Prudential Syariah Hadirkan Kanal SKC untuk Dorong Literasi Keuangan Syariah, Apa Saja Isinya?

Dinar | Selasa, 27 September 2022 19:12

Reporter : Okti Nur Alifia

Literasi keuangan syariah di Indonesia diakui masih cukup rendah bahkan belum bisa menembus angka 10 persen

Dream - Industri keuangan di Indonesia terus aktif meningkatkan pemahaman masyarakat dengan dunia keuangan syariah. Selain lewat seminar dan workshop, salah satu upaya yang dilakukan adalah membagikan informasi melalui sebuah website agar menjangkau lebih banyak orang. 

Survei nasional keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menemukan bahwa tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih cukup rendahnya. Angkanya hanya mencapai sekitar 8,93 persen. Artinya hanya 9 dari 100 orang yang memahami industri yang sedang berkembang ini. 

Usaha mengedukasi masyarakat lewat sebuah website itulah yang dilakukan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) dengan memperkenalkan Sharia Knowledge Centre (SKC) yang dapat diakses di www.shariaknowledgecentre.id

Prudential Syariah yang resmi berdiri sebagai entitas mandiri sejak 5 April 2022 dan mempunyai 500 ribu peserta mendedikasikan kanal SKC untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah masyarakat Indonesia.

" Sebagai market leader, Prudential Syariah bertanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia," kata Presiden Direktur Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar, dalam Peluncuran Syariah Knowledge Centre di Jakarta, Selasa, 27 September 2022.

Prudential Syariah Hadirkan Kanal SKC untuk Dorong Literasi Keuangan Syariah, Apa Saja Isinya?
Peluncuran Syariah Knowledge Centre (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
2 dari 5 halaman

Head of Product Development Prudential Syariah, Bondan Margono, menjelaskan kanal SKC memiliki empat bagian penting yang bisa digunakan masyarakat untuk menambah literasi dan pengetahuan terkait keuangan syariah.

" Kanal khusus SKC kami bagi menjadi empat bagian penting, yaitu Edukasi, Regulasi dan Data, Penelitian dan Pengembangan, serta Bincang Syariah," ujarnya.

 SHARIA KNOWLEDGE CENTRE© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (ME KNEKS), Sutan Emir Hidayat, mengatakan perekonomian syariah memiliki resiliensi yang baik dan dapat berkontribusi nyata bagi pertumbuhan nasional.

“ Terlihat dari jumlah aset keuangan dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah yang terus meningkat, begitu juga dengan pendapatan kontribusi unit usaha yang tumbuh 11,5% (yoy) di semester I 2022,” katanya.

3 dari 5 halaman

Total Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 2 Triliun

Per Maret 2022, Sutan menyampaikan total aset keuangan syariah indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp2.024,89 triliun.

Meski demikian, menurutnya pertumbuhannya masih belum optimal, seperti pangsa pasar asuransi syariah yang tercatat baru 5,3 persen di akhir 2021. 

“ Tentunya berbagai tantangan harus diatasi agar perekonomian syariah dapat berkembang dengan pesat, di antaranya terkait inklusi dan literasi, hingga diferensiasi produk-produk syariah yang masih sangat terbatas,” ungkapnya.

 Laman website SKC milik Prudential Syariah© https://www.shariaknowledgecentre.id/

Dream sempat menelusuri kanal www.shariaknowledgecentre.id dan menemukan empat bagian utama seperti disampaikan manajemen Prudential Syariah. Tak hanya lewat konten berupa teks atau artikel, pengunjung juga bisa melihat informasi dalam bentuk grafis yang tersaji di halaman edukasi, khususnya e-Learning Syariah. 

SKC juga menyajikan sejumlah data berupa fatwa, regulasi, dan sampai data kinerja keuangan industri syariah di Indonesia. 

Prudential Syariah juga menyediakan sebuah halaman bincang syariah yang saat ini berisi mengenai informasi agenda acara yang akan digelar.  

4 dari 5 halaman

Perdana Sejak Spin Off, Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa Tradisional

Dream - Prudential Syariah sebagai entitas baru langsung mengambil langkah cepat dalam pengembangan bisnis. Perusahaan belum lama ini meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional yang diberi nama PRUSolusi Kondisi Kritis Syariah.

Produk asuransi jiwa tradisional atau non-unit link ini memberikan perlindungan atas 60 Kondisi Kritis Tahap Akhir.

President Director Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar mengatakan, inovasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendengarkan, memahami, dan mewujudkan kebutuhan masyarakat.

Produk diharapkan dapat memberikan proteksi jiwa berbasis syariah bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia.

" Terlebih, di tengah ketidakpastian akibat pandemi yang telah memasuki tahun ketiga. Inovasi kami diharapkan dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia melindungi masa depan mereka dan berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan asuransi syariah, sejalan dengan misi pemerintah," kata Omar dalam keterangannya, Senin, 9 Mei 2022.

5 dari 5 halaman

Menurut Omar, Prudential Syarah berusaha memahami kebutuhan perlindungan masyarakat yang kian dinamis, terutama di masa yang masih menantang.

PRUSolusi Kondisi Kritis Syariah menjadi produk perdana Prudential Syariah setelah resmi melakuka spin off untuk perlindungan jiwa dan kondisi kritis yang komprehensif dan terjangkau.

Produks asuransi ini menanggung biaya perawatan sejumlah Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, kanker, serta penyakit kardiovaskuler yaitu jantung dan strok. Strok merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia yang mencapai 73 persen dari semua kematian sepanjang 1999-2019.

" Risiko PTM yang hampir semuanya dikategorikan penyakit kritis pun kian meningkat semasa pandemi. Masyarakat rentan terperangkap dalam sedentary lifestyle akibat banyak menghabiskan waktu di rumah, ditambah dengan pola makan yang tidak sehat," ungkap Omar.

Join Dream.co.id