Tips Investasi Properti Buat Pemula, Simpel tapi Penting Banget

Dinar | Senin, 30 September 2019 09:24
Tips Investasi Properti Buat Pemula, Simpel tapi Penting Banget

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Properti sering dilirik karena memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Dream – Properti sering dijadikan instumen investasi yang menjanjikan. Jika dibandingkan dengan investasi emas, obligasi, atau saham, properti lebih aman dan menguntungkan.

Managing Director Lamudi.co.id, Mart Polman, menjelaskan salah satu jenis properti yang banyak jadi sasran investasi adalah rumah. Dengan kekurangan pasokan yang masih besar, setiap orang tentu membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal. 

“ Para investor biasanya mencari keuntungan dengan cara menjual kembali rumah atau disewakan,” kata Mart dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Sabtu 28 September 2019.

Namun investasi properti tak semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika kamu masih berstatus investor pemula. Perlu makan asam garam untuk bisa menikmati untung dari produk ini. 

Eits jangan patah semangat dulu. Meski masih junior, kamu bisa menjadi investor properti unggul. Caranya tentu saja dengan mengetahui trik agar rumah yang kamu beli bisa menguntungkan. 

Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah menentukan lokasi. Sudah jadi rahasia para investr properti jika lokasi adalah kunci keberhasilan dari investasi rumah. Jadi carilah rumah yang berada di lokasi yang strategis.

Pilihlah lokasi rumah sesuai dengan target pembeli atau penyewa. Contohnya, jika menargetkan calon penyewa dari kalangan mahasiswa, kamu bisa mencari rumah dekat dengan universitas, jika menargetkan penyewa dari karyawan

Kedua, memeriksa kondisi rumah.

Agar cepat laku terjual, ada baiknya jika kamu juga mengecek kondisi rumah, karena tidak ada pembeli yang ingin membeli rumah dengan keadaan rusak bukan?.

2 dari 6 halaman

Perhatikan Keamanan

Ketiga, jangan lupa memperhatikan faktor keamanan karena ini berpengaruh terhadap minat membeli. Untuk itu, sebaiknya jangan membeli rumah di lokasi yang rawan dan kejahatan.

Keempat, legalitas rumah. Jangan terburu nafsu melihat keindahan rumah. Pastikan juga kelengkapan surat-suratnya. Agar di kemudian hari tidak muncul sengketa. Hal ini sangat penting dan harus menjadi perhatian

Kelima, carilah informasi yang mendukung. Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai lokasi rumah. Apakah ada proyek pemerintah dalam daerah tersebut?

Misalnya, dibangun sutet dan jalan layang. Hal ini pasti mengganggu proses investasi kamu.

3 dari 6 halaman

Mau Beli Rumah? Ajukan 7 Pertanyaan Ini ke Pengembang

Dream – Secara tak kasat mata, sebuah rumah baru, tampak terlihat baik-baik saja. Tapi, kamu membutuhkan perhatian pada detail untuk memastikan kualitas sebenarnya.

Ini penting ketika kamu akan membeli rumah, baik yang baru atau yang bekas.

Dikutip dari Rumah.com, Rabu 26 Juni 2019, faktor kenyamanan dan keamanan adalah hal yang perlu diperhatikan untuk sebuah hunian, termasuk dari sisi estetika. Jangan sampai kamu mengeluarkan uang untuk renovasi, padahal hunian itu baru saja dibeli.

Sebab, ada saja oknum kontraktor yang suka menurunkan spesifikasi atau irit bahan bangunan. Alhasil, kualitas bangunannya rendah dan tak sesuai seperti yang dijanjikan.

 Mau Beli Rumah? Ajukan 7 Pertanyaan Ini ke Pengembang © Dream

Kualitas bangunan memang bergantung pada spesifikasi bahan bangunan dan cara membangunnya. Untuk rumah baru, spesifikasi bahan bangunan biasanya dicantumkan pada brosur rumah.

Tapi, jangan mudah percaya pada spesifikasi yang tertera di brosur. Brosur bisa saja diubah sewaktu-waktu oleh para pengembang.

Jangan pula mudah tergiur oleh mulut manis staf pemasaran perumahan, apalagi jika rumahnya bukan ready stock alias inden.

Berikut ini adalah cara mengecek tipe kualitas bangunannya.

4 dari 6 halaman

Begini Cara Cek Tipe Kualitas Bangunan

Kalau rumahnya bukan siap huni, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada pengembang untuk mengecek kualitas bangunannya. Kalau tak paham istilah teknis atau seputar material bahan bangunan, kamu bisa mengajak orang yang paham, misalnya tukang bangunan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diajukan, agar kamu dapat mengetahui kondisi rumah yang sebenarnya sejak dini. Jangan sampai cicilan KPR belum lunas, tapi rumah sudah harus direnovasi.

1. Apa bahan-bahan yang digunakan untuk pondasi, dinding, lantai, genteng, dan plafon?

2. Bahan jenis apa saja yang digunakan untuk kusen dan rangka atapnya?

3. Berapa ukuran besi cor yang digunakan?
(Catatan: rumah yang kuat minimal menggunakan besi berukuran diameter 8 mm).

4. Apa jenis kabel listrik yang digunakan?

5. Berapa daya listrik yang disediakan?

6. Berapa tinggi plafon rumah?

(Catatan: plafon yang rendah akan membuat rumah menjadi panas.)

7. Bagaimana sistem sirkulasi udara dan sanitasinya?

5 dari 6 halaman

Gaji Rp5 Juta Bisa Beli Rumah? Ini Strateginya

Dream – Rencana membeli rumah sebisa mungkin harus dilakukan ketika muda dan produktif. Ketika belum berkeluarga, kamu lebih mudah membayar angsuran tanpa dibebani dengan keperluan bulanan yang menguras penghasilan.

Jika pendapatanmu di kisaran Rp5 juta, tak perlu khawatir dan sulit memiliki rumah idaman. Kamu bisa memilih rumah Rp200 juta yang bisa menjadi incaran.

Dikutip dari Rumah.com, ada dua langkah yang perlu kamu lakukan agar bisa membeli rumah dengan gaji Rp5 juta.

Pertama, menghitung pengeluaran bulanan. Metode membeli rumah melalui pembiayaan bank bisa menjadi pilihan. Kalau dapat pembiayaan dari bank, usahakan angsurannya maksimal sepertiga dari penghasilan rutin.

 Gaji Rp5 Juta Bisa Beli Rumah? Ini Strateginya © Dream

Misalnya, gajimu Rp5 juta per bulan. Maka, kemampuan bayar cicilan per bulan maksimal adalah Rp1,5 juta.

Atau, kamu bisa mencari beberapa bank yang mengizinkanmu mengangsur maksimal Rp2 juta per bulan.

Dengan angka itu, kamu harus bisa menghitung dengan cermat besar pengeluaran rutin setiap bulan. Jangan sampai melebihi angka Rp2,5 juta per bulan. Tujunnya agar ke depannya tak merasa berat ketika membayar angsuran.

6 dari 6 halaman

Siapkan Uang Muka

Kedua, menyiapkan uang muka. Bank Indonesia telah menetapkan besaran uang muka sekitar 15 persen dari harga rumah. Namun ada juga beberapa pengembang yang menetapkan besaran uang muka hanya 5 persen sebagai harga promosi.

Agar aman, siapkan uang muka kira-kira Rp30 juta sebelum mengajukan permohonan KPR. Meskipun demikian, tetapkan target tabungan yang lebih tinggi, sekitar Rp50 juta untuk menutup biaya ekstra yang diperlukan ketika KPR disetujui.

Perlu diingat, semakin besar uang muka, beban cicilan akan semakin ringan. Kamu bisa mencicil Rp50 juta jika mengumpulkan Rp2 juta per bulan.

Semoga bermanfaat!

(Ism)

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id