Usung BISA, Bisnis Mandiri Syariah Tak Sekadar Cari Untung

Dinar | Rabu, 10 April 2019 15:14
Usung BISA, Bisnis Mandiri Syariah Tak Sekadar Cari Untung

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kali ini, bank syariah itu membahas keuangan berkelanjutan.

Dream Bank Syariah Mandiri turut meramaikan pertemuan tahunan Islamic Finance Forum 2019. Bank syariah itu mengangkat tema “ Sustainable Finance in Mandiri Syariah”.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Direktur Risk Management and Compliance Mandiri Syariah, Putu Rahwidhiyasa, mengatakan Mandiri Syariah menerapkan sustainability finance sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 51 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan.

“ Insya Allah, dalam menjalankan bisnis bank, Mandiri Syariah tak hanya bertujuan mencari profit semata, tapi keberadaan kami harus dapat memberikan kontribusi bagi people (umat) dan planet (negeri). Semoga apa yang kami lakukan dapat #jadiberkah untuk semua,” kata Putu di Kuala Lumpur.

Dia mengatakan, sebelum regulasi ini lahir, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) telah menerapkan implementasi prinsip sustainability dalam ketentuan dan operasionalnya.

Ada kelompok besar dalam program Sustainable Finance Mandiri Syariah, yaitu sustaibility finance terkait bisnis dan sosial. Untuk yang bisnis, keuangan berkelanjutan mencakup product and services, governance, dan capacity building.

Sektor bisnis yang diutamakan adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur (khususnya pada program-program pemerintah).

“ Sustainable Finance terkait aksi sosial yang kami namakan Bank Mandiri Syariah Integrated Social Action (BISA), meliputi 4 pilar, yaitu socio-economic development (berbentuk pengembangan komunitas), spiritual development (pengembangan mesjid sebagai penggerak ekonomi lokal), people development (membangun fasilitas kesehatan dan pendidikan), dan environment development (employee volunteering dan disaster recovery),” kata dia.

Putu mengatakan Mandiri Syariah telah menjalankan beragam program sosial keuangan berkelanjutan, misalnya program Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP), Program Desa Berdaya Sejahtera di Lampung, Program Desa Berdaya Sejahtera Cluster Kambing di Purbalingga, Program Desa Berdaya Sejahtera Cluster Sapi di Trenggalek, dan program-program lainnya.(Sah)

2 dari 3 halaman

Mandiri Syariah Bidik 20% Pertumbuhan Transaksi Digital

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membidik pertumbuhan transaksi digital sebesar 20 persen pada tahun ini. Berbagai strategi disiapkan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk tersebut salah satunya dengan menggandeng HIJUP.

" Dengan HIJUP, kami menargetkan tumbuh transaksi non tunai termasuk ke 20 persen tahun ini," kata Direktur Technology and Operation, Achmad Syafii dalam Penandatanganan MoU Kerja Sama Mandiri Syariah dengan HIJUP di Bali, Senin 1 April 2019.

Sekadar informasi, transaksi digital banking Mandiri Syariah pada 2018 mencapai 80,76 juta transaksi. Transaksi itu terdiri atas 14,99 juta transaksi mobile banking serta e-channel lainnya seperti ATM dan net banking sebanyak 65,77 juta kali.

Syafii mengatakan, dalam kerja sama ini, Mandiri Syariah akan memberikan layanan dan jasa syariah kepada HIJUP. Perusahaan juga ingin mempermudah nasabah untuk bertransaksi di HIJUP.

 Mandiri Syariah kerjasama dengan HIJUP

Mandiri Syariah dan HIJUP menjalin MoU Kerjasama (Foto: Istimewa/HIJUP)

" Jadi, ini solusi untuk nasabah dan pelanggan HIJUP (yang ingin bertransaksi secara syariah)," kata dia.

Chief of Business Operation and Sales Officer HIJUP, Akli Djumadie, mengungkapkan perusahaan selama ini mendapat banyak permintaan dari pelanggan agar bisa melakukan transaksi secara syariah.

Akli mengharapkan kerja sama ini bisa memberikan layanan dan jasa perbankan syariah kepada pelanggan dan tenant HIJUP.

" Belakangan memang banyak permintaan di customer dari pembiayaan, transaksi," kata Akli.

Dia menargetkan kerja sama ini bisa terealisasi pada akhir April 2019. Diharapkan juga sebagian transaksi di HIJUP bisa dilakukan melalui bank syariah.

" Minimal 20-30 persen ter-cover Bank Mandiri Syariah," kata dia.(Sah)

3 dari 3 halaman

Kualitas Pembiayaan Bank Mandiri Syariah Membaik

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memperbaiki kualitas pembiayan. Bank syariah ini menekan angka rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) pada 2018.

“ (Ada) perbaikan di kualitas pembiayaan, baik NPF nett maupun gross,” kata Direktur Finance and Strategy, Ade Cahyo Nugroho, di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.

Ade mengatakan, NPF gross Mandiri Syariah turun dari 4,53 persen pada 2017 menjadi 3,28 persen pada 2018. Sementara yang nett turun dari 2,71 persen pada 2017 menjadi 1,5 persen.

“ Yang turun signifikan itu dari segmen wholesale. (Segmen ini) mengalami perbaikan dari tahun lalu. Yang kurang bagus dulu kan komersial dan business banking. Dua hal ini yang diperbaiki,” kata dia.

Kualitas pembiayaan bisa ditekan berkat penyaluran pendanaan yang tak serampangan. Ada beberapa sektor yang dipilih, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“ Kami ingin kualitas (pembiayaan) komersial bagus,” kata dia.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Tony E. B. Subari, menargetkan, angka NPF gross bisa ditekan hingga di bawah 3 persen. “ Insya Allah turun di kisaran 2,5 persenlah,” kata Tony.

Dia mengatakan pihaknya melakukan strategi untuk menekan NPF, seperti restrukturisasi. Ada juga pembiayaan yang sudah dipulihkan.

“ Kalau bicara soal NPF, rasanya sudah selesai, ya, dua tahun ini sampai 2018,” kata Tony.

Dengan capaian ini, Tony pede bisa meraih laba hingga naik 60 persen tahun ini karena “ PR” bank tentang NPF sudah rampung.

“ (Tentang laba), kami optimistis naik 50-60 persen karena sudah on track. NPF sudah selesai,” kata dia.  

(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id