Bak `Raksasa Tidur`, 3 Potensi Besar Ini Bisa Wujudkan Indonesia Maju

Dinar | Rabu, 28 September 2022 16:48

Reporter : Okti Nur Alifia

Arief mengatakan, empat buku tersebut mempunyai tiga kata kunci yakni anak muda, masjid dan ekonomi syariah yang menurutnya merupakan potensi besar untuk Indonesia maju.

Dream - Banyak cara dilakukan untuk mensyukuri berkah usia yang telah diberikang Sang Kuasa. Ungkapan syukur berbeda dilakukan Komisaris Independen Bank Syariah (BSI) Arief Rosyid Hasan yang merayakan ulang tahun dengan meluncurkan latya buku.

Tak hanya satu buah, Arief memperkenalkan empat buku dalam tasyakuran ulang tahun ke-36 tahun bertema “ Berjamaah untuk Indonesia Maju” di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar. Lokasi peluncuran ini sengaja dipilih Ketua Umum PB HMI 2013-2015 karena perjalanan kehidupannya senantiasa beriringan dengan kehadiran masjid.

“ Hari ini saya syukuran di masjid, karena saya memang besar di masjid. Saya mohon doa, 36 tahun masih belum apa-apa yang kita lakukan, Insya Allah perjalanan masih terus ada,” katanya saat pembukaan acara pada Selasa, 27 September 2022 malam.

Peluncuran buku Arief Rosyid Hasan ini diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dari Panti Asuhan Khairunnisa. Sementara Buku yang diluncurkannya masing-masing berjudul Inisiatif Ekonomi Masjid, Merangkul Bangsa, Komitmen untuk Ekonomi Syariah, serta Masjid dan Ekonomi Umat. 

Bak `Raksasa Tidur`, 3 Potensi Besar Ini Bisa Wujudkan Indonesia Maju
Arief Rosyid Hasan Saat Peluncuran 4 Karya Buku 'Berjamaah Untuk Indonesia Maju` (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
2 dari 4 halaman

Arief menjelaskan keempat buku tersebut mempunyai tiga kata kunci yakni anak muda, masjid dan ekonomi syariah. Ketiga kunci ini diyakininya sebagai potensi besar untuk membuat Indonesia maju.

“ Pemuda selama ini punya potensi besar, ekonomi Islam juga secara besar dan di situ juga besar. Kalau dia hanya sekadar potensi maka dia hanya sekadar, kalau istilahnya Pak Presiden itu, raksasa tertidur ya,” jelas Arief kepada Dream.

Berusaha untuk membangunkan raksasa tidur tersebut, Arief menilai penggabungan ketiga potensi ini akan menjadi jadi kekuatan besar mewujudkan Indonesia maju jika dilakukan secara berjamaah.

" Jadi Indonesia maju syaratnya tadi tiga hal itu dan gimana kita wujudkan ya berjamaah,” lanjutnya.

 Luncurkan Empat Buku, Arief Rosyid Ajak Anak Muda, Masjid dan Ekonomi Syariah Bersatu untuk Indonesi© MEN

3 dari 4 halaman

Selain Arief, sejumlah narasumber dan penanggap juga diundang untuk mendiskusikan keempat karya bukunya. Mereka adalah Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Prof. Asep Saepuddin, Komisaris Utama Bank Muamalat dan Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi Achsien.

Hadir pula Ketua YAHMI Dr. Berliana Kartakusuma, CEO Tribun Network Dahlan Dahi, dan Ketua Umum AMSI sekaligus COO Kapanlagi Youniverse, Wens Manggut. 

Ngatari, direktur retail banking BSI  yang juga kolega Arief di BSI sepakat dengan pandangan bahwa Indonesia saat in memiliki sekitar 800 ribu masjid di Indonesia. Sayangnya, jumlah tersebut tak sejalan dengan market share keuangan syariah Indonesia yang masih kalah jauh dari Malaysia. 

“ Padahal kita masih punya potensi lain seperti pesantren dan sekolah Islam. Jadi alangkah banyaknya dana yang bisa kita putar jika kita kolaborasi. Kita berjamaah, dibantu oleh Arief untuk menggarap itu semua,” jelasnya. 

Dukungan juga disampaikan oleh Wens Manggut yang menurutnya judul berjamaah bukan hanya sekadar judul.

“ Saya kira judul ‘berjamaah untuk ekonomi syariah’ ini bukan sekadar judul ultah. Lebih dari itu, gagasan ini adalah hasil pengamatan, pendengaran, keliling ratusan kota dan 40 inisiatif kolaborasi yang telah dilakukan (Arief),” dukungnya.

4 dari 4 halaman

Dengan total 23 buku yang sudah dibuatnya, Arief yang telah bertemu banyak anak muda di 400 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia juga ingin menyadarkan semua pihak untuk membangun jembatan yang bisa menamppung energi besar dari anak mudah agar lebih bermanfaat.

“ Kita ingin membangun gerbong besar ini dan antarkanlah Indonesia jadi negara yang maju, berdaulat, adil, dan makmur,” ceritanya.

 arief rosyid hasan© Istimewa

Terlebih dengan polarisasi dan tahun politik yang gaungnya mulai terasa, Arief berharap generasi muda saat ini dapat diarahkan ke tempat yang tepat dan benar.

“ Kita ingin energi yang besar ini diarahkan ke sesuatu yang tepat, yang benar. Jadi nggak jadi bola liar yang bisa memperparah. Cukup generasi sebelum kita yang larut dalam polarisasi itu. Generasi muda saya kira harus bersatu,” ujarnya.

 

Join Dream.co.id