Bahan Makanan dan Rokok Picu Inflasi Bulan Mei

Dinar | Rabu, 1 Juni 2016 14:16
Bahan Makanan dan Rokok Picu Inflasi Bulan Mei

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kenaikan harga kedua komoditas ini menjadi penyumbang terbesar inflasi Mei 2016.

Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,24 persen pada Mei 2016. Penyebabnya adalah kenaikan seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kepala BPS, Suryamin, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Singaraja, Bali, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang masing-masing sebesar 0,02 persen.

" Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,92 persen dan terendah di Maumere 0,01 persen," kata Suryamin, sebagaimana keterangan tertulis, Rabu 1 Juni 2016.

Suryamin mengatakan tingkat inflasi Januari-Mei 2016 sebesar 0,4 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,33 persen. " Komponen inti pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen," kata dia.

Menurut Suryamin, inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga di semua komponen pengeluaran, yaitu kelompok bahan bakar 0,3 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen.

Sementara, kelompok sandang mengalami kenaikan harga 0,44 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pun juga mendorong terjadinya inflasi.

Suryamin menjelaskan, beberapa komoditas yang harganya naik adalah daging ayam ras , gula pasir, tarif angkutan udara, dan rokok kretek. " Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, beras, tomat sayur, ikan segar, cabai rawit, dan semen," kata dia.

Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?
Join Dream.co.id