Lion Air Jadi Maskapai Indonesia Pertama Bawa Keluar WNI dari Saudi

Dinar | Minggu, 12 Juli 2020 07:00
Lion Air Jadi Maskapai Indonesia Pertama Bawa Keluar WNI dari Saudi

Reporter : Syahid Latif

KJRI Jeddah membantu negosiasi agar tarif yang dikenakan terjangkau bagi para WNI.

Dream - Sebanyak 425 warga Indonesia yang berada di Arab Saudi diangkut pulang ke Tanah Air menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Mereka bisa keluar dari negara yang tengah menghadapi pandemik Covid-19 setelah maskapai tersebut bersedia mengangkut dengan tarif yang terjangkau.

Mengutip keterangan tertulis KJRI Jeddah, Arab Saudi, Lion Air menjadi maskapai nasional pertama yang mengangkut WNI dari Arab Saudi dengan penerbangan khusus (charter) selama pandami Covid-19.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT111 itu bertolak dari Jeddah Arab Saudi Kamis, 9 Juli 2020 pukul 5:15 waktu setempat dengan menganngkut 425 penumpang yang terdiri dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI,) mahasiswa dan PMI yang mengalami masalah dan ditampung sementara di shelter KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.

KJRI Jeddah melaporkan telah bekerja sama dengan maskapai Arab Saudi, Saudia, untuk membantu kepulangan secara mandiri 2.663 orang Indonesia melalui sembilan penerbangan. Hal itu dilakukan sejak penghentian sementara penerbangan jemaah umrah pada 27 Februari lalu untuk meredam penyebaran Covid-19.

“ Kami menjajaki kemungkinan kerja sama dengan semua maskapai yang bersedia mengangkut WNI dengan harga yang terjangkau. Kali ini maskapai Lion Air bersedia mengangkut dengan tarif 2.400 riyal, karena ini sifatnya penerbangan charter. Berangkat kosong pulang bawa penumpang,” terang Konjen Eko Hartono dalam keterangan tertulisnya.

 

2 dari 2 halaman

Dipastikan Kesehatan WNI Dicek Dahulu

Menurut Eko, para PMI terpaksa harus pulang karena masa kontrak kerja mereka telah berakhir. Sebagian lagi harus pulang lantaran perusahaan tempat mereka bekerja ditutup, menyusul kebijakan pemerintah setempat yang melarang perusahaan-perusahaan dengan kategori tertentu beroperasi selama pandemi Covid-19.

Eko melanjutkan, KJRI berupaya membantu WNI yang terpaksa harus pulang dengan melakukan negosiasi ke pihak maskapai agar harga tiket yang dikenakan bisa ditekan serendah mungkin. Selanjutnya, tim KJRI Jeddah membuka pendaftaran online secara perorangan dengan persyaratan dan ketentuan, diantaranya kewajiban bagi calon penumpang mematuhi protokol kesehatan.

Sebelum diangkut, Tim KJRI memverifikasi lampiran dokumen yang disampaikan secara online dan wajib disertakan oleh setiap calon penumpang. Salah satunya adalah memastikan visa exit telah diterbitkan dan yang bersangkutan tidak sedang mengalamai gangguan kesehatan.(Sah)

Join Dream.co.id