5 BUMN Indonesia Garap Proyek Tambang di Madagaskar

Dinar | Selasa, 17 September 2019 12:36
5 BUMN Indonesia Garap Proyek Tambang di Madagaskar

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Siapa saja kelima BUMN itu?

Dream – Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia menggarap proyek mineral dan angkutan pertambangan di Madagaskar. Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengaku bangga dengan kelima BUMN tersebut.

“ Saya sangat senang lima BUMN ikut mengembangkan pertambangan di Madagaskar. Ini menjadi bukti anak bangsa mampu bersaing di pasar global,” kata Rini, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 17 September 2019.

Kelima BUMN yang menggarap proyek mineral dan angkutan pertambangan di Madagaskar itu adalah PT Timah Tbk, PT Inka (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT LEN Industri.

Untuk mengawal kerja sama ini, Rini bahkan bertemu dengan Menteri Pertambangan dan Sumber Daya Strategis Madagaskar, Fidiniavo Ravokatra, di Antananarivo. Dalam kunjungan itu, Rini melepas PT Timah dan PT Inka untuk menggarap proyek kerja sama tersebut.

Rini mengatakan, kerja sama ini sebagai tindak lanjut pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialoge (IAD) 2019 di Bali pada Agustus 2019. Nantinya, lima BUMN tersebut akan bermitra dengan perusahaan Madagaskar, yaitu Kraoma SA yang merupakan BUMN tambang Madagaskar.

Tahap awal akan ditandatangani MOU sebagai dasar pelaksanaan awal kegiatan assessment dan eksplorasi terbatas untuk memahami potensi cadangan dan bentuk kerjasama yang akan dikembangkan. Mineral di Republik Madagaskar, utamanya mineral besi, emas, dan krom.

Kerja sama ini akan melengkapi rencana konsorsium Indonesia Railways Development Incorporated for Africa (IRDIA) dan Kraoma dalam pembangunan railway untuk mengangkut produksi krom dari lokasi tambang ke pelabuhan ekspor. Konsorsium IRDIA terdiri dari PT INKA (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT LEN Industri.

“ Besaran investasi dan pembangunan pabrik akan disesuaikan dengan potensi cadangan dan keekonomian tambang mineral yang akan dikembangkan,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Berperan Penting Bangun Negara

Rini menjelaskan, BUMN di Indonesia berperan penting dalam membangun negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. BUMN tak hanya bertanggung jawab untuk mencari keuntungan, tetapi juga menjadi agen perubahan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“ Kami mempunyai sejumlah fungsi, di antaranya memformulasikan kebijakan bagi BUMN, mengkoordinasikan dan mensinkronkan serta mengawasi implementasi kebijakan-kebijakan tersebut,” kata dia.

Mantan menteri perindustrian dan perdagangan ini mengatakan proyek awal kerja sama ini adalah transportasi hasil pertambangan berupa chrome ore yang akan diangkut dari daerah tambang di Brievelle ke Port Tamatave sejauh 220 km. Kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan infrastruktur, menyerap tenaga kerja, serta efisiensi angkutan tambang dan tambahan ekonomi lainnya.

Sekadar informasi, pada 31 Desember 2018, total aset BUMN mencapai US$573,93 miliar (Rp8.079,82 triliun) dan meningkat dari aset 2015 yang sebanyak US$402,8 miliar (Rp5.670,21 triliun). Laba semua BUMN mencapai US$15 miliar (Rp211,15 triliun), naik dari 2015 yang sebanyak US$10,49 miliar (Rp147,67 triliun). Total belanja modal BUMN mencapai US$31,8 miliar (Rp447,69 triliun).

3 dari 6 halaman

BUMN Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis RI Tembus Rp11,7 Triliun

Dream – Pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama dengan pemerintah Afrika di bidang infrastruktur dan transportasi. Semua kerja sama Indonesia dan Afrika mencapai US$822 juta atau sekitar Rp11,7 triliun.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 21 Agustus 2019, perusahaan-perusahaan pelat merah yang terlibat dalam kerja sama yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Penandatanganan itu dilakukan di depan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini M Soemarno, dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 20 Agustus 2019.

 BUMN Ekspansi ke Afrika, Total Bisnis RI Tembus Rp11,7 Triliun

Di depan delegasi Afrika, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia dan Afrika dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk maju. Selain itu, lanjut Jokowi, Indonesia merupakan partner yang tepat untuk Afrika dalam menjalin kerja sama strategis.

" Indonesia siap dan sangat senang bekerja sama dengan saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan Indonesia adalah teman yang terpercaya, Indonesia is your true partner, your trusted friend,"  kata dia. 

Jokowi mengatakan inilah saat yang tepat untuk mengimplementasikan kerja sama dalam langkah yang nyata.

4 dari 6 halaman

Dorong BUMN Terus Berkarya Hingga Berstandar Internasional

Sementara itu, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, mengatakan kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Afrika kepada pemerintah Indonesia melalui BUMN-BUMN tersebut. Rini mendorong BUMN untuk terus berkarya hingga menjadi perusahaan berstandar internasional.

“ Kerja sama ini menjadikan BUMN-BUMN meningkatkan pelayanan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Saya berharap BUMN-BUMN yang melakukan kerja sama ini bisa menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Rini.

Wijaya Karya (WIKA) jadi salah satu BUMN yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur yang ada di beberapa negara Afrika. Untuk kesepakatan bisnis yang dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) untuk WIKA di Afrika sebesar US$356 juta atau sekitar Rp4,98 triliun.

 

 Dorong BUMN Terus Berkarya Hingga Berstandar Internasional

Dengan rincian, pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania senilai US$40 juta (Rp569,72 miliar), pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal senilai US$250 juta (Rp3,56 triliun) dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai US$66 juta (Rp940,03 miliar).

Kemudian, PT INKA (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero) dan PT KAI (Persero) yang menyasar sektor perkeretaapian. Keempat BUMN tersebut membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).

Konsorsium itu diharapkan dapat mengibarkan bendera Indonesia di Afrika karena menawarkan one step solution terkait layanan infrastruktur perkeretaapian. Selain itu, LPEI juga melakukan nota kesepahaman dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI untuk perluasan pasar ekspor perusahaan di kawasan Afrika.

Forum ini antara lain bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Total, ada 53 negara di Afrika yang diundang hadir ke Bali. Forum ini diselenggarakan sejak Selasa hingga hari. Pada forum ini, banyak juga BUMN yang turut berpartisipasi dalam pameran seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

5 dari 6 halaman

WIKA Perpanjang Rekam Jejak Ekspansi Bisnis di Afrika

Dream – Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Persero), Tumiyana, mengatakan potensi pengembangan infrastruktur tidak hanya berasal dari dalam negeri. Potensi ini juga datang dari proyek-proyek konstruksi luar negeri, dalam hal ini Afrika.

“ Bagi kami pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Masuknya WIKA di pasar infrastruktur Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur,” kata Tumiyana dalam acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID), di Denpasar, Bali, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Dia mengatakan, untuk pembiayaan, WIKA bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank. Dukungan pembiayaan tersebut merupakan bentuk kerja sama yang paling tepat dalam memasuki pasar Afrika.

Tantangannya adalah bagaimana sinergi yang telah terjalin baik dengan Indonesia Eximbank selama ini dapat terus meningkat dengan semakin besarnya kemampuan Indonesia Eximbank untuk me-leverage kapasitas pembiayaan infrastruktur yang trennya semakin naik.

“ Bilamana itu dapat dilakukan, maka akan semakin meningkatkan peluang untuk membuka pasar lebih luas lagi bagi WIKA dan perusahaan Indonesia lainnya dalam ekspansi banyak negara, khususnya di Afrika,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Framework Agreement

Pada pelaksanaan IAID 2019 ini, WIKA terbilang agresif memanfaatkan peluang pembangunan infrastruktur pada negara-negara berkembang di Afrika sebagai momentum untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata.

Bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank, Perseroan mencatatkan kesepakatan bisnis sebesar US$356 juta. Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Fasilitas Buyer's Credit, antara lain akan digunakan untuk proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania sebesar US$40 juta.

Kemudian untuk pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal sebesar US$250 juta, dan untuk pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading, sebesar US$66 juta. 

Terkait
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah
Join Dream.co.id