Sama-Sama Rontok Rp16 Ribu/Dolar AS, Ini Beda Kondisi Saat Ini dengan Krismon 98

Dinar | Jumat, 27 Maret 2020 11:24
Sama-Sama Rontok Rp16 Ribu/Dolar AS, Ini Beda Kondisi Saat Ini dengan Krismon 98

Reporter : Arie Dwi Budiawati

BI memastikan kondisi saat ini berbeda dengan masa Krismon menerjang ekonomi Indonesia. Apa bedanya?

Dream - Nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, meski sudah mulai menjinak, masih berada di level mencemaskan Rp16 ribu. Kenaikan tajam mata uang Negeri Paman Sam ini sempat membuat kepanikan pelaku pasar modal terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun tajam.

Tingginya nilai tukar dolar AS ini membuat sejumlah kalangan mengaitkannya dengan Krisis Moneter (Krismon) di tahun 1998. Kala itu, dolar AS juga sempat dijual di harga Rp16 ribu.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 27 Maret 2020, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menegaskan kondisi nilai tukar rupiah saat ini dengan Krismon 1998 berbeda. Di tahun awal mula lahirnya era reformasi, nilai tukar rupiah beranjak dari level Rp2.500 ke Rp16.000 per dolar AS atau sekitar 8 kali lipat.

Sementara pada konsisi saat ini, patokan pelemahan nilai tukar dollar AS bergerak dari level Rp13.800. " Tingkat pelemahannya sekitar 12 persen tapi jauh dari kondisi zaman dulu," kata Perry di Jakarta.

2 dari 6 halaman

Kondisi Bank Juga Sudah Lebih Kuat

Perry melanjutkan, kondisi perbankan saat ini juga jauh berbeda dengan zaman di saat Krismon 98. Saat ini perbankan sudah lebih kuat dan tahan terhadap berbagai gempuran.

" Ingat juga bahwa perbankan kita jauh lebih kuat. Perbankan di seluruh dunia juga lebih kuat,"  

BI mengindikasikan kekuatan perbankan terserbu dari angka kredit bermasalah (non-performing loan) sebelum wabah virus corona Covid-19 menjadi pandemik. 

" Untuk Indonesia NPL sebelum Covid-19 rendah 2,5 persen secara gross 1,3 persen secara netto," kata dia.

Upaya menjaga kondisi ekonomi nasional juga sudah banyak ditempuh langkah pemerintah dengan kesiapan lebih baik dibandingkan masa Krismon. Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan serta Lembaga Penjamin Simpanan terus berupaya menjaga agar ekonomi Indonesia tetap stabil.

" Langkah ekonomi kita juga cukup baik. Baik fiskal, moneter maupun SSK cukup baik tapi seluruh dunia mengalami kepanikan. Kita harus menghadapi bagaimana kepanikan pasar keuangan global," kata dia.(Sah)

3 dari 6 halaman

7 Shock Ekonomi Akibat Hantaman Corona

Dream – Situasi perekonomian dunia dan Indonesia sedang bermasalah. Setelah gelombang resesi akibat perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok mereda, kini muncul pandemi virus corona.

Pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, mengatakan ada tujuh goncangan besar yang harus dihadapi oleh pelaku usaha.

“ Perlu langkah mitigasi dan strategi agar ekonomi kita bisa melalui masa sulit ini," kata Rhenald dalam webinar Mahir Academy by Rumah Perubahan “ The Outbreak: Challenges & Opportunities” dikutip dari keteragan tertulis yang diterima Dream, Kamis 26 Maret 2020.

 Rheland Kasali© Merdeka.com

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) tersebut, beberapa kajian menunjukkan potensi tujuh shock yang mesti diwaspadai akibat hantaman wabah Corona.

Pertamatravel and entertainment shock. Lockdown maupun pembatasan mobilitas orang membuat bisnis seperti maskapai, airport, hotel, hingga olahraga ada di deretan terdepan yang terpukul oleh Corona.

Kedua, retail and manufacture shock. Di berbagai belahan dunia, mall mengurangi jam operasi, bahkan sebagian berhenti beroperasi. Industri manufaktur juga mengurangi produksi karena sepinya permintaan.

“ Ini bisa berdampak pada ancaman PHK,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Terganggungnya Rantai Pasok

Ketigasupply chain shock. Era perdagangan bebas membuat rantai pasok global saling berkait kelindan. Karena itu, ketika aktivitas ekonomi terhenti di berbagai negara, perusahaan yang selama ini mengandalkan pasokan bahan baku impor akan terdampak.

" Di Indonesia, industri elektronik sudah terganggu pasokan komponen, industri makanan minuman kekurangan pasokan gula dan garam, industri lain juga banyak terdampak," kata Rhenald.

Kondisi serupa juga terjadi di banyak negara. Perusahaan raksasa seperti Apple, sebenarnya sudah menerapkan diversifikasi pemasok global.

Ketika di awal tahun pasokan dari Tiongkok terganggu, Apple masih bisa berharap dari pemasok lain di Malaysia, Korea Selatan, Italia, hingga Jerman.

“ Namun seiring penyebaran wabah Corona ke berbagai negara, produksi para pemasok juga terhenti,” kata dia.

Kondisi semacam ini, lanjut Rhenald, makin menegaskan pentingnya membangun industri bahan baku di dalam negeri. Selain antisipasi supply chain shock seperti saat ini, juga untuk menekan impor.

" Ini PR lama yang mesti dituntaskan," kata doa.

Keempat, personal debt shock. Ketika aktivitas ekonomi melemah, maka ancaman PHK kian nyata. Demikian pula ancaman pemasukan bagi para pekerja informal seperti ojek online.

Maka, potensi gagal bayar pada kredit sektor perumahan atau kendaraan bermotor akan naik. " Bank atau lembaga keuangan non bank yang terkait kredit ini harus memiliki mitigasi yang tepat," katanya.

Kelimacurrency shock. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya cukup stabil di kisaran Rp 14.000 per USD, terus terdepriasi akibat tekanan di pasar uang dan pasar modal. Hingga 24 Maret kemarin, nilai tukar Rupiah sudah menembus level Rp 16.486 per USD.

" Ini juga terjadi pada hampir semua mata uang global. Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor atau memiliki utang berdenominasi dolar AS harus waspada," ucap Rhenald.

5 dari 6 halaman

Market Shock

Keenam, market shock. Ancaman resesi global membuat harga saham di pasar modal berguguran. IHSG yang sempat mencapai level 6.325 pada pertengahan Januari 2020, Rabu 23 Maret 2020, jatuh 37 persen ke level 3.937.

Kondisi ini harus dimitigasi oleh emiten maupun investor seperti Dana Pensiun atau perusahaan asuransi.

" Di satu sisi, ini juga peluang untuk masuk ke pasar modal karena harga saham sedang murah. Dengan catatan, perspektifnya harus long term," kata dia.

Ketujuhbelieve shock. Menurut Rhenald, di awal kemunculannya, banyak orang under estimate terhadap Corona. Pejabat, pelaku usaha, pengamat, maupun media, awalnya percaya bahwa dampak Corona akan bisa diredam. Tapi nyatanya, kini sulit dikendalikan. Akibatnya, level of confidence pelaku usaha maupun konsumen tergerus.

“ Oleh karena itu, paket stimulus pemerintah harus segera direalisasikan untuk meringankan dampak guncangan,” kata dia. 

6 dari 6 halaman

Dampak Corona, Jokowi: Tukang Ojek Bisa Tunda Cicil Motor Selama Setahun

Dream – Pemerintah akan melonggarkan cicilan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperingan skema kredit bagi tukang ojek dan sopir taksi unuk memenuhi cicilan kendaraan.

Keringanan ini diberikan terkait dampak virus corona terhadap perekonomian, termasuk sumber penghasilan.

“ Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

 

 Dampak Corona, Jokowi: Tukang Ojek Bisa Tunda Cicil Motor Selama Setahun© Dream

 

Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kelonggaran kredit bagi pengusaha mikro dan kecil untuk kredit di bawah Rp10 miliar. Baik berupa pinjaman yang disalurkan perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

“ Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga,” kata dia.

Kemudahan kredit ini juga berlaku bagi tukang ojek, sopir taksi, dan nelayan, yang sedang mengangsur kendaraan, baik itu mobil, motor, atau perahu. Jokowi meminta mereka tak perlu khawatir dengan cicilan.

“ Telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun,” kata dia.

      View this post on Instagram

Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kemarin, hal ini telah saya bahas dengan Otoritas Jasa Keuangan. Kesimpulannya, OJK akan memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit bagi usaha mikro dan usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar, baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank. Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga. Begitu juga terhadap tukang ojek dan sopir taksi yang mengambil kredit sepeda motor atau mobil, serta nelayan yang sedang memiliki kredit perahu. Mereka tidak perlu khawatir dengan angsuran, karena telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on Mar 24, 2020 at 3:16am PDT

Join Dream.co.id