

Dream - Ada hal unik yang terjadi di California, Amerika Serikat. Pejabat California menuntut seorang miliarder, Vinod Khosla, karena menyalahgunakan fasilitas selama lebih dari satu dekade atau 10 tahun.

Khosla dianggap telah menguasai pantai terpencil untuk kepentingan pribadinya.

Tuntutan ini diajukan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap bisa memiliki akses ke pantai tersebut.

 

 Kuasai Pantai Buat Diri Sendiri, Miliarder Dituntut

 

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir AP, Minggu 12 Januari 2020, gugatan tersebut diajukan Komisi Pertanahan dan Pesisir Negara Bagian California kepada pengadilan setempat. Mereka menuntut Vinod Khosla untuk menghilangkan semua gerbang dan tanda marka pada akses jalan ke pantai yang menunjukkan bahwa akses tersebut merupakan aset pribadi Khosla.

Gugatan menyatakan bahwa tanpa perintah pengadilan, Khosla akan tetap memaksakan pembatasan akses yang untuk publik di Pantai Martins yang berlokasi dekat Half Moon Bay, sekitar 35 mil (56 kilometer) ke Selatan San Francisco.

3 dari 6 halaman

Uang Akses ke Pantai Dianggap Kecil

“ Pertempuran hukum” dimulai pada 2008 saat Khosla yang turut mendirikan perusahaan teknologi Silicon Valley Sun Microsystems-membeli sebuah properti seluas 36,012 hektare senilai US$32,5 juta (Rp451,42 miliar). Dia kemudian membangun gerbang, dan memasang tanda tak ada akses di pintu masuk yang menjadi akses ke pantai.

Pemilik sebelumnya sebenarnya mengizinkan akses publik ke pantai dengan biaya tambahan. Namun Pengacara Khosla mengatakan biaya untuk menjaga pantai dan fasilitas lainnya jauh melebihi uang yang digelontorkan untuk biaya perawatan.

Akibat perbuatannya, yayasan nirlaba Surfrider menuntut. Pengadilan banding negara memutuskan jika Khosla perlu mengajukan permohonan izin untuk pembangunan di pantai sebelum menutup jalan utama.

Setelah Mahkamah Agung AS menolak bandingnya di 2018, Khosla terus menuntut atas apa yang ia anggap sebagai gangguan dengan hak milik. Sementara itu, pengacaranya mengatakan sebenarnya akses jalan tetap dibuka pada siang hari untuk membayar pengunjung.

Namun, pejabat negara mengatakan pintu gerbang ke jalan belum terbuka secara konsisten.

4 dari 6 halaman

Khosla Siap Hadapi Gugatan

Gugatan oleh lembaga negara menilai bahwa karena pantai telah digunakan masyarakat selama lebih dari satu abad, maka ada hak akses di bawah doktrin hukum umum.

" Sejauh dokumentasi secara historis, masyarakat telah menggunakan dan mengetahui pantai sebagai pantai umum, dan pemilik sebelumnya tahu bahwa penggunaan umum tidak mengganggu penggunaan tersebut," kata gugatan itu.

Pengacara Khosla, Yob Kilmer Dori, mengatakan akan melawan gugatan terbaru tersebut. " Karena properti ini dibeli oleh klien kami, negara, dan kelompok aktivis kecil, telah berusaha untuk merebut properti pribadi klien kami tanpa kompensasi," kata Dori dalam sebuah pernyataan.

(Sumber: Liputan6.com/Danar Jatikusumo)

5 dari 6 halaman

Ketahuan Korupsi, Miliarder Ini Punya Istri dan 100 Kekasih

Dream - Seorang mantan pimpinan perusahaan pengelola keuangan di Tiongkok ditangkap polisi karena kasus korupsi. Selain tindak kriminal tersebut, publik terkejut dengan kehidupan pribadi pengusaha bernama Lai Xiaomin ini.

Mengutip laman Asia One, Kamis 26 Desember 2019, Lai Xiaomin ternyata menjalin hubungan cinta dengan 100 wanita.

Dia menghadiahi istri dan para kekasihnya dengan properti dan perumahan di lingkungan Zhuhai, Tiongkok.

Ternyata, Lai dan mantan-mantan pasangannya (beserta anak-anak mereka) tinggal di daerah yang sama tanpa banyak masalah. Dia juga diduga memberikan posisi kepada kekasih-kekasihnya sebagai manajer, eksekutif, dan direktur di perusahaan.

 

 Ketahuan Korupsi, Miliarder Ini Punya Istri dan 100 Kekasih

 

Lai ditangkap pada April 2019. Dikabarkan pihak berwenang menemukan lebih dari 100 properti dengan namanya dan uang tunai senilai 270 juta yuan (Rp537,54 miliar) seberat 3 ton di rumah Lai.

Investigasi juga mengungkapkan ibu Lai juga menerima suap sehingga 300 juta yuan (Rp597,27 miliar). Terungkap juga total aset yang diperoleh dengan buruk diperkirakan lebih dari 2 miliar yuan (Rp3,98 triliun).

Sekadar informasi, Lai merupakan delegasi Partai Komunis Tiongkok dari Kongres Rakyat Nasional pada 2013-2018. Dia diusir dari partai. Lai juga tercatat sebagai pemimpin partai pertama yang didakwa di pengadilan untuk bigami.

6 dari 6 halaman

Miliarder Afrika Mau Borong 10 Ribu Mobil Desa Buatan RI

Dream - Orang terkaya Afrika, Aliko Dangote, berencana memborong 10 ribu unit mobil buatan Indonesia. Kendaraan yang diborong tersebut adalah Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (Ammdes) yang dibeli lewat perusahaannya, Dangote Group.

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Merdeka.com, Senin 6 Januari 2020, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, mengatakan AMMDes memikat negara luar seperti Nigeria karena bisa digunakan di medan ekstrem. Tak hanya itu, daya tahan untuk menampung logistik juga cukup teruji.

“ Jadi bisa di off-road bisa digunakan di daerah daerah yang memang infrastrukturnya itu minim dan jalan jalannya ekstrem,” kata dia di Jakarta.

Keunggulan ini, lanjut Putu, membuat Dangote kesengsem dengan AMMDes. Mobil ini dinilai tepat untuk memenuhi kebutuhan di Nigeria.

 

 Miliarder Afrika Mau Borong 10 Ribu Mobil Desa Buatan RI

 

" Nah ini perlu alat yang seperti itu yang bisa dia mobile untuk melayani masyarakat yang agak luas. Nah ini kenapa dia (Dangote) sangat tertarik,” kata Putu.

Pada tahap awal, Indonesia akan mengirim tiga jenis AMMDes ke Nigeria. Secara bertahap, pengiriman bisa mencapai 10 ribu unit dalam lima tahun ke depan.

“ Kalau nilai, sih, belum bisa diberikan karena ini masih dalam ranahnya bisnis. Masih negosiasi,” kata Putu.

Terkait
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian
Join Dream.co.id