Kisah Jatuh Bangun Tadashi Yanai, Orang Terkaya di Jepang Pendiri Uniqlo

Dinar | Minggu, 22 Mei 2022 12:00

Reporter : Alfi Salima Puteri

Tadashi Yanai memiliki kekayaan mencapai US$31,9 miliar atau sebesar Rp451,83 triliun

Dream - Sahabat Dream pasti tahu brand fashion multinasional, Uniqlo. Memiliki store di berbagai negara, ada kisah perjuangan pendiri Uniqlo, Tadashi Yanai.

Berkat kerja kerasnya, Yanai saat ini menjadi salah satu orang terkaya di Jepang. Yanai memiliki kekayaan mencapai US$31,9 miliar atau sebesar Rp451,83 triliun. Saat ini usianya menginjak 71 tahun.

Menurut data Bloomberg, kekayaannya tersebut berasal dari posisinya sebagai chairman, CEO, dan juga pemegang saham mayoritas di perusahaan Fast Retailing Co., Ltd. Ini adalah perusahaan pengecer pakaian terbesar di Asia yang di dalamnya terdapat Uniqlo dan beberapa anak usaha.

Kisah Jatuh Bangun Tadashi Yanai, Orang Terkaya di Jepang Pendiri Uniqlo
Foto: Forbes.com
2 dari 5 halaman

Dikutip dari Liputan6.com, Tadashi Yanai membuka toko Uniqlo pertamanya pada tahun 1984. Sejak itu, dia telah memperluas merek produk yang telah dihasilkannya ke lebih dari 2.000 toko yang tersebar setidaknya di 20 negara di dunia.

Di samping kesuksesannya dalam industri fesyen, ternyata Yanai pun sempat menjadi anggota yang berpengaruh di dewan direksi SoftBank, selama kurang lebih 18 tahun.

Walaupun Yanai memiliki reputasi yang baik sebagai orang berpengaruh di SoftBank, dia akhirnya mengundurkan diri dari dewan direksi pada akhir 2019. Yanai lebih memilih fokus pada bisnisnya yang bergerak dalam bidang fesyen tersebut.

3 dari 5 halaman

Kekayaan yang dia raih membuatnya bisa tinggal di sebuah rumah dengan harga US$50 juta di Tokyo, Jepang. Selain itu, dia juga memiliki dua lapangan golf di Hawaii. Biasanya Yanai menghabiskan beberapa minggu di setiap musim panas untuk bermain golf.

Tadashi Yanai lahir di Jepang pada 1949. Siapa sangka, ayah Yanai dulunya adalah seorang penjual pakaian. Ayahnya memiliki sebuah toko pakaian bernama Toko Pakaian Pria Ogori Shoji.

Toko tersebut menjadi tempat berjualan ayahnya sekaligus sebagai tempat tinggal Yanai dan keluarga. Di lantai pertama menjadi toko, sedangkan di lantai kedua menjadi rumah.

4 dari 5 halaman

Keadaan keluarganya saat itu tidak menghalangi Yanai untuk menuntut ilmu. Yanai merupakan lulusan Universitas Waseda pada tahun 1971. Dia memperoleh gelar di bidang ekonomi dan politik.

Setelah lulus dari perguruan tinggi tersebut, Yanai mulai bekerja. Dia berjualan pakaian pria dan peralatan dapur di supermarket Jusco. Setelah satu tahun, dia berhenti dari tempat kerjanya dan bekerja untuk membantu ayahnya.

Pada tahun 1984, Yanai akhirnya mendirikan Unique Clothing Warehouse di Hiroshima. Kini nama perusahaan tersebut dikenal dengan Uniqlo. Beberapa tahun kemudian, dia mengubah nama perusahaan ayahnya menjadi Fast Retailing.

5 dari 5 halaman

Kepopuleran produk Uniqlo menyebabkan perusahaan tumbuh dengan cepatnya selama beberapa tahun kemudian. Salah satu produknya, jaket bulu Uniqlo, merupakan produk terpopuler dengan harga US$15 pada masa itu, tahun 1998. Kemudian, terhitung sejak 1996 Yanai memiliki lebih dari 200 toko yang tersebar di seluruh Jepang.

Menurut MoneyWeek, Fast Retailing kini menjadi pengecer pakaian global terbesar ketiga. Dua perusahaan pakaian global terbesar pertama dan kedua adalah H&M dan Inditex yang merupakan perusahaan induk Zara.

Setidaknya Uniqlo – merek Fast Retailing yang paling sukses – memiliki lebih dari 1.900 toko di seluruh dunia, sebanyak 810 toko tersedia di Jepang. Sekitar 50 toko di antaranya berada di AS dan sisanya tersebar di seluruh negara Asia yang mencakup Jepang, China, Hongkong, dan Korea Selatan.

Join Dream.co.id