Menpar Bidik 25 Persen Devisa dari Wisman

Dinar | Selasa, 9 April 2019 19:15
Menpar Bidik 25 Persen Devisa dari Wisman

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Pariwisata Indonesia saat ini jadi primadona turis.

Dream – Pariwisata Indonesia saat ini sedang menjadi primadona bagi turis mancanegara. Para wisatawan asing kini tidak hanya mengenal Bali sebagai destinasi indah di Indonesia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, dengan meningkatnya jumlah turis asing, pemerintah menargetkan devisa 25 persen dari pariwisata.

" Targetnya kita ingin 25 persen. Mungkin tercapainya 22 tapi kalau mau gampangnya 20 persen," kata Arief di Jakarta, Selasa 9 April 2019.

Mantan bos PT Telkom Tbk ini mengatakan, turis asing yang paling banyak berasal dari Timur Tengah. “ Kedatangan turis asing saya anggap linear, karena yang dekat-dekat itu spendingnya kecil, seperti Singapura, Malaysia,” kata dia.

Berdasarkan data dari Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, Indonesia berada di peringkat pertama bersama Malaysia.

Posisi tersebut merupakan kali pertama ditempati Indonesia. Selama lima tahun terakhir, Indonesia dianggap sebagai negara yang progresnya paling baik dalam industri halal travel.

2 dari 2 halaman

Indonesia Juara 1 Destinasi Ramah Muslim Dunia

Dream - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bersyukur Indonesia akhirnya menempati peringkat 1 dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 bersama Malaysia. Capaian ini akhirnya terwujud setelah ditargetkan sejak 2015 lalu.

" Alhamdulillah Indonesia menjadi yang pertama, ini kemenangan yang direncanakan," ujar Arief di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa 9 April 2019.

Arief menjelaskan progres pembangunan sektor wisata halal di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Posisi Indonesia pada GMTI terus naik.

 Wisata Halal Danau Toba

Danau Toba (Foto: Shutterstock.com)

Pada 2015, Indonesia menempati urutan keenam dalam GMTI. Setahun kemudian, Indonesia berada di urutan keempat.

Posisi ketiga ditempati Indonesia pada 2017. Sedangkan pada 2018, Indonesia berada di urutan kedua di bawah Malaysia.

" Kita memang terbaik, kalau nggak menang jurinya salah," kelakar Arief disambut tawa hadirin.

 MUI: Pelaku Industri Wisata Halal Wajib Penuhi 6 Hal Ini

Mandalika Lombok (Foto: Shutterstock.com)

Penyusunan GMTI didasarkan pada empat kriteria yaitu akses, komunikasi, lingkungan dan layanan. Menurut Arief, target selanjutnya dari Kementerian Pariwisata yakni lebih meningkatkan kualitas dalam kriteria penilaian GMTI.

Arief mengaku puas dengan capaian ini. Menurut dia, menempati peringkat pertama merupakan cita-citanya saat dilantik menjadi Menteri Pariwisata.

" Pemimpin tidak akan pernah tidur sebelum menjadi yang terbaik. Indonesia memang layak menang," kata dia.

Terkait
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting
Join Dream.co.id