Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Jadi Direktur karena Kerja Keras dan Tekun Ibadah

Dinar | Senin, 4 Juli 2022 16:34

Reporter : Nur Ulfa

Selama 22 Tahun mengabdi, akhirnya karirnya melesat

Dream - Berawal dari tukang cuci piring, siapa sangka nasib pria ini berubah menjadi direktur utama restoran steak. Kisah ini merupakan milik Riyanto, pria asal Wonogiri, Jawa Tengah.

Mengawali kariernya sebagai pencuci hotplate di Waroeng Steak & Shake pada tahun 2000, kerja keras Riyanto membuahkan hasil. Di awal tahun 2022 nasibnya berubah menjadi direktur utama di tempat yang sama.

" Perjuangan yang saya tempuh dari bawah tidaklah mudah. Selain perlu waktu yang panjang, untuk mencapai kesuksesan juga butuh keikhlasan. Masuk sebagai staf outlet bertugas mencuci hotplate pada tahun 2000," kata Riyanto dalam keterangan tertulis yang diterima.

Riyanto tidak hanya bekerja menjadi pencuci hotplate saja, selang dua tahun jabatannya naik menjadi Manajer operasional. Ia juga menguasai bidang lain seperti waiters, kasir dan memasak.

" Saya tekuni dan terus belajar menguasai bidang lain seperti waiters, kasir, cooking membuat saya dipercaya menjadi Supervisor. Tahun 2002 saya diamanahi menjadi Manajer operasional kota Semarang dengan membuka 3 outlet dalam tempo 1 tahun dan sukses," imbuhnya.

Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Jadi Direktur karena Kerja Keras dan Tekun Ibadah
Riyanto Direktur Utama Waroeng Steak & Shake, Foto : Istimewa
2 dari 3 halaman

 Riyanto© istimewa

Apa yang diraih Riyanto saat ini bukanlah sesuatu yang instan, banyak air mata yang tumpah untuk bisa mencapai dititik ini. Apalagi Riyanto bukanlah berasal dari keluarga berada, untuk sekolah saja sulit.

Untuk memiliki uang jajan saja, Riyanto mencari pekerjaan sampingan yang tidak diketahui orang tua. Hingga akhirnya  tergabung di Waroeng Steak & Steak dan membuka rezekinya secara perlahan.

" Saya memiliki 3 prinsip dalam hidup yang saya pegang sampai detik ini. Prinsip jujur, amanah, dan terus belajar," katanya.

Nasibnya berubah menjadi direktur utama berawal dari sang pemilik yang melihat kerja kerasnya selama ini membangun bisnis hingga memiliki ratusan cabang.

" Alhamdulillah, saya diberi amanah dan tanggung jawab yang lebih besar lagi menjadi direktur. Saya mencapai titik dimana saat ini merupakan buah hasil dari dream, pray, dan action (ikthiar) saya," katanya.

3 dari 3 halaman

Riyanto juga bersyukur perusahaan ini bisa berkembang karena selalu menerapkan program spiritual kepada karyawan-karyawannya sejak 2010.

Program-program yang dijalankan seperti sholat wajib berjamaah, sholat sunnah dhuha dan membaca AlQuran sebelum bekerja, pelajaran tahsin per pekan, hafalan surat pilihan (Al-Mulk, Yasin, Ar-Rahman dan Al-Waqiah) sebagai syarat undian umroh untuk karyawan serta kegiatan pengajian bersama masyarakat sekitar.

" Tetapi Yang jauh lebih membuat saya merasa bersyukur adalah dimana perusahaan ini selalu mengedepankan sisi spiritual leadership kepada semua karyawannya. Perusahaan menciptakan sebuah budaya dengan program spiritual company, dimana semua pekerjaan diniatkan untuk ibadah sehingga hasil yang kita dapatkan adalah keberkahan," imbuhnya.





Join Dream.co.id