Merger Bank Syariah BUMN Bisa Bantu Ambisi RI jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Dinar | Kamis, 6 Agustus 2020 18:45
Merger Bank Syariah BUMN Bisa Bantu Ambisi RI jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Reporter : Syahid Latif

Indonesia sudah memiliki banyak potensi untuk menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Dream - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin optimistis Indoesia akan menjadi pusat keuangan syariah dunia. Keyakinan itu melihat perkembangan ekonomi syariah yang telah siap dari segi aturan maupun kelembagaan.

Rencana merger bank syariah BUMN diharapkan akan menjadi salah satu faktor yang mendorong terwujudnya target Indonesia tersebut.

“ Kita ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia, sekarang yg paling tinggi sukuknya di dunia itu Indonesia, sudah melewati Uni Emirat Arab dan Malaysia,” ujar Ma’ruf dalam Live Streaming Indonesia Bicara yang dilaksanakan Media Indonesia dengan tajuk “ Optimalisasi Kontribusi Ekonomi dan Perbankan Syariah di Era New Normal”, pada, Kamis, 6 Agustus 2020.

Dari segi aturan, ekonomi syariah Indonesia sudah memiliki ketentuan hukum tentang Undang-Undang (UU) perbankan syariah, surat berharga syariah negara, sukuk, asuransi, dan pasar modal. Sedangkan dari kelembagaan, Indonesia telah memiliki berbagai perbankan syariah, koperasi syariah, asuransi hingga reksadana syariah.

 

2 dari 3 halaman

Empat Fokus untuk Mewujudkan Ambisi

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi syariah, pemerintah akan fokus pada empat hal yakni memperkuat industri keuangan syariah, industri halal, pendanaan sosial, dan usaha berbasis syariah. Fokus utama yang diprioritaskan adalah penguatan kelembagaan dan keuangan syariah.

Untuk memperkuat kelembagaan dan industri keuangan syariah, merger bank syariah menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh. Menurut Ma’ruf, Indonesia saat ini masih belum memiliki bank syariah yang besar untuk jadi pusat keuangan syariah dunia.

“ Merger ini sudah jadi gagasan karena kita belum punya bank syariah yang masuk 20 besar dunia. Selain itu juga sebaiknya tidak terlalu banyak bank yang potensinya kecil-kecil," ujar Wapres.

Bank syariah hasil merger nantinya diharapkan bisa berperan untuk kepentingan dalam negeri dan luar negeri. Dengan kapasitas yang lebih besar, bank syariah ini akan lebih melayani proyek-proyek besar atau kegiatan ekonomi yang lebih besar supaya lebih cepat dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Untuk industri halal, Wapres mengharapkan agar produk halal baik barang dan jasa seperti wisata halal diberikan kesempatan lebih ebsar untuk berkembang. Di sisi lain, pengembangan ekonomi syariah juga harus didukung dari dunia pendidikan seperti pesantren, sekolah tinggi ekonomi islam, dan program studi ekonomi syariah.

 

3 dari 3 halaman

Merger Bank Syariah BUMN

Selama ini, papar Wapres, sertifikasi halal yang dibuat Indonesia telah diakui negara di dunia bahkan menjadi rujukan global. Standar halal yang dibuat Indonesia bahkan dipakai lebih dari 50 lembaga sertifikasi halal dunia.

" Namun, untuk produk halal kita masih tertinggal jauh sekali,” kata Ma’ruf.

Potensi lain yang belum banyak digali adalah dana zakat dan wakaf. Padahal jika dimaksimalkan, dana dari zakat dan wakaf tersebut dapat membantu perkembangan ekonomi nasional.

Seperti diketahui, wacana untuk merger bank syariah digaungkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Aksi korporasi yang ditargetkan terealisasi pada Februari 2021 ini dibuat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Bank-bank syariah yang rencananya akan dimerger adalah PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah. Mandiri Syariah memiliki fokus di segmen kredit korporasi, sedangkan BRI Syariah memiliki fokus pada penyaluran pembiayaan di segmen UMKM.

Join Dream.co.id