Punya Harta Rp85 Triliun, Pendiri Netflix Dulunya Tukang Rental DVD

Dinar | Senin, 25 Juli 2022 09:36

Reporter : Alfi Salima Puteri

Bisnis tersebut dimulai dengan menjual dan menyewa DVD yang dikirim melalui pos pada 1998. Pada awalnya pelanggan hanya diizinkan untuk menyewa setiap DVD untuk jangka waktu tujuh hari.

Dream - Berawal dari bisnis penyewaan DVD, pria bernama Reed Hastings telah mengubah nasib hidupnya menjadi seorang miliarder. Dialah sosok di balik layanan nonton film streaming berbasis langganan Netflix yang belakangan memang menghadapi sedikit tantagan.

Netflix memungkinkan masyarakat untuk menonton acara TV dan film tanpa iklan di perangkat yang terhubung ke internet. Perusahaan yang didirikan Hastings ini membuat masyarakat dapat mengunduh acara TV dan film ke iOS, Android, atau perangkat Windows 10 dan menonton tanpa koneksi Internet.

Reed Hastings atau Wilmot Reed Hastings, Jr. merupakan pengusaha Amerika yang lahir di Boston, Massachusetts pada tahun 1960. Dia adalah pendiri dan CEO dari Netflix.

Punya Harta Rp85 Triliun, Pendiri Netflix Dulunya Tukang Rental DVD
Salah Satu Pendiri Netflix Reed Hastings (kiri) Dan Kantor Netflix Di Singapura (Foto: Shutterstock, Netflix.com)
2 dari 6 halaman

Pada tahun 2017, Netflix mendapatkan penghargaan dari Academy Award dan peningkatan jumlah pelanggan di 190 negara. Saat itu saham perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan hingga akhir September.

Berkat kesuksesan tersebut, Reed Hastings untuk pertama kalinya masuk dalam daftar The Forbes 400 dengan total kekayaan bersih US$2,2 miliar (Rp32,95 triliun).

Melansir laman Forbes, Hastings memiliki jalur karier yang beragam. Dia lulus dari Bowdoin College pada tahun 1983 dengan gelar di bidang matematika, kemudian bertugas di Korps Marinir Amerika Serikat.

3 dari 6 halaman

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S2 dan memperoleh gelar master dalam ilmu komputer, dengan fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence) dari Stanford University.

Pada tahun 1991, ia mendirikan usaha pertamanya, Pure Software, yang mencatatkan sahamnya pada tahun 1995 dan diakuisisi oleh Rational Software dua tahun kemudian.

Sukses dengan usaha pertamanya, Hastings lalu memulai Netflix pada tahun 1997 dengan Marc Randolph, seorang pengusaha teknologi asal Amerika Serikat.

4 dari 6 halaman

Bisnis tersebut dimulai dengan menjual dan menyewa DVD yang dikirim melalui pos pada 1998.

Pada awalnya pelanggan hanya diizinkan untuk menyewa setiap DVD untuk jangka waktu tujuh hari. Namun pada bulan Desember 1999, pelanggan dapat membayar biaya bulanan yang ditetapkan untuk menyewa DVD dalam jumlah tidak terbatas.

Namun sayang, pada tahun 2004, Marc Randolph memutuskan keluar dari Netflix.

Hastings kemudian memperluas Netflix dengan kemitraan bersama studio film dan pemasaran yang agresif. Netflix mengeluarkan katalog film indie, dokumenter, dan film lain yang sebelumnya tidak tersedia di Netflix.

5 dari 6 halaman

Di bulan Februari pada tahun 2007, Netflix mengirimkan miliaran DVDnya. Sementara itu, Netflix juga sambil meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pelanggan mengakses film dan acara TV melalui unduhan streaming.

Pada tahun 2011, Hastings kemudian mengumumkan akan menaikkan harga sewa dan membagi perusahaan menjadi dua, dimana layanan DVD berganti nama menjadi Qwikster.

Saat itu, dirinya kehilangan pelanggan dan harga saham yang jatuh, dan kemudian perusahaan akhirya mundur dan membatalkan rencana tersebut.

6 dari 6 halaman

Pada tahun 2013, Netflix menawarkan serial drama berepisode yakni House of Cards. Konten ini menjadi sukses dan telah menjadi fokus utama dari perusahaan.

Saat ini, pria berusia 62 tahun itu menduduki posisi ke 188 dalam daftar Forbes 400. Tercatat jumlah kekayaan bersihnya mencapai US$5,7 miliar atau setara dengan Rp85,37 triliun.

 Reed Hastings, pendiri Netflix.© Forbes.com

Join Dream.co.id