China Janji Pacu Ekonomi Pasca Virus Corona, Indeks Syariah Perkas Seharian

Dinar | Rabu, 19 Februari 2020 16:55
China Janji Pacu Ekonomi Pasca Virus Corona, Indeks Syariah Perkas Seharian

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG juga mengekor kinerja indeks syariah saat penutupan.

Dream - Indeks syariah menguat seharian pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020. Investor semakin percaya diri terjun ke lantai bursa usai bursa regional menyambut positif kabar pemerintah China yang akan menopang perekonomianna terhadap dampak virus corona.  

Sentimen positif tersebut mendorong investor berspekulasi dengan memborong saham-saham di sektor industri. Aksi beli ini membuat tiga indeks acuan saham syariah kompak bergerak menguat.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,150 poin (0,68%) ke level 171,052. ISSI terus menanjak usai dibuka naik di level 170,306 saat sesi pra-pembukaan.

Aksi beli investor baru mendorong ISSI menyentuh level puncak 171,052 di sesi penutupan.

Penguatan signifikan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 5,438 poin (0,87%) ke level 629,412.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 menanjak 1,644 poin (0,78%) ke level 211,210.

Kembalinya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melaju 41,829 poin (0,71%) ke level 5.928,791.

2 dari 6 halaman

Mayoritas Indeks Syariah Menguat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Aksi beli saham marak terjadi di sektor industri aneka, dasar, dan manufaktur. Ketiga indeks sektoral ini menguat masing-masing 1,93 persen, 1,09 persen, dan 1,04 persen.

Hanya indeks properti yang melemah, yaitu sebesar 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya melesat Rp2.375, STTP Rp700, GHON Rp280, TCPI Rp225, dan SIPD Rp175.

Sebaliknya, harga saham SONA terkoreksi Rp375, DIVA Rp190, JMAS Rp170, ITMG Rp150, dan CITA Rp100.

Pada 16.34, nilai tukar rupiah justru melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 76 poin (Rp13.756) per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Saham Industri dan Properti Bawa Indeks Syariah Balik Menanjak

Dream - Indeks syariah bergerak menguat meski sejumlah bursa utama di kawasan Asia berguguran. Kembalinya aksi beli pada saham-saham unggulan syariah membuat tiga indeks acuan melaju ke zona hijau.

Sentimen virus corona juga perlahan-lahan mulai berkurang. Data terbaru bahkan menunjukan tren kasus baru virus corona yang terkonfirmasi bergerak menurun.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,358 poin (0,81%) ke level 169,902.

ISSI masih menyisakan transaksi jual saaat sesi perdagangan dimulai. Melemah di level 168,345 saat bel perdagangan dinyalakan, investor langsung bergerak berburu saham dan mendorong ISSI bergerak mengaut.

 

 Saham Industri dan Properti Bawa Indeks Syariah Balik Menanjak© Dream

 

Laju ISSI hanya butuh waktu 10 menit untuk memantapkan posisinya di teritori hijau. Menutup sesi siang di zona hijau, ISSI sempat bergerak ke level tertingginya di 170,384. 

Penguatan juga dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup menguat 5,166 poin (0,83%) ke level 623,974.

Sementara indeks JII70 terangkat 1,822 poin (0,81%) ke level 209,566.

Kembalinya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sedikit ceria. Meski tertekan di sesi awal, IHSG menutup perdagangan dengan menguat 19,439 poin (0,33%) ke level 5.886,962.

4 dari 6 halaman

Investor Getol Beli Saham

Investor makin aktif melantai di bursa. Para penanam modal ramai-ramai membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan properti. Indeks sektor industri dasar menguat 1,86 persen dan properti 1,47 persen.

Sektor keuangan melemah 0,35 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp2.625, EMTK Rp500, INTP Rp450, ITMG Rp450, dan STTP Rp400.

Sebaliknya, harga saham PLIN melemah Rp290, PRDA Rp180, PICO Rp140, MCAS Rp110, dan AALI Rp100.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru melemah. Pada 16.30, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, menguat 7 poin (0,05%) ke level Rp13.672 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG

Dream - Bursa saham syariah kembali terpeleset ke zona merah akibat kondisi pasar modal Indonesia yang masih labil. Tiga indeks saham syariah yang akhir pekan lalu menguat tipis menutup perdagangan di teritori negatif.

Laju indeks syariah ini gagal mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru naik tipis di sesi penutupan perdagangan Senin, 17 Februari 2020.

Penguatan IHSG ini mendapat tekanan dari turunnya laju impor Januari 2020 sebesar 1,6 persen dan suntikan Bank Sentral Tiongkok sebesar 200 miliar yuan (Rp391,73 triliun) ke pasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,028 poin (0,02%) ke level 168,544.  ISSI sempat bergerak di dua zona saat sesi perdagangan pagii usai dibuka menguat di level 168,662 saat sesi pra-pembukaan.

ISSI sempat melaju positif hingga level tertinggi 169,072 namun terkoreksi ke level 168,793 saat penutupan sesi siang.

 

 Pasar Masih Labil, Indeks Syariah Tak Secerah IHSG© Dream

 

Tekanan baru terjadi di sesi kedua kala investor dihantam sentimen negatif kontraksi ekonomi Jepang. Meski sempat melawan, ISSI banyak bergerak di zona merah dan menutup perdagangan dengan pelemahan. ISSi sempat terjatuh ke level terendah 168,210. 

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,036 poin (0,17%) ke level 618,808. Sedangkan indeks JII70, melemah 0,060 poin (0,03%) ke level 207,684.

Adanya aksi beli investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit mendapat suntikan tenaga. Bertahan di level 5.867,523, IHSG naik tipis 0,578 poin (0,01%).

6 dari 6 halaman

Sektor Properti Menguat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor beramai-ramai membeli saham, terutama di sektor properti dan industri dasar. Kedua indeks ini  menguat masing-masing 1,16 persen dan 0,33 persen.

Sebaliknya, indeks sektor perdagangan terkoreksi 0,56 persen, infrastruktur 0,50 persen, barang konsumsi 0,09 persen dan industri aneka 0,07 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menguat Rp800, SHID Rp530, ITMG Rp450, INTP Rp400, dan PLIN Rp350.

Harga saham BRAM beringsut Rp700, GMTD Rp625, EMTK Rp500, INPS Rp150, dan MERK Rp130.

Suntikan dana dari People's Bank of China membuat rupiah terangkat. Pada 16.26, nilai tukar dolar AS merosot 27 poin (0,22%) ke level Rp13.663 per dolar AS.(Sah)

Join Dream.co.id