Ketika Bingung Menjual atau Menyewakan Rumah

Dinar | Kamis, 24 Desember 2015 17:03
Ketika Bingung Menjual atau Menyewakan Rumah

Reporter : Ramdania

Rumah merupakan investasi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ada biaya perawatannya. Lihat manfaat yang Anda ingin dapatkan ketika menjadikan rumah sebagai investasi masa depan.

Dream - Anda telah memutuskan untuk pindah rumah, tetapi Anda memiliki tanggung jawab terhadap rumah yang ditinggalkan. Apakah dijual atau disewakan?

Investasi properti memang dapat menghasilkan uang yang lumayan. Namun Anda harus memikirkan apakah memelihara rumah merupakan bagian dari rencana keuangan jangka panjang Anda.

" Ada begitu banyak pertimbangan jika Anda sedang bingung menyewakan atau menjual rumah Anda," kata Allison Turk, broker properti di EWM, Miami Beach, Florida.

Karena itu, seperti dikutip dari Entrepreneur, Kamis, 24 Desember 2015, berikut adalah beberapa pertimbangan yang mungkin bisa digunakan dalam memutuskan untuk menjual atau menyewakan rumah yang kita tinggalkan.

1. Ketahui tujuan Anda

Memiliki investasi properti bukan hanya tentang mendapatkan uang - Anda harus menyediakan anggaran untuk pemeliharaan, perbaikan dan biaya pindah. Tidak peduli seberapa mudah rumah terjual atau berapa banyak uang yang dihasilkannya, pertimbangkan untuk menyesuaikan dengan rencana keuangan Anda dan apakah Anda memiliki waktu untuk mengelola rumah itu.

" Anda harus mempertimbangkan biaya apresiasi masa depan dan pendapatan sewa rumah Anda sekarang, atau apakah lebih baik untuk mendapatkan uang dengan menjual rumah dan memasukkannya ke dalam rekening bank Anda," kata Cara Ameer, broker di Coldwell Banker Vanguard Realty yang berbasis di Ponte Vedra Beach, Florida. " Dalam kebanyakan kasus, uang yang Anda dapatkan dari menyewakan rumah lebih baik jika dimasukkan ke dalam deposito."

2. Ketahui pasar real estate

Lokasi rumah Anda adalah kuncinya, karena itulah yang akan menarik pembeli atau penyewa. Rumah yang banyak sekolahnya tentu lebih bagus, ditambah dengan pusat belanja dan fasilitas lainnya mungkin akan menambah daya tarik sehingga uang yang dihasilkan dari menyewakan cukup untuk menutupi biaya pemeliharaan.

Lakukan riset pasar dan bagaimana menjual rumah dengan cepat. Jika untung atau modal kembali dengan menjual rumah, Anda mungkin bisa menjualnya. Namun jika dirasa tak akan mendapatkan untung, lebih baik disewakan.

3. Anda ingin membeli rumah baru?

Cicilan untuk rumah lama sama saja dengan utang. Namun uang yang dihasilkan dari menyewakan rumah lama bisa dipakai untuk melunasi rumah tersebut. Kecuali jika Anda punya penghasilan yang cukup tinggi untuk membeli rumah baru, jangan sekali-kali menjual rumah lama Anda karena itu akan membebani cicilan rumah, baik yang lama atau yang baru.

Memiliki properti yang disewakan juga berarti biaya lainnya, dan anggaran Anda perlu dipersiapkan untuk mereka. " Tambahkan ke dalam dana darurat Anda pembayaran cicilan untuk enam bulan ke depan untuk rumah kedua jika rumah itu masih kosong (belum ada penyewanya) atau masih dalam perbaikan," kata Kelley Long, akuntan publik di Chicago.

4. Apakah Anda bisa balik modal jika rumah dijual?

Jika harga rumah belum cukup terapresiasi, Anda bisa mengubah rumah menjadi sebuah investasi properti untuk jangka pendek. " Berapa lama Anda harus menahan rumah untuk balik modal tergantung pada seberapa banyak Anda menetapkan harga baru dari harga pembelian sebelumnya," kata Ameer.

Sebagian besar jangka waktu balik modal adalah tujuh sampai 10 tahun, tapi periode ini bisa lebih pendek atau lebih lama, tergantung pada seberapa cepat atau lambat harga mengapresiasi pasar.

Meski begitu, ada risiko bahwa Anda mungkin tidak balik modal tidak peduli berapa lama Anda menunggu untuk menjual investasi properti. " Anda mungkin tidak dapat memprediksi kondisi pasar ketika Anda ingin menjual," kata Turk, " dan Anda tidak bisa tahu tentang uang yang mungkin hilang karena rumah belum dihargai."

5. Perhitungkan biaya-biaya

Jika Anda memutuskan untuk tidak menjual rumah, Anda harus memastikan bahwa uang sewa rumah cukup untuk menutupi pengeluaran Anda. Yang mungkin mencakup cicilan kredit rumah, pajak, biaya pemeliharaan, dan sebagainya.

6. Siapa yang menyewa rumah Anda?

" Anda mengambil risiko dengan menyewakan rumah pada seseorang," kata Ameer. " Anda perlu khawatir tentang stabilitas keuangan penyewa. Hanya karena mereka menandatangani sewa tidak berarti mereka bisa membayar dengan lancar."

Pertimbangan profil dari penyewa potensial - Anda tentu ingin menemukan penyewa yang berpenghasilan cukup untuk membayar sewa sesuai kesepakatan. Anda dapat meminta bantuan dari agen real estate untuk menaksir seorang penyewa potensial. Memeriksa kredit mereka, memverifikasi pendapatan dan pekerjaan mereka, melakukan pemeriksaan latar belakang pidana atau perdata serta memeriksa referensi. Atau Anda dapat melakukan semuanya sendiri.

7. Bisakah Anda tidur nyenyak?

Investasi properti adalah cara yang bagus untuk membangun kekayaan jangka panjang, tetapi hanya jika memiliki rumah di kota lain tidak akan menyebabkan Anda stres karena biaya pemeliharaan dan perbaikan. Ini juga komitmen karena Anda harus tetap membayar biaya cicilan properti sampai lunas dan rumah tersebut mendatangkan uang setiap bulan.

Terkait
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id