Mau Kaya? Lebih Baik `Berkorban` untuk 3 Hal Ini Ladies

Dinar | Rabu, 3 Oktober 2018 06:15
Mau Kaya? Lebih Baik `Berkorban` untuk 3 Hal Ini Ladies

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Banyak orang ingin menjadi orang kaya.

Dream – Bukan rahasia seorang wanita masa kini semakin mandiri dan fokus dengan kariernya. Dengan begitu, dia bisa memiliki kehidupan yang mapan serta memiliki gaya hidup yang lebih baik dan terjamin secara finansial.

Tak hanya itu, menjadi wanita karier ini bisa menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Lalu, bagaimana caranya seorang perempuan bisa menjadi kaya-raya dengan penghasilan sekarang?

Dilansir dari Vemale, Rabu 3 Oktober 2018, penasihat keuangan sekaligus penulis buku How Rich People Think, Steve Siebold, percaya kalau orang-orang bisa kaya karena mereka harus berkorban untuk mencapai kemakmurannya saat ini.

Tenang, berkorban yang dimaksud bukan kamu harus meninggalkan anak dan suami demi mencari uang. Justru berkorban di sini menyangkut pola kehidupan kamu selama ini.

Apa saja yang harus dikorbankan itu?

Pertama, menyerah untuk membeli barang-barang yang tak bisa diraih.

Orang-orang kelas menengah, biasanya, bermimpi punya barang-barang mahal, seperti kelompok kelas atas. Jika berada dalam posisi ini, daripada memaksakan diri membeli yang tidak bisa diraih, fokuslah pada cara bagaimana menghasilkan uang yang lebih banyak. Lebih baik investasikan penghasilan dan menabung lebih banyak.

Kedua, mempertahankan pengeluaran yang minim.

Jika tak benar-benar membutuhkan barang ini, jangan beli. Terapkanlah aturan ini dan pertahankan pengeluaran untuk keperluan barang yang memang dianggap penting dan haru dimiliki. Dengan cara ini, orang kaya bisa menyimpan lebih banyak uang di rekening.

Ketiga, memprioritaskan menabung sebelum berbelanja.

Setiap kali gaji datang, jangan langsung berpikir akan beli apa. Lebih baik sisihkanlah sebagian besar uangnya untuk ditabung. Ambil sebagian kecil untuk keperluan sehari-hari dan usahakan uang itu untuk keperluan selama sebulan.

2 dari 3 halaman

Mau Ngirit? Jangan Belanja Setelah Pulang dari Kantor

Dream – Beberapa penelitian terbaru menunjukkan ada beragam faktor yang bisa berpengaruh terhadap perilaku belanja seseorang. Salah satunya adalah rasa lelah.

Dilansir dari Liputan6.com, Senin 1 September 2018, ada penelitian neurosains yang menunjukka kelelahan mental bisa membuat seseorang untuk belanja implusif (spontan).

Kelelaham mental bisa diakibatkan karena berada di kantor atau bekerja sepanjang hari. Kelelahan bisa mematikan area otak yang bertugas untuk mengevaluasi keputusan.

Dengan kata lain, orang yang belanja setelah jam kerja mungkin tak akan membuat keputusan terbaik. Para peneliti melihat adanya kaitan antara kelelahan harian setelah bekerja dengan kontrol diri saat belanja.

Ketika area otak yang disebut lateral prefrontal cortex (LPFC) tidak bekerja dengan kecepatan penuh, seseorang menjadi lebih irasional dengan pilihannya. Waktu yang diperlukan seseorang untuk menjadi impulsif adalah 6-8 jam kerja dalam sehari atau lebih.

Penemuan ini menunjukkan kelelahan saraf berfokus secara alami dan menginduksi situasi kehidupan nyata dan memiliki dampak penting pada keputusan ekonomi.

3 dari 3 halaman

Istirahat

Jika tak mau terkena belanja impulsif akibat kelelahan, solusinya adalah beristirahat setelah melalui hari kerja yang panjang. Tujuannya untuk menghindari sikap impulsif ketika berbelanja.

Atau, kamu bisa menekan keinginan untuk belanja setelah bekerja. Kamu juga bisa menunggu akhir pekan atau keesokan harinya.

Cobalah untuk selalu menunggu beberapa hari. Periksa lagi apakah keinginan untuk belanja itu hanya sekilas atau ide yang baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang akan menjadi 10 persen lebih impulsif setelah 6 jam bekerja.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Annisa Wulan)

Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah
Join Dream.co.id