4 BUMN Masuk Daftar Korporasi Raksasa Forbes, Menteri Rini: Saya Bangga

Dinar | Jumat, 14 Juni 2019 07:12
4 BUMN Masuk Daftar Korporasi Raksasa Forbes, Menteri Rini: Saya Bangga

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Pemerintah menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras para insan di perusahaan pelat merah.

Dream – Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk daftar perusahaan publik terbesar dunia versi Forbes. Prestasi yang ditorehkan Itu menandakan perusahaan pelat merah Indonesia memiliki daya saing global.

Diketahui keempat perusahaan pelat merah itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), dan PT Telkom Tbk.

" Saya sangat bangga dengan masuknya 4 perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Peringkat Forbes ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya," kata Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam keterangan tertulis.

Rini menilai pencapaian tersebut tak lepas dari kinerja BUMN yang semakin kuat dan kokoh serta kerja keras dan sinergitas yang dibangun melalui visi BUMN, yaitu “ One Nation, One Vision, One Family, to Excellence”.

" Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp143 triliun. Dengan kerja keras seluruh insan BUMN, pada 2018, untungnya di atas Rp200 triliun," kata dia.

Dengan kinerja positif ini, RIni berjanji akan membawa BUMN untuk terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

" Kementerian BUMN senantiasa berkomitmen untuk selalu meningkatkan kinerja dan layanan seluruh BUMN. Termasuk juga memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan," kata mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu.

2 dari 2 halaman

Bank BUMN Ini Lebih Unggul

Bulan lalu, Forbes merilis 2 ribu perusahaan publik global terbesar di dunia pada 2019. Ribuan perusahaan ini tersebar di 61 negara. Penetapan kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran kapitalisasi pasar, penjualan atau pendapatan, laba, dan aset di 2018.

Dalam daftar tersebut, BRI menempati posisi ke-363. Bank terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) US$38,8 miliar (Rp554,11 triliun). Berdiri pada 1895, BRI fokus membiayai sektor mikro dan ritel, terutama UMKM. Dengan nilai pendapatan mencapai US$9,4 miliar (Rp134,23 triliun), perusahaan memperoleh laba US$2,3 miliar (Rp32,89 triliun) dan aset US$90,2 miliar (Rp1.288,17 triliun)

Sementara Bank Mandiri masuk dalam posisi ke-481. Selama ini, Bank Mandiri lebih banyak beroperasi di sektor korporasi, komersial, serta bisnis. Bank Mandiri mencatatkan pendapatan US$8 miliar (Rp114,25 triliun), dengan perolehan laba US$1,8 miliar (Rp25,71 triliun) dan aset mencapai US$83,6 miliar (Rp1.193,91 triliun). Adapun nilai kapitalisasi pasarnya sebesar US$25,9 miliar (Rp365,6 triliun).

elkom Indonesia menempati posisi ke-747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pendapatan perusahaan mencapai US$9,4 miliar (Rp134,24 triliun) dengan perolehan laba US$1,3 miliar (Rp16,56 triliun) dan aset US$13,8 miliar (Rp197,08 triliun). Nilai kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan mencapai US$27,2 miliar (Rp388,45 triliun).

Selanjutnya, BNI yang berada pada posisi ke-835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Pendapatan bank ini tercatat US$4,9 miliar (Rp69,79 triliun), dengan raihan laba US$1,1 miliar (Rp15,71 triliun). Asetnya US$56,2 miliar (Rp802,61 triliun) dengan nilai kapitalisasi pasar US$13,1 miliar (Rp187,08 triliun).(Sah)

Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier
Join Dream.co.id