Bukan Banyak Gaya, Ini Karakter Orang Kaya yang Sesungguhnya

Dinar | Minggu, 6 Januari 2019 11:01
Bukan Banyak Gaya, Ini Karakter Orang Kaya yang Sesungguhnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

"Ah kamu banyak gaya," ungkapan itu pasti pernah kamu dengar kan.

Dream – Ketika seseorang ditanya tentang tujuan hidup, salah satu jawaban terbanyak adalah bahagia. Ya, siapa, sih, yang tak mau hidupnya seperti itu. Apalagi jika bahagia plus kaya-raya.

Dikutip dari Vemale, Sabtu 5 Januari 2019, mayoritas orang di dunia ingin kaya, sejahtera, dan bebas dari jeratan hidup. Kalau mau seperti ini, kuncinya, ya, satu: jangan terlalu banyak gaya.

Motivator, Tung Desem Waringin, mengumpamakan gaya dan kebahagiaan dengan rumus Fisika.

“ Gaya berbanding lurus dengan tekanan. Kalau hidupmu kebanyakan tekanan, berarti kamu kebanyakan kaya,” kata dia.

Misalnya, kata Tung ada orang membeli motor seharga Rp18 juta, tapi harganya akan jatuh di kemudian hari. Harga ini akan merugikan orang tersebut secara finasial.

" (Argumennya) Tapi kan saya perlu, apa iya perlu? Mungkin perlu, tapi, kan, tidak harus baru," kata dia.

2 dari 2 halaman

Lalu, Apa yang Dilakukan Orang Kaya

Tung mengatakan hal yang penting untuk dilakukan agar kaya dan bahagia adalah bersikap cerdas dalam mengelola uang. Orang kaya tak mau menghabiskan untuk sesuatu yang tak perlu.

“ Kalau kebanyakan gaya dulu, beli kacamata baru, beli handphone yang mahal, beli sepatu mahal, keluar negeri dulu, beli mobil dulu. Sebetulnya itu boleh tidak? Boleh. Tapi gayanya belakangan,” kata dia.

Tung mengatakan ada tiga jenis pengeluaran yang disebut Happy Money, yaitu uang yang bisa dipakai, ditabung, dan disedekahkan. Saat ini, kata dia, sebagian besar orang mementingkan pengeluaran yang pertama. Dia berkata investasi dan amal tidak terlalu dipentingkan. Padahal, kedua pengeluaran ini juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan. 

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik
Join Dream.co.id