KPR Syariah Makin Banyak Digemari Generasi Milenial

Dinar | Rabu, 27 November 2019 19:36
KPR Syariah Makin Banyak Digemari Generasi Milenial

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Hanya generasi lama yang menggunakan KPR konvensional.

Dream - Perkembangan perbankan syariah sejalan dengan minat masyarakat yang memilih rumah dengan KPR syariah. Kabar baiknya, sistem pembiayaan rumah ini berdasarkan syariah Islam ini semakin diminati generasi milenial.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 27 November 2019, data Property Affordability Sentiment Index H2 2019 mencatat 48 persen responden menyukai pembiayaan rumah syariah. Dari data tersebut diketahui pola syariah diminati oleh 56 persen generasi muda berusia 22 tahun-29 tahun dan 50 persen generasi berusia 30 tahun-39 tahun.

Sementara generasi tua dilaporkan masih memilih KPR konvensional. Sebanyak 60 persen responden diketahui berusia 40 tahun-49 tahun dan 68 persen responden 50 tahun ke atas yang menyukai KPR dari bank konvensional ini.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, mengatakan para responden survei yang digelar pihaknya menyatakan produk pembiayaan KPR yang diminatinya, khususnya syariah.

“ Fenomena ini bisa jadi sejalan dengan sentimen keagamaan yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga konsumen pun semakin banyak yang meminati produk pembiayaan syariah,” kata Ike di Jakarta.

Sekadar informasi, data industri perbankan menunjukkan perbankan syariah mencatat Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 15 persen selama 2014-2018. angka ini lebih tinggi daripada industri perbankan nasional yang mencetak angka 10 persen.

2 dari 6 halaman

KPR Syariah Ditarget Tumbuh Double Digit

Pertumbuhan KPR syariah ditargetkan akan tumbuh double digit pada 2020. Pemimpin Divisi Pembiayaan Konsumer BNI Syariah, Mohammad Samson mempertimbangkan faktor-faktor, seperti masih tingginya kebutuhan rumah, dukungan pemerintah dengan melonggarkan FTV yang berlaku 2 Desember 2019, serta kebijakan penurunan suku bunga BI daan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi.

Selain adanya dukungan pemerintah, pertumbuhan KPR Syariah yang masih tetap tinggi yang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti potensi konsumen yang besar mengingat secara demografi jumlah penduduk Indonesia mayoritas Muslim, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk perbankan Syariah, dan KPR Syariah juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh umat, tidak hanya yang beragama Muslim.

" Selain itu, KPR Syariah juga memiliki oleh fitur-fitur produk, program, tarif yang menarik dan kompetitif sehingga dapat bersaing dengan KPR Konvensional," kata Samson.

3 dari 6 halaman

Bisa Jadi Masukan untuk Inovasi Produk KPR Syariah

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia memang sedang pesat. Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih rendah, yaitu 5,4 persen. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, seperti Malaysia 24,9 persen, Arab Saudi 51,5 persen, dan Brunei Darussalam 61,8 persen, angka di Indonesia masih rendah.

Ike menambahkan tren KPR Syariah dan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index bisa menjadi masukan bagi industri perbankan dan kalangan pengembang hunian membuat inovasi produk KPR syariah.

Contohnya, menyodorkan skema pembiayaan yang sesuai dengan gaya hidup milenial. Dengan inovasi ini, generasi muda yang doyan jalan-jalan, tetap bisa memiliki rumah.

" Adanya berbagai kemudahan dalam kepemilikan rumah melalui berbagai skema pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan percepatan pertumbuhan permintaan di sektor properti yang pada akhirnya dapat berimbas kepada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Apalagi, kinerja sektor properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global," kata dia.

4 dari 6 halaman

Ini Cara Ajukan KPR ke Dua Saat Cicilan Rumah Pertama Belum Lunas

Dream - Selain tempat tinggal, rumah menjadi salah satu instrumen investasi. Nilainya yang semakin menanjak tiap tahun membuat orang ngiler ingin memiliki rumah ke dua.

Harganya yang mahal membuat metode cicilan alias Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi sangat diminati pembeli untuk memboyong rumah.

Tapi, bolehkah kita mengajukan KPR rumah ke dua jika yang pertama saja belum lunas?

 

Ini Cara Ajukan KPR ke Dua Saat Cicilan Rumah Pertama Belum Lunas© Dream

 

Dikutip dari Seva.id, Kamis 14 November 2019, ada empat hal yang harus kamu lakukan. Pertama, memperhatikan besaran cicilan. Untuk mencicil sebuah rumah, bank hanya memperbolehkan besaran cicilan maksimal 30 persen dari penghasilan bulanan.

Oleh sebab itu, sebelum mengajukan KPR rumah ke dua, ada baiknya kamu menghitung dengan cermat besaran kemampuan untuk membayar cicilan rumah kedua bersama dengan cicilan rumah pertama yang masih berjalan.

5 dari 6 halaman

Siapkan Uang Muka

Kedua, siapkan uang muka. Jika berencana membeli rumah ke dua, pertimbangkan dengan matang uang muka atau down payment (DP). Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, uang muka untuk landed house atau rumah tapak pertama dengan luas lebih dari 70 meter persegi adalah sebesar 15 persen dari harga rumah, sementara untuk rumah kedua sebesar 20 persen dari harga rumah, dan rumah ketiga sebesar 25 persen dari harga rumah.

Sedangkan untuk rumah tapak dengan luas bangunan 22-70 meter persegi, kamu harus menyiapkan uang muka sebesar 15 persen untuk rumah kedua dan 20 persen untuk rumah ke tiga.

6 dari 6 halaman

Perhatikan Aturan Bank dan Lengkapi Syarat

Ketiga, kamu harus memperhatikan kebijakan. Bank yang berbeda tentu juga memberikan kebijakan yang berbeda pula. Misalnya, besaran bunga yang diterapkan, jumlah biaya yang dikenakan, dan tenor yang ditawarkan oleh bank tersebut.

Ada baiknya kamu mengumpulkan informasi lengkap dari beberapa bank sekaligus untuk melakukan perbandingan.

Ke empat, lengkapi persyaratan. Dalam pengajuan KPR rumah ke dua, dibutuhkan sejumlah persyaratan dan dokumen yang harus dipenuhi.

Contohnya, dokumen pribadi, fotokopi KTP, akta nikah atau cerai, dan Kartu Keluarga (KK). Dokumen yang diajukan seperti permohonan KPR rumah pertama.

Join Dream.co.id