Lelang Sukuk Indonesia Kebanjiran Pembeli

Dinar | Rabu, 5 Agustus 2020 07:35
Lelang Sukuk Indonesia Kebanjiran Pembeli

Reporter : Syahid Latif

Dari Rp8 triliun yang ditargetkan tercapai Rp11 triliun.

Dream - Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI) kebanjiran peminat hingga melebihi target pemerintah. Kali ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melelang 4 seri SBSN.

Empat seri SBSN yang dilelang tersebut adalah seri SPNS05022021 (new issuance), PBS027 (reopening), PBS026 (reopening), PBS025 (reopening) dan PBS028 (reopening)

Dari target Rp8 triliun yang dibuat pemerintah, total nominal lelang yang dimenangkan mencapai Rp11 triliun atau lebih tinggi Rp3 triliun dari yang diharapkan.

Penawaran terbesar berasal dari SBSN seri PBS027 yang menerima penawaran masuk senilai Rp12,625 triliun. SBSN ini ditawar dengan yield tertinggi 5,5 persen dan terendah 5,125 persen.

Sementara jumlah penawaran masuk terendah terjadi pada SBSN seri S05022021 yang merupakan penerbitan baru senilai Rp1,515 triliun.

Meski pendapat penawaran tertinggi, seri SBSN dengan nominal yang dimenangkan terbesar ditetapkan pada SBSN sesi PB028 senilai Rp5 triliun. Utang syariah ini memberikan yield 7,71614 persen dengan tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2046.

Bertindak selaku peserta lelang SBSN kali ini adalah dealer utama yang diwakili sejumlah bank BUMN dan swasta serta bank-bank asing dan perusahaan sekuritas. Ikut terlibat juga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI).

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Underlying asset untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR R.I. dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 205/PMK.08/2017 tentang Penggunaan Barang Milik Negara Sebagai Dasar Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 yang telah mendapat persetujuan DPR R.I. melalui UU Nomor 20 Tahun 2019 tentang APBN Tahun Anggaran 2020 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Bertindak sebagai penerbit SBSN adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia yang merupakan badan hukum yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan didirikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 khusus untuk menerbitkan SBSN.(Sah)

2 dari 4 halaman

Buat Anggaran Covid-19, Sukuk Global RI Kelebihan Penawaran Sampai 6 Kali Lipat

Dream – Surat utang syariah (Sukuk) global Indonesia mendapat respons positif dari investor lokal dan internasional. Terbukti Sukuk Global yang ditarget meraih dana sebesar US$2,5 miliar mendapat penawaran sampai US$16,67 miliar. 

Total penawaran dari investor lokal dan global tersebut setara dengan 6,7 kali lipat dari target pemerintah yang mencapai US$2,5 miliar.

Dikutip dari laman djppr.kemenkeu.go.id, Kamis 18 Juni 2020, penerbitan sukuk syariah tersebut diterbitkan dalam tiga tenor masing-masing senilai US$750 juta (Rp10,59 triliun) dengan tenor 5 tahun, US$1 miliar (Rp14,09 triliun) tenor 10 tahun, dan US$750 juta (Rp10,59 triliun) tenor 30 tahun.

Sukuk bertenor 30 tahun inilah yang pertama kali dirilis pemerintah. Sukuk global ini menawarkan imbal hasil 2,3 persen untuk tenor 5 tahun, 2,8 persen untuk 10 tahun, dan 3,8 persen untuk 30 tahun.

Sekadar informasi, sukuk global ini menggunakan akad wakalah dan diterbitkan elalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III. Penerbitan instrumen keuangan syariah itu akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan Nasdaq Dubai dan akan dilakukan settlement pada 23 Juni 2020.

Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

3 dari 4 halaman

Penerbitan sukuk ini bertujun untuk mengakomodasi kebutuhan APBN dalam penanganan pandemic Covid-19 dan memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di Asia.

Sukuk berakad wakalah telah mendapatkan opini syariah dari Dewan Syariah Nasional dan International Islamic Scholars. Underlying asset yang digunakan berupa Barang Milik Negara (BMN) termasuk tanah dan bangunan serta proyek pemerintah tahun 2020.

Generasi Muda Mulai Lirik Sukuk© MEN

4 dari 4 halaman

Turut Diminati Investor Amerika dan Eropa

Transaksi ini mendapatkan permintaan yang luar biasa dari investor global yang qualified dan beragam. Distribusi investor untuk tenor 5 tahun sebesar 32 persen investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 5 persen investor Indonesia, 40 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 12 persen investor Amerika Serikat dan 11 persen investor Eropa.

Tenor 10 tahun didistribusikan sebesar 31 persen investor syariah, 5 persen investor Indonesia, 34 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 18 persen investor Amerika Serikat dan 12 persen investor Eropa. Sedangkan untuk tenor 30 tahun didistribusikan sebesar 10% untuk investor syariah, 5% investor Indonesia, 44 persen investor Asia (kecuali Indonesia), 8 persen investor Amerika Serikat dan 33 persen investor Eropa.

BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini.

Join Dream.co.id