BUMN Heran, Jiwasraya Jadi Sponsor Manchester City Padahal Kinerja Jelek

Dinar | Jumat, 27 Desember 2019 14:24
BUMN Heran, Jiwasraya Jadi Sponsor Manchester City Padahal Kinerja Jelek

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kementerian BUMN sampai heran.

Dream - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menjadi sorotan publik belakangan ini. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi pelat merah ini tak sanggup membayar klaim nasabahnya.

Jiwasraya dilaporkan mengalami gagal bayar dari klaim polis pesertanya yang telah mencapai Rp12,4 triliun.

Di tengah kinerja buruk yang diperlihatkan Jiwasraya, Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengungkapkan keheranannya dengan keputusan direksi yang memilih menjadi menjadi sponsor salah satu klub sepakbola kaya Inggris, Manchester City.

“ Kalau kita lihat posisi (laporan keuangan) 2014 posisi Jiwasraya jelek. Dia masih bisa backup dirinya jadi sponsor klub Manchester City,” kata Arya dikutip dari Liputan6.com, Jumat 27 Desember 2019.

Selain soal sponsor,Arya juga mempertanyakan langkah perusahaan yang tidak membayar klaim nasabah menggunakan dana hasil investasi. Jiwasraya malah menggunakan premi-premi nasabah yang baru.

" Itu namanya gali lubang tutup lubang," kata dia.

2 dari 3 halaman

Jual Aset Saham Rp6 Triliun

Jalan keluar agar perusahaan ini bisa selamat adalah membentuk holding BUMN asuransi. Proses ini sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada kuartal I atau 2 2020.

Kemudian, alternatif lainnya adalah menjual aset keuangan perusahaan terutama saham dengan nilai undervalue.

" Kita akan jual aset saham undervalue, itu nilainya bisa Rp 5 triliun ke atas. Kita harapkan Rp5,6 triliun atau hampir Rp 6 triliun," kata dia.

3 dari 3 halaman

Berharap Masalah Selesai

Anggota Komisi VI DPR, RI Darmadi Durianto, berharap persoalan yang menimpa perusahaan asuransi milik negara, Jiwasraya, segera selesai. Hal ini karena nasabah Jiwasraya menjadi pihak yang dirugikan.

Darmadi mengungkapkan, DPR sudah berkali-kali memanggil Jiwasraya dan sudah diingatkan akan resiko kebangkrutan.

" Tapi sepertinya ada dugaan pembiaran yang dilakukan oleh menteri BUMN sebelumnya. FPDIP khususnya dalam persoalan ini akan terus menyuarakan agar kasus ini cepat diselesaikan secara hukum mengingat begitu banyak masyarakat yang menderita akibat kasus Jiwasraya ini. Panyelesaian secara hukum agar cepat dituntaskan karena kasus Jiwasraya sudah sangat sistemik," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakara.

Darmadi juga meminta agar aparat penegak hukum bekerja ekstra dengan memanggil semua pihak yang bertanggung jawab dan diduga terlibat dalam perkara Jiwasraya itu.

" Kita meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, progresif dan komprehensif dalam menyelesaikan kasus ini," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

Join Dream.co.id