Literasi Kurang, Mayoritas Masyarakat Hanya Paham Zakat Fitrah

Dinar | Jumat, 30 April 2021 09:45

Reporter : Arie Dwi Budiawati

BAZNAS berupaya meningkatkan literasi masyarakat tentang zakat.

Dream – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mendorong pemahaman masyarakat tentang zakat. Hal ini disebabkan bahwa literasi masyarakat tentang zakat masih kurang.

Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta, mengatakan, masyarakat yang memahami zakat baru 48 persen.

“ Kebanyakan yang mengerti adalah zakat fitrah,” kata Arifin dalam acara “ Zakat untuk Pemberdayaan Umat”, Kamis 29 April 2021.

Padahal, lanjut dia, zakat tak hanya zakat fitrah. Masih ada jenis-jenis zakat lainnya, seperti zakat maal.

“ Setiap harta yang kita punya itu harus dizakatkan,” kata dia.

Literasi Kurang, Mayoritas Masyarakat Hanya Paham Zakat Fitrah
Ilustrasi Zakat Fitrah. (Foto: Shutterstock)
2 dari 2 halaman

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Zakat

Arifin mengatakan, upaya-upaya peningkatan pemahaman tentang zakat pun dilakukan. Misalnya, dengan Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tempo lalu.

“ Dengan Gerakan Cinta Zakat, diharapkan masyarakat semakin cinta zakat,” kata dia.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, BAZNAS juga memperbaiki kinerja lembaza amil zakat (LAZ).

Lembaga ini juga mempermudah masyarakat untuk berzakat. Kini, banyak program layanan BAZNAS yang sudah dapat diakses masyarakat melalui platform online dan online, seperti pembayaran zakat melalui bank, aplikasi hingga kasir toko ritel. Dengan kemudahan ini, Arifin berharap pengelolaan zakat nasional semakin optimal dalam mengentaskan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.

“ Jika zakat sudah menjadi gaya hidup masyarakat, kami harap akan tercapai di mana masyarakat dapat mapan secara material dan mapan secara spiritual,” kata dia.

Join Dream.co.id