Mentan Gandeng Mendikbud Cetak 2,5 Juta Petani Kekinian

Dinar | Kamis, 4 Maret 2021 19:12
Mentan Gandeng Mendikbud Cetak 2,5 Juta Petani Kekinian

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Mendikbud Nadiem Makariem menandatangani kerja sama dua kementerian.

Dream - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggandeng Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor pertanian.

Dalam penandatangan nota kesepahaman penyiapan SDM di sektor pertanian yang berlangsung di Jakarta, Rabu 3 Maret 2021, Yasin mengharapkan akan lahir 2,5 juta generasi muda yang tervokasikan di bidang pertanian. Lebih jauh dia berharap para ahli pertanian ini dapat langsung berpacu dan menghasilkan di lapangan.

" Saya meminjam tangan Mendikbud dengan gagasan Merdeka Belajar, kita coba menerapkan merdeka belajar untuk mempersiapkan pertanian Indonesia," kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Maret 2021.

2 dari 6 halaman

Harapan Mentan

Syahrul berharap generasi muda Indonesia yang merupakan 40 persen dari populasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini bisa menguasai sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri secara mandiri.

Bahkan, Mentan Syahrul menginginkan SDM Indonesia di sektor pertanian disiapkan dengan perkembangan teknologi dan industri yang mengikuti era saat ini.

" Dengan menggunakan sains yang lebih baik, riset yang lebih baik, dan penggunaan teknologi dalam implementasinya, mekanisasi, hilirisasi industri, dan lain-lain. Kementerian Pertanian membutuhkan Mendikbud bersama jajarannya mempersiapkan anak-anak kita," kata Syahrul.

Mentan berharap tiap kabupaten-kota di Indonesia memiliki sekolah yang secara khusus bisa menghasilkan SDM di sektor pertanian. " Boleh bangun sekolah baru, boleh gunakan sekolah lama, tapi jangan dengan cara lama," kata dia.

3 dari 6 halaman

Dukung Visi Indonesia Bidang Pertanian

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa pertanian dan pendidikan merupakan dua lini sektor strategis yang menentukan arah dan nasib serta arah perkembangan bangsa. Indonesia sampai saat ini memiliki potensi yang sangat besar dalam dua sektor tersebut.

Kerja sama dua kementerian ini juga diharapkan akan membantu mewujudkan visi nasional Indonesia emas. Di bidang pertanian target yang dibidik adalah mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Sementara di bidang pendidikan akan terwujud Indonesia sebagai masyarakat generasi emas yang berkualitas.

“ Untuk itu generasi emas menjadi fokus utama Kemendikbud melalui kebijakan merdeka belajar dengan mengupayakan institusi pendidikan khususnya vokasi dan pendidikan tinggi agar menjadi kolaborasi dalam dunia usaha dan industri khususnya industri pertanian," kata Nadiem.

4 dari 6 halaman

Jangan Cemas! Pasokan Bahan Pangan Aman Selama Pandemik

Dream - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan seluruh pasokan komoditas pangan pokok terkendali dan tersedia. Sejak pandemik Covid-19 melanda Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) senantiasa berkooordinasi.

Menurut Yasin, lembaga antar kementerian telah melakukan kerja keras dan pengawasan ketat terhadap ketersediaan bahan pangan nasional selama pandemi virus corona.

" Kita koordinasi sangat ketat dan semuanya dalam kendali penuh di 2020," kata Syahrul dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin 9 November 2020.

Bahan pokok yang dijamin ketersediaannya itu meliputi 11 kebutuhan pangan masyarakat meliputi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging, telur dan daging ayam ras, gula, serta minyak goreng.

 

5 dari 6 halaman

Beras Surplus 7 Juta

Syahrul juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo terus mewanti-wanti para jajarannya agar tidak terjadi kelangkaan pangan.

Adapun khusus pangan pokok beras, ia mengatakan, pada musim tanam I dan musim tanam II diproyeksikan total beras yang dihasilkan di atas 31 juta ton.

Ia juga menyebut, hingga produksi akhir tahun nanti, diperkirakan terdapat surplus 6-7 juta ton sehingga bisa memperkuat cadangan beras awal tahun.

6 dari 6 halaman

Pertanian Masih Bisa Ekspor

Sementara untuk menyambut 2021, Syahrul mengatakan musim tanam I komoditas beras telah dimulai sejak Oktober 2020 dan berakhir pada Maret 2021.

" Rasanya, masalah pertanian bisa berjalan dengan baik untuk kesiapan makanan rakyat," ujar dia.

Syahrul mengatakan, kinerja ekspor pertanian juga masih dalam tren positif. Total nilai ekspor kurun Januari-Agustus 2020 mencapai Rp 251 triliun.

Menurutnya, capain itu cukup luar biasa karena komoditas-komoditas yang diminta oleh pasar global masih terus diproduksi di dalam negeri.

Join Dream.co.id