Mandiri Syariah Perluas Jaringan di Aceh

Dinar | Senin, 11 Mei 2020 16:33
Mandiri Syariah Perluas Jaringan di Aceh

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ekspansi ini bertujuan untuk menyambut penerapan qanun tentang lembaga keuangan syariah.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memperluas akses dan meningkatkan layanan bagi masyarakat di Aceh. Hal ini untuk menyambut rencana penerapan Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Mandiri Syariah menambah lima kantor cabang baru dan merelokasi tiga kantor cabang eksisting yang berlokasi di Cabang Bank Mandiri (sharing office) menyusul rencana penerapan Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Sesuai Qanun No 11 tersebut, seluruh layanan keuangan syariah di Provinsi Aceh harus berbasis syariah. Saat ini sedang berlangsung masa transisi di mana layanan konvensional harus sudah beralih ke syariah pada Januari 2022.

Direktur Mandiri Syariah, Anton Sukarna menjelaskan, perluasan jaringan kantor ini dilakukan untuk memudahkan akses dan meningkatkan layanan bagi masyarakat Aceh yang hendak membuka atau mengkonversi rekeningnya ke Mandiri Syariah.

" Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mendukung penuh implementasi Qanun Bank Syariah di Aceh, dengan cara memperkuat infrastruktur jaringan serta mempersiapkan produk dan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin 11 Mei 2020.

Anton menambahkan dengan adanya layanan office sharing ini nasabah dapat melakukan transaksi perbankan secara full baik untuk layanan fasilitas pendanaan (buka tabungan, deposito, giro dan transaksi sehari-hari) maupun pembiayaan.

2 dari 5 halaman

Diharapkan Bisa Genjot Aset di Aceh

Kelima kantor cabang baru Mandiri Syariah tersebut adalah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Banda Aceh Peunayong di Jl. Pocut Baren Peunayong, KCP Banda Aceh Keutapang di Jl. Mata le-Keutapang, KCP Banda Aceh Unsyiah Darussalam di Kampus Unsyiah, KCP Bener Meriah di Jl. Syiah Utama No 92, dan KCP Idi Rayeuk di Jl. Medan Banda Aceh.

Kantor cabang hasil relokasi adalah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Banda Aceh Ulee Kareng di Jl. T. Iskandar No. 1 Desa Lam Glumpang, KCP Takengon di Jl. Sengeda No. 83, dan KCP Sabang di Jl. Perdagangan No. 70 Kota Bawah Barat, Kec. Sukakarya.

Region Head I Mandiri Syariah, Ahmad Zailani, menambahkan, dengan perluasan ini, jaringan kantor Mandiri Syariah di Aceh saat ini menjadi 36 outlet yang didukung oleh 184 unit ATM Mandiri Syariah, Bank Mandiri dan jaringan ATM Bersama dan didukung layanan digital meliputi Mandiri Syariah Mobile dan Net Banking.

Ahmad Zailani melanjutkan, penambahan kantor ini juga diharapkan dapat meningkatkan aset Mandiri Syariah di Aceh. Tercatat bank syariah ini di Aceh sebesar Rp2,24 triliun per Maret 2020 naik 57,91 persen dari periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,41 triliun. Per akhir triwulan I 2020 aset Mandiri Syariah secara nasional mencapai Rp114,75 triliun naik 16,43 persen yoy.

" Insya Allah dalam waktu dekat akan dibuka lagi 7 cabang sharing office yang berlokasi di Banda Aceh Hasan Batoh, Cut Meutia, Lhoksemawe, Biruen, Sigli, Kuala Simpang dan Tapak Tuan," kata Zailani.

3 dari 5 halaman

Koordinasi dengan Induk

Sementara itu Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza menyampaikan saat ini Mandiri Syariah terus berkoordinasi dengan Bank Mandiri sebagai induk perusahaan dalam proses pengalihan aset ke Mandiri Syariah.

" Tentunya kami akan siap melanjutkan pengelolaan aset-aset Bank Mandiri di Aceh agar nasabah dapat tetap mendapatkan layanan perbankan terbaik dari Bank Mandiri Group. Alhamdullilah kami mendapat dukungan penuh dari Bank Mandiri selaku induk agar perpindahan nasabah dan system berjalan baik,” jelasnya.

Hingga Maret 2020, aset yang dimiliki Bank Mandiri di Aceh antara lain 47 kantor cabang, serta lebih dari 200 ribu nasabah dengan portofolio dana pihak ketiga sekitar Rp2 triliun.

Ahmad Reza menambahkan pihaknya telah mengantongi izin untuk membuka Layanan Syariah Bank (LSB) di seluruh kantor cabang Bank Mandiri di Aceh.

“ Layanan Syariah Bank ini akan membantu masyarakat untuk membuka rekening syariah, melunasi Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) serta memberikan informasi lain terkait produk dan layanan syariah yang dibutuhkan,” kata Reza.

Untuk kemudahan dan kenyamanan nasabah, Mandiri Syariah gencar melakukan transformasi digital. Di antaranya meningkatkan dan mengembangkan fitur digital channel seperti tarik tunai tanpa kartu ATM, transaksi pembayaran ke berbagai marketplace, pengisian saldo e-wallet, pembayaran dengan QRIS dll.

“ Bahkan kini masyarakat sudah bisa membuka rekening online #dirumahsaja dengan cara mendownload aplikasi Mandiri Syariah Mobile. Ini adalah fitur pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia. Dengan #dirumahsaja tentunya sejalan dengan pesan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dan beribadah, Mandiri Syariah berupaya menjadikan Mandiri Syariah Mobile sebagai Superaps, di mana dalam satu aplikasi tersebut, nasabah bisa melakukan transaksi keuangan, berbagi melalui fitur pembayaran zakat, sedekah, wakaf, kurban, sekaligus beribadah dengan adanya fitur jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, juz amma, kutipan hadist, hikmah, dan lain-lain. 

“ Insya Allah fitur-fitur Islami tersebut akan memudahkan nasabah untuk beribadah terlebih bagi masyarakat Aceh yang dikenal sangat taat menjalankan syariat agama,” kata dia. 

4 dari 5 halaman

Cegah Corona, Mandiri Syariah Permudah Nasabah Lunasi Biaya Haji 2020

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mempermudah nasabah untuk melunasi Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 tahap 1 yang berlangsung pada periode 19 Maret-17 April 2020. Nasabah bisa melunasi haji melalui Mandiri Syariah Mobile Banking dan Mandiri Syariah Netbanking.

‘’Layanan digital tersebut akan memudahkan nasabah terutama dalam kondisi potensi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia,” kata Direktur Mandiri Syariah, Anton Sukarna, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 19 Maret 2020.

 

 Cegah Corona, Mandiri Syariah Permudah Nasabah Lunasi Biaya Haji 2020© Dream

 

Anton mengatakan nasabah tak perlu datang ke kantor dan mengantre di teller untuk melunasi haji. Dengan layanan digital, nasabah bisa lebih mudah, cepat, nyaman, dan fleksibel secara waktu.

‘’Selanjutnya, nasabah harus menyerahkan bukti pelunasan ke Kemenag dengan membawa persyaratan diantaranya resi pelunasan Bank dan 10 lembar pas foto 3x4 background putih, 80 persen wajah yang diperlukan,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Peluasan Diperkirakan Akan Meningkat

Total jamaah haji yang terdaftar melalui Mandiri Syariah dan berhak lunas untuk berangkat tahun ini lebih dari 80 ribu. Jumlah tersebut sekitar 40 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun 2020 yang berjumlah lebih dari 203 ribu.

Dari sekitar 80 ribu yang berhak lunas tahun ini, Mandiri Syariah memperkirakan pelunasan melalui layanan digital akan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13 persen.

Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza menambahkan layanan digital juga akan memudahkan nasabah yang tinggal di daerah yang letaknya jauh dari outlet Mandiri Syariah.

Selain untuk pelunasan BPIH, superaps Mandiri Syariah Mobile bisa digunakan pembukaan rekening online, transaksi keuangan dengan berbagai ecommerce, pembayaran zakat, sedekah, wakaf, kurban hingga akikah. Sekaligus beribadah melalui kemudahan mendapatkan jadwal sholat, arah kiblat, lokasi masjid, juz amma, kutipan hadis, dll.

" Hingga Februari 2020 jumlah pengguna layanan digital Mandiri Syariah termasuk Mandiri Syariah Mobile dan Netbanking mencapai 1,45 juta user dengan nominal transaksi sebesar Rp11,9 triliun," kata Reza.

Join Dream.co.id