Omzet Ratusan Juta Sebulan, Penjual Ikan Asin Berbagi Rahasia Bisnisnya

Dinar | Jumat, 17 September 2021 12:36

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam bisnismu.

Dream – Bisnis apapun sepanjang dijalani dengan ketekunan dan semangat akan membuahkan hasil. Inilah yang dibuktikan seorang penjual ikan asin di Medan, Sumatera Utara. Meski berbau amis, ikan hasil yang dijualnya bisa mendatangkan omzet sampai ratusan juta per bulan. 

Semangat berbisnis itu ditunjukan Tanoto Frans, seorang reseller ikan asin. Tak hanya meraup omzet hingga ratusan juta, Tanoto kini bisa ikut memberdayakan puluhan nelayan di Medan.

Frans memulai usahanya dengan mendistribusikan ikan asin kepada pelanggannya. Kala itu, Frans belum menemukan strategi lain untuk menjajakan barang dagangannya melalui platform e-commerce.

Hingga kesempatan itu muncul kala FRans menjajal aplikasi e-commerce melalui Tokopedia untuk mengembangkan bisnisnya.

Tak disangka, pilihan yang dibuatnya berbuah manis. Omzetnya kini mencapai triple digit dengan 85 persen penjualannya berasal dari Tokopedia.

“ Nggak nyangka banget, sih. Memang teknologi sebegitu hebatnya,” kata dia dalam virtual media briefing Tokopedia, ditulis Jumat 17 September 2021.

Omzet Ratusan Juta Sebulan, Penjual Ikan Asin Berbagi Rahasia Bisnisnya
Apa Rahasia Bisnis Sukses Ala Pengusaha Ikan Asin? (foto: Tokopedia)
2 dari 6 halaman

Mau Bisnis Jangan Baperan

Mau ketularan sukses berbisnis seperti pengusaha ikan asin ini? Frans membagikan “ resep” agar bisnis yang kamu rintis bisa cepat berkembang.

Pertama, harus teliti memilih supplier. Hal ini bertujuan agar kualitas produk terjamin dan pelanggan akan selalu beli kepadamu, Sahabat Dream.

Kalau kualitas produk yang ditawarkan `tidak kaleng-kaleng`, pelanggan tidak akan kapok. Bahkan, pelanggan akan melakukan repeat buying.

Kedua, menerima kritik dari pelanggan. Dalam berbisnis, tak jarang pembeli mengkritik penjual. Kalau dikritik, kata Frans, jangan dimasukkan ke hati.

“ Jadikan itu pemicu (agar) kita lebih baik,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Jangan Cepat Berpuas Diri

Frans juga mengingatkan pebisnis untuk terus berinovasi. Ditambah lagi, pengusaha juga harus tahu selera pasar yang tepat.

“ Jangan berhenti di situ saja, terus berinovasi sesuai dengan keadaaan,” kata dia.

Misalnya, menggunakan platform e-commerce untuk menjajakan dagangannya. Penjualan pun tak hanya berkutat di sekitar pembeli, tetapi juga di luar daerah.

“ Dengan adanya Tokopedia, bisnis yang tadinya hanya di pulau sumatera saja, sekarang udah bisa dipesan dari pulau lain,” kata dia.

(Laporan: Delfina Rahmadani)

4 dari 6 halaman

3 Tips Bangkit dari Bisnis yang Lesu dari Pemilik Songket Beromzet Puluhan Juta

Dream – Kiagus Adit merupakan seorang pengusaha songket PaSH asal Palembang. Memulai bisnis di tahun 2017, pria yang awalnya menjajakan dagangannya saat jadi mahasiswa ini sudah berhasil memasarkan prodduknya hingga ke seluruh Indonesia.

Tak hanya melestarikan kebudayaan, Adit menangkap potensi bisnis yang sangat besar dari penjualan songket.

“ Menurut saya, (bisnis songket) juga bagus untuk melestarikan budaya Indonesia,” kata Adit dalam virtual media briefing yang dilakukan oleh Tokopedia, Kamis 16 September 2021.

Seperti para pengusaha lainnya, Adit juga turut merasakan dampak cukup besar dari munculnya pandemi. Penjualan songketnya terjun bebas hingga 60 persen ketika pandemi mulai menyambangi Indonesia.

 Kiagus Adit, pengusaha songket© Tokopedia

Namun semangat tak pantang menyerah kembali membangkitkan usaha songket PaSH. Memanfaatkan platform Tokopedia, Adit berhasil mengembalikan roda bisnis ke jalur yang benar. Salah satunya laju penjualan yang kembali bergerak stabil.

" OMzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan," ungkapnya.

Ada beberapa tips bisnis sukses yang diberikan Adit. Berikut ini rinciannya.

5 dari 6 halaman

Jangan Gampang Menyerah!

Pertama, pebisnis sebaiknya tidak berpatah arang. Kalau hanya semangat berbisnis, dia menyebut hal itu akan bisa cepat luntur, terutama saat bisnis berada di titik nadir.

Misalnya, selama pandemi Covid-19, bisnisnya sempat anjlok. Penjualannya terjun bebas 75 persen. Namun, pandemi ini tidak memudarkan langkahnya untuk terus maju ke depan. Adit berusaha untuk bertahan di tengah pandemi ini.

Kedua, terus bermimpi. Awalnya, ia hanya mencetuskan ide dan bermimpi untuk membuka lapangan kerja kreatif untuk masyarakat di Palembang. Mimpi itu tidak akan pernah terwujud kalau tak pernah berangan-angan.

“ Awalnya saya merasa kain ini tuh unik, dan akan diminati masyarakat,” kata Adit.

6 dari 6 halaman

Wujudkan Mimpi

Ketiga, mewujudkan mimpi dengan inovasi. Agar bisnis terlaksana, Adit mewujudkan mimpi tersebut. Dia mempersiapkan modal-modal yang diperlukan untuk bisnis songket, seperti waktu dan pikiran.

“ Iya, dong, harus modal pikiran, waktu, dan masih banyak lagi. Tapi, tetap harus optimis, ya,” kata dia.

Adit juga menyarankan pebisnis untuk tidak ketinggalan terhadap apa saja yang dibutuhkan konsumen. Untuk itulah, inovasi bisnis pun diperlukan. Misalnya, dia menggunakan stragegi penjualan online di platform e-commerce.

“ Bisnis saya juga jadi dipermudah dengan adanya Tokopedia. Kayak di masa pandemi ini saya buka juga di Tokopedia, selain memperluas target,dan dikenal lebih banyak orang,” kata dia.

(Laporan: Delfina Rahmadani)

Join Dream.co.id