2 Anak Jokowi Jadi Penasihat, Startup Mangkokku Dapat Pendanaan US$ 2 Juta

Dinar | Senin, 23 November 2020 16:45
2 Anak Jokowi Jadi Penasihat, Startup Mangkokku Dapat Pendanaan US$ 2 Juta

Reporter :

Kaesan dan Gibran didaulat menjadi penasihat di bisnis startup kuliner itu.

Dream - Startup kuliner yang berfokus pada rice bowl, Mangkokku melaporkan telah mendapatkan pendanaan pertamanya senilai US$ 2 juta, atau sekitar Rp29 Milliar dari firma modal ventura, Alpha JWC Ventures.

Sesuai dengan namanya, Mangkokku adalah startup kuliner yang menjual makanan kelas koki profesional, namun dihindangkan dalam bentuk rice bowl atau mangkok dengan harga terjangkau.

Walaupun konsep rice bowl berasal dari Jepang, Mangkokku menghadirkan cita rasa masakan Indonesia dengan bahan-bahan lokal.

Memiliki kisaran harga dari Rp19 ribu hingga Rp54 ribu, Mangkokku hingga saat ini memiliki 12 menu utama.

Mangkokku© Instagram.com/mangkokku_id

Menu andalannya adalah, Endog with Burger Slice (Egg and Burger Slice Bowl) dan Sambal Korek Bone Marrow (Bone Marrow and Sambal Bowl).

2 dari 5 halaman

Kolaborasi chef & anak Presiden RI

Perusahaan ini dibangun pada 2019 oleh Juri Masterchef Indonesia Arnold Poernomo dan pengusaha kuliner Randy Kartadinata. Mereka berkolaborasi dengan dua anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming.

Kedua anak Presiden RI mengambil peran menjadi penasehat, sementara Arnold menjadi kepala untuk urusan produksi dan inovasi kuliner. Randy saat ini memegang posisi sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Hingga saat ini Mangkokku sudah memiliki 22 gerai yang tersebar di area Jabodetabek dan dalam waktu dekat Surabaya.

Di samping memiliki desain artistik, pada setiap gerainya memiliki dapur terbuka yang dapat dilihat langsung konsumennya cara memasak di sana aman dan bersih.

 

3 dari 5 halaman

Bangun 75 Gerai Baru di 2021

Dengan pendanaan terbaru ini Mangkokku berencana membangun 30 gerai baru hingga akhir tahun ini. Sementara di tahun depan diharapkan akan  berdiri lebih dari 75 gerai.

“ Kecintaan kami pada makanan Indonesia menjadi dasar berdirinya Mangkokku. Kami percaya kekuatan perusahaan ini ada pada kelezatan makanan dan inovasi kuliner tanpa henti. Namun, kami juga mengadopsi cara pandang bisnis global," kata Chef Arnold, dalam keterangannya pada Senin, 23 November 2020.

Pandemi COVID-19 membuat Mangkokku harus beradaptasi dalam mengikuti perubahan perilaku permintaan konsumen yang saat ini pergerakannya lebih terbatas.

Hasilnya Mangkokku dapat bekembang pesat, khususnya sejak kuartal ketiga 2020.

 

4 dari 5 halaman

Investasi Awal di Menu

Rendy menambahkan setiap gerai Mangkokku bisa menjual 400 hingga 600 bowl. Namun diakuinya jumlah tersebut belum cukup. " Kami ingin menciptakan sesuatu yang luar biasa dan lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, lanjut Rendy, dia berharap Mangkokku bisa menjadi grup F&B terbesar di Indonesia yang menargetkan mass-market dan membangun sendiri ekosistem dari beragam merek dan institusi kuliner. Perusahaan ini juga ingin menjadi salah satu bisnis kuliner terbaik dari segi skalabilitas lokal dan regional, dengan keunggulan operasional.

" Itulah alasan kami mengambil jalur startup ini dan bermitra dengan Alpha JWC Ventures,” tambah Randy.

Langkah awal selepas injeksi modal baru ini akan dilakukan Mangkokku dengan membuat variasi pada menunya. Tak sekadar rice bowl, mulai tahun depan Mangkokku akan menyajikan minuman, dessert, dan sambal kemasan.

 

5 dari 5 halaman

Eko Kurniadi, Mitra di Alpha JWC Ventures menilai bisnis F&B akan terus menjadi sektor yang menarik yang dapat memperoleh manfaat dari pemberdayaan teknologi dan investasi modal ventura.

" Mangkokku jelas telah menunjukkan daya tarik yang kuat bahkan selama pandemi, yang membuktikan kesesuaian produk-pasarnya," kata .

Diakui Eko, perusahaan tidak hanya tertarik dengan cara para pendiri membangun merek yang kuat dalam waktu singkat, tetapi juga dengan rencana mereka yang lebih besar untuk organisasi secara keseluruhan.(Sah)

Join Dream.co.id