Jokowi: Anak Saya Tak Pernah Beli Martabak, Tahu-Tahu Jualan

Dinar | Kamis, 17 Januari 2019 15:42
Jokowi: Anak Saya Tak Pernah Beli Martabak, Tahu-Tahu Jualan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Berwirausaha bisa menjadi jalan keluar agar finansial tidak terganggu setelah masuk pensiun.

Dream – Tak sedikit orang cemas ketika hendak masuk pensiun, terutama bagi karyawan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka cemas tunjangan yang diberikan pemerintah tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Agar bisa mencukupi kebutuhan hidup, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyarankan ASN untuk mengelola keuangan dengan baik.

“ Asal bisa menabung, bisa mengelola keuangan dengan baik,” kata Jokowi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 17 Januari 2019.

Jokowi menyarankan ASN berhati-hati dan cermat mengelola uang tunjangan hari tua. Kalau pengelolaan keuangan ini dilakukan dengan baik, ASN akan mendapatkan nilai tambah kesejahteraan.

Mantan walikota Solo ini mengatakan, ASN yang akan masuk masa pensiun, bisa saja terjun ke dunia bisnis. Dia juga meminta ada pendampingan sebelum mereka terjun ke dunia wirausaha.

Jokowi juga memberikan sejumlah tips bagi ASN yang ingin berwirausaha.

2 dari 3 halaman

Apa Itu?

Pertama, kata Jokowi, memulai bisnis tidaklah mudah. Makanya, dia menyarankan ASN yang bersangkutan untuk memilih usaha yang dekat dengan kesehariannya ketika bertugas.

Misalnya, pensiunan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa berbisnis di sektor perikanan dan kelautan karena sesuai dengan ilmunya.

“ Memulainya itu lebih mudah daripada bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan, tapi bisnisnya pertanian. Ini laut sama pertanian jauh. Hati-hati,” kata dia.

Yang ke dua, Jokowi menyarankan agar ASN mengambil bisnis yang risikonya tidak besar. Contohnya berjualan barang-barang yang tak cepat busuk atau basi. Atau, mengambil bisnis yang kalau tidak laku, tapi tetap memberikan nilai tambah, contohnya mendirikan kos-kosan.

“ Mendirikan kos-kosan ini income-nya ada, jelas setiap bulan atau setiap tahun tetapi nilai tambah dari bangunan itu setiap tahun itu pasti naik,” kata dia.

Misalnya, kata Jokowi, seseorang membeli kos-kosan seharga Rp500 juta. Nilainya akan terus bertambah. Beberapa tahun kemudian, nilainya menjadi Rp2 miliar.

“ Dilepas dapat Rp2 miliar, bangun lagi 2 atau 3 lagi,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Cari Partner

Kalau ragu untuk berbisnis, Jokowi menyarankan untuk berpartner yang sudah berproduksi. Dia mengatakan partner bisnis sebaiknya yang berkarakter sama dan baik.

Nanti kalau misalnya ini, misalnya saya masih ada tabungan, rumah juga masih, kos-kosan yang dulu kita beli katakanlah harga Rp500 juta, setiap tahun pasti nambah terus. Sekarang misalnya ini sudah Rp 2 miliar mau dilepas tidak apa-apa. Dilepas dapat Rp2 miliar, bangun lagi 2 atau 3 lagi,” ujar Presiden Jokowi.

“ Usaha itu bagus kalau kita memang memiliki partner yang pas, itu berkembangnya cepat sambil kita belajar mengelola sebuah bisnis, sebuah usaha,” kata dia.

Jokowi mencontohkan anak-anaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang berjualan martabak. Dikatakan bahwa Gibran tak pernah berpengalaman di bidang makanan, apalagi di bidang martabak. Namun, putra sulungnya bisa berbisnis martabak karena bekerja sama dengan orang lain.

“ Anak saya ini enggak pernah pengalaman di bidang makanan, apalagi di bidang martabak, membeli saja juga enggak pernah, tahu-tahu kok jualan martabak. Saya melihat, ini apa sih ternyata punya partner. Berjualan martabaklah, gandengan. Bagi untung seperti apa ya perjanjian saja,” kata dia.

Dengan mencari partner yang baik, usaha bisa berjalan dengan benar. Jika tidak, yang ada bisnisnya akan berbelok ke wilayah hukum.

“ Jangan baru setahun dua tahun sudah berantem. Nanti larinya ke pengadilan, larinya ke wilayah hukum,” kata dia.

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id