Laba Bersih Mandiri Syariah Meroket 100 Persen

Dinar | Rabu, 30 Oktober 2019 13:30
Laba Bersih Mandiri Syariah Meroket 100 Persen

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Keuntungan bersih bank ini mencapai Rp872 miliar.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan laba bersih sebesar Rp872 miliar pada kuartal III 2019. Angkanya naik 100,38 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp435 miliar.

“ Semua pencapaian tersebut diperoleh karena adanya kontribusi dan sinergi dengan stakeholders,” kata Direktur Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 30 Oktober 2019.

Insya Allah kami akan selalu berupaya maksimal menjalankan amanah stakeholders menjadikan Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar hingga Asia Tenggara,” tambah dia.

Laba bersih Mandiri Syariah ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan, diiringi perbaikan kualitas, peningkatan efisiensi, dan transformasi digital produk layanan Mandiri Syariah.

Pembiayaan tumbuh sebesar 13,14 persen dari Rp65,24 triliun pada September 2018 menjadi Rp73,82 triliun pada September 2019. Pembiayaan segmen consumer yang meliputi otomotif, rumah, mitraguna, dan pensiun, tumbuh 27,58 persen menjadi Rp27,84 triliun pada September 2019.

Toni mengatakan, kualitas pembiayaan Mandiri Syariah membaik. Hal ini ditandai dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett yang turun dari 2,51 persen pada September 2018 menjadi 1,07 persen pada September 2019.

2 dari 6 halaman

Transformasi Digital

Direktur IT dan Operation Mandiri Syariah, Achmad Syafii, mengatakan pihaknya mendorong transformasi digital, baik menghimpun dana maupun layanan transaksi. Untuk tabungan wadiah atau mudharabah dan haji, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menawarkan layanan buka rekening online.

“ Untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi nasabah, kami tak henti mengembangkan dan meningkatkan fitur layanan electronic channel baik ATM, Net Banking dan khususnya Mandiri Syariah Mobile,” kata Syafii.

Saat ini, terdapat lebih dari 72 fitur di Mandiri Syariah Mobile yang dapat memudahkan nasabah dalam bertransaksi, berbagi dan beribadah seperti tarik tunai tanpa kartu ATM, registrasi Mandiri Syariah Mobile di ATM, berbagai top up, paket data telepon, transaksi dengan berbagai market place, informasi portofolio rekening ZISWAF, pembiayaan hingga fitur khas bank syariah seperti waktu salat, lokasi masjid terdekat, arah kiblat, juz amma, asmaul husna dll.

Dia mengatakan pengembangan fitur digital ini, berdampak pada peningkatan pendapatan Fee Based Income (FBI) yang naik 21,45 persen dari Rp792 miliar per triwulan III 2018 menjadi Rp962 miliar triwulan III 2019. Fee based income dari mobile banking tumbuh signifikan yaitu 100,34% dari Rp13,73 miliar per September 2018 menjadi Rp27,50 miliar per September 2019.

Sampai dengan September 2019, user Mandiri Syariah Mobile mencapai 973 ribu user dengan jumlah transaksi sebanyak 2,29 juta transaksi. Pertumbuhan transaksi tertinggi berasal dari transaksi infaq dan sedekah yang mencapai 289,3% dari 50,721 transaksi per September 2018 menjadi 197,452 transaksi per September 2019.

“ Angka ini menggambarkan, adanya fitur berbagi pada Mandiri Syariah Mobile, dapat mengakomodir semangat nasabah dalam berbagi untuk sesama. Insya Allah berkah bagi semua,” kata Syafii.

3 dari 6 halaman

Dana Murah Tumbuh

Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri, Syariah Ade Cahyo Nugroho, mengatakan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri Syariah khususnya Tabungan mampu tumbuh secara konsisten sebesar 13,95 persen dari Rp32,99 triliun per September 2018 menjadi sebesar Rp37,59 triliun per September 2019.

Hal ini juga berdampak terhadap perbaikan komposisi Low Cost Fund menjadi 52,76 persen di September 2019 dibandingkan 50,40 persen di September 2018.

“ Alhamdullilah, jumlah rekening Tabungan Mandiri Syariah mencapai sekitar 8 juta rekening per September 2019. Angka ini menempatkan Mandiri Syariah di peringkat 8 besar tabungan nasional. Ini merupakan hal yang membanggakan dan menjadi prestasi bank syariah di kancah perbankan nasional di Indonesia,” kata Ade Cahyo.

 Dana Murah Tumbuh© Dream

Perolehan DPK menjadikan aset Mandiri Syariah per akhir September 2019 mencapai angka Rp102,78 triliun. Angkanya tumbuh 10,11 persen dari September 2018 yang sebesar Rp93,35 triliun. Sampai saat ini, angka aset Mandiri Syariah di atas Rp100 triliun merupakan pencapaian tertinggi bank syariah di Indonesia.

“ Semua pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi stakeholders. Insya Allah, melalui sinergi bersama stakeholders, Mandiri Syariah terus tumbuh bermanfaat bagi umat.,” kata Toni.

4 dari 6 halaman

Mandiri Syariah Guyur Rp270 M untuk Pengembangan IT

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah mengalokasikan anggaran Rp270 miliar untuk pengembangan fasilitas informasi dan teknologi (IT). Fokus pada pengembangan teknologi ini telah membuahkan hasil.

" Tahun ini Rp270 miliar, tahun lalu Rp200 miliar,” ujar Direktur IT & Operation PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Achmad Syafii dalam acara media training Mandiri Syariah di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat 25 Oktober 2019.

Dia menjelaskan investasi itu digunakan untuk mengembangkan infrastruktur IT, digitalisasi back office, serta mengembangkan mobile banking Mandiri Syariah.

Menurut Achmad, transaksi digital di Mandiri Syariah saat ini sudah mencapai 95 persen. Transaksi paling banyak dilakukan di platform mobile banking.

Pemanfaatan teknologi juga membantu semakin memudahkan Mandiri Syariah menjangkau nasabah. Kini, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu berencana melayani pembukaan rekening melalui aplikasi.

Dengan penerapan teknologi ini, calon nasabah tak perlu lagi datang ke kantor cabang.

“ Sekarang sedang disusun untuk ke depannya seperti apa,” kata Syafii.

5 dari 6 halaman

Mandiri Syariah Tunjuk Mohamad Hidayat Jadi Ketua DPS Gantikan Maruf Amien

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah menunjuk Mohamad Hidayat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) di Mandiri Syariah. Hidayat menggantikan posisi Ma’ruf Amin yang telah diangkat menjadi wakil presiden Indonesia periode 2019—2024.

Direktur Risk Management & Compliance Mandiri Syariah, Putu Rahwidhiyasa mengatakan, penunjukkan Hidayat sudah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa sebelum pelantikan. Dikatakan bahwa Maruf Amin merupakan ketua DPS Mandiri Syariah dan Mohammad Hidayat anggotanya.

“ DPS kami sebelumnya Pak Kiai Ma'ruf Amin dan Mohamad Hidayat,” kata Putu di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat 25 Oktober 2019.

 

 Mandiri Syariah Tunjuk Mohamad Hidayat Jadi Ketua DPS Gantikan Maruf Amien© Dream

 

Dia menjelaskan surat pengunduran diri Ma'ruf Amin sebagai Ketua DPS Mandiri Syariah juga sudah diserahkan beberapa bulan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden.

Dari hasil RUPS luar biasa, Mandiri Syariah menunjuk Mohamad Hidayat sebagai Ketua DPS Mandiri Syariah terhitung 14 Oktober 2019. “ Keputusan 14 Oktober lalu, minggu lalu," kata dia.

Selain itu, Mandiri Syariah juga menunjuk Oni Sahroni sebagai anggota DPS Mandiri Syariah. Menurut Putu, Oni merupakan anggota MUI Pusat dan dipastikan akan membawa kemajuan bagi Mandiri Syariah.

6 dari 6 halaman

Jadi yang Terbesar, Laba Mandiri Syariah Regional II Capai Rp148 M

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) regional II mencatatkan laba sebesar Rp148 miliar pada kuartal III 2019. Dibandingkan periode sama setahun yang lalu, pencapaian ini meningkat 74,22 persen.

“ Ini yang terbesar,” kata pimpinan Mandiri Syariah regional II, Dedy Suryadi Dharmawan, di Padang, Sumatera Barat, Kamis 24 Oktober 2019.

Aset Mandiri Syariah untuk regional II dilaporkan mengalami pertumbuhan hingga mencapai Rp6,95 triliun. Dedi berharap di akhir 2019, aset Mandiri Syariah Region II bisa mencapai Rp7 triliun.

Salah satu sumber pertumbuhan aset Syariah Mandiri di kawasan ini adalah tumbuhnya sektor tabungan sebesar Rp3,3 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri Syariah Regional II dilaporkan tumbuh 15,98 persen dengan nilai Rp5,52 triliun. Sementara pengguna mobile banking Mandiri Syariah di kawasna ini sudah mencapai 300 ribu.

Untuk sektor pembiayaan, Mandiri Syariah Regional II telah menyalurkan pembiayaan sektor consumer hingga kuartal III-2019 menjadi Rp3,88 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 20,04 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2018.

Join Dream.co.id