Mau Sukses Berbisnis? Hindari Pola Pikir Ini

Dinar | Jumat, 28 Februari 2020 08:33
Mau Sukses Berbisnis? Hindari Pola Pikir Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Biasanya pengusaha sering merasa perlu melakukan semuanya.

Dream - Saat mulai bisnis, banyak pengusaha merasa perlu melakukan segalanya. Mulai dari pengembangan produk, operasi sampai layanan pelanggan.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 28 Februari 2020, pengusaha mungkin bertindak sebagai pengacara dalam membangun struktur bisnis dan membukukan sendiri keuangannya. Bahkan, melaporkan pajaknya sendiri.

Pada awalnya, mereka mungkin bertindak sebagai pengacara dalam membangun struktur bisnis dan  melakukan pembukuan sendiri dan mungkin bahkan melaporkan pajaknya sendiri.

Ternyata, kesediaan untuk melakukan semuanya sendiri bisa sangat penting untuk meluncurkan bisnis. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk mempelajari seluk beluk bisnis dan dapat menjadi penghematan biaya yang sangat besar ketika bisnis didirikan.

Namun, pola pikir do-it-yourself dapat dengan cepat menjadi penghalang yang signifikan untuk sukses, karena banyak pengusaha mengalami kesulitan mendelegasikan dan melakukan outsourcing ketika bisnis tumbuh.

2 dari 8 halaman

Butuh Nasihat

CNBC memberitakan, menjadi wirausahawan yang sukses acapkali membutuhkan perubahan dramatis dalam pola pikir dengan mengandalkan para ahli.

Tujuannya untuk mendapatkan nasihat profesional bisa terasa asing bagi banyak calon pengusaha.

Orang-orang di jaringan keluarga dan teman mungkin tidak menggunakan bantuan profesional.

Oleh karena itu, meminta bantuan penasihat keuangan, pelatih bisnis atau pengacara mungkin tampak tidak perlu atau membuang-buang uang.

Pemikiran seperti ini adalah kesalahan besar karena tidak perlu mempekerjakan mereka sebagai staf, tetap bisa berkonsultasi jika membutuhkan bantuan.

Misalnya, dengan membayar beberapa ratus dolar hanya untuk satu atau dua jam dari CPA atau waktu pengacara ketika memulai bisnis, dengan konsultasi berkala ketika masalah muncul.

Jenis konsultasi yang diperlukan ini bisa menghemat ribuan dolar dalam jangka panjang.

Mengingat  banyak dari profesional bekerja dengan berbagai wirausahawan dan memiliki pengetahuan dan pengalaman khusus, mereka mungkin menemukan sesuatu yang dapat menghambat pertumbuhan  atau menyabot kesuksesan bisnis.

Mereka mungkin bisa memberi kamu nasihat yang menyelamatkan dari percobaan dan kesalahan berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Mengandalkan para ahli adalah normal dan diharapkan dalam lingkaran bisnis yang sukses dan bernilai tinggi.

Bagi mereka yang baru mengenal permainan atau dibesarkan dalam kelompok sosial ekonomi yang kurang mampu, para pakar seperti ini bisa terlihat asing.

3 dari 8 halaman

Hal Lain

Banyak individu yang kaya dan memanfaatkan para ahli sebagai hal biasa. Mereka mungkin memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang merupakan pengacara atau penasihat keuangan.

Mereka memiliki jaringan orang yang dapat dengan cepat dan mudah merujuk ke orang yang tepat yang telah didukung oleh seseorang yang dipercayai.

Sebaliknya, banyak orang yang berasal dari kelompok sosial ekonomi yang kurang kaya mungkin harus mengandalkan diri sendiri atau saudara untuk menyelesaikan sesuatu. Ketika mobil mereka mogok, mereka memperbaikinya sendiri.

Ketika membutuhkan bantuan dengan pajak, pergi ke seorang bibi yang baik. Banyak yang belum pernah bertemu seorang pengacara atau penasehat keuangan, dan bisa tidak percaya pada para pakar semacam ini.

Namun, upaya kewirausahaan sering kali membutuhkan landasan baru, dan masalah dapat dengan cepat naik di atas keahlian dan pengalaman dalam jaringan informal seseorang.

Ketika tantangan muncul, mereka dapat melampaui pengetahuan dan pengalaman kolektif dari jaringan dukungan kami, dan jika kami tidak membawa bantuan ahli, saat itulah kesalahan terjadi.

Keberhasilan kewirausahaan seringkali mengharuskan seseorang untuk keluar dari zona nyamannya, melawan keinginan untuk melakukan semuanya sendiri dan mencari nasihat ahli.

 
(Sumber: Liputan6.com/Tiara Sekarini)

4 dari 8 halaman

4 Tips Sukses Bisnis Kuliner Ala Chef Bara

Dream - Kuliner sudah banyak diketahui merupakan bisnis yang menjanjikan. Keuntungan yang diperoleh bisa berlipat ganda dari biaya produksi yang dikeluarkan. Namun semua itu hanya bisa dicapai saat makanan dan minuman yang dibuat laris pembeli.

Beberapa orang mencoba peruntungan dengan beralih menjadi pebisnis kuliner. Ada yang berhasil, namun tak jarang gagal di tengah jalan. 

Bisnis kuliner memang gurih dan minim modal tapi ada risiko. Tapi bukan berarti kamu tak bisa meraih sukses dari bidang ini. Kucningan adalah mengetahui trik mengelola bisnis kuliner yang tepat.

Mengutip laman Merdeka.com, Selasa 11 Februari 2020, Chef Bara Pattiradjawane, mengakui usaha di bidang kuliner beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang digemari masyarakat. Usaha ini memang takkan pernah ditinggalkan dan akan terus berkembang.

" Industri kuliner itu, tidak akan ada habisnya, paling yang berubah hanya bagaimana seorang menyajikan masakannya," kata Bara dalam acara pelatihan Go-Jek Swadaya, di Jakarta.

 

 4 Tips Sukses Bisnis Kuliner Ala Chef Bara© Dream

 

Kini, menurut Bara, hanya dengan fasilitas dapur di rumah dan koneksi internet untuk mengunggah makanan atau minuman yang ingin dijual, kamu sudah bisa menjalankan usaha dalam bidang kuliner. Apalagi jasa pengiriman telah berkembang sangat cepat.

Selain anak muda, peluang bisnis ini juga terbuka bagi ibu rumah tangga. Sembari menjaga anak-anak di rumah, ibu rumah tangga bisa menjalankan bisnis kuliner.

Berikut ini ada empat tips bisnis kuliner dari Chef Bara.

5 dari 8 halaman

Inovasi

Tips pertama dalam berbisnis kuliner ala Bara ialah mengedepankan inovasi. Cobalah hindari memulai bisnis ini dengan latah menjiplak usaha tetangga

“ Banyak ibu yang melakukan kesalahan tersebut (ikut-ikutan usaha yang tetangganya jalani). Saya selalu bilang, meski mendapatkan ide dari tetangganya, saya bilang, kamu harus menciptakan sesuatu yang baru, memberikan suatu inovasi," kata dia.

Bara menilai inovasi sangat penting dalam bisnis, terutama untuk urusan rasa. Saat tetangga menjual bakso cilok, usahakan membuat inovasi misalnya dengan membuat bakso pakai mie.

" Jangan langsung cari resep bakso cilok seperti apa yang tetangga jual,” kata dia.

6 dari 8 halaman

Mental Kuat

Terjun ke dunia bisnis juga perlu mental yang kuat. Diperlukan persiapan untuk menghadapi hari-hari dimana bisnis kamu sepi pembeli.

Kamu harus terus maju dan meyakini bahwa usaha yang dirintis akan maju pada kemudian hari. Pada dasarnya, semua orang memerlukan proses untuk menuju kesuksesannya dalam usaha.

“ Kadang-kadang bisa sehari ada 10 orang yang pesan. Kadang-kadang tak ada sama sekali, kadang hanya 1-2. itu benar-benar kita harus melatih mental untuk tidak boleh menyerah,”kata dia.

7 dari 8 halaman

Terima Kritik

Saat berada di puncak kesuksesan, Bara menyarankan untuk bisa menerima kritik. Cobalah untuk mendengarkan orang yang memberikan kritik misalnya dengan mengatakan masakanmu terlalu asin.

“ Jangan dijadikan patokan untuk mengubah resep yang kamu miliki,” kata Bara jika kritik hanya muncul dari 1 atau dua orang saja.

Akan tetapi, jika ada lebih dari sepertiga yang mengkritikmu, kamu harus lebih banyak belajar.

8 dari 8 halaman

Terus Belajar

Pebisnis harus terus belajar dan selalu merasa kurang dalam menuntut ilmu. Dengan begini, kamu bisa menggali ilmu dan keterampilan memasak. “ Saat ini, informasi banyak dijumpai dari Google, YouTube, buku-buku resep, dan lain sebagainya untuk kita coba,” kata dia.

Hal yang sering dilupakan adalah memperhatikan manajemen dapur atau memasak. Kamu harus tahu cara penyimpanan bahan-bahan makanan dengan baik dan benar serta memahami sistem untuk mesterilkan peralatan dapur dan ruang dapur.

Bara juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan makanan dan alat-alat dapur yang digunakan. Misalnya, memisahkan talenan bawang, daging, dan sayur.

“ Itu harus terpisah. (Oleh karena itu, harus) dibekali ilmu tentang manajemen memasak yang baik, termasuk sterilisasi bahan-bahan dan sebagainya. Itu adalah tanggung jawab penjual kepada pembeli,” kata dia.(Sah)

Join Dream.co.id