Naik 12x Lipat, Pabrik Lokal Butuh 4-6 Minggu Penuhi Kebutuhan Obat Covid-19

Dinar | Selasa, 27 Juli 2021 11:37

Reporter : Arini Saadah

Pemerintah juga menyiapkan langkah lain berupa impor obat dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan obat yang melonjak akibat bertambahnya kasus Covid-19

Dream – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan kebutuhan obat Covid-19 mengalami lonjakan hingga 12 kali lipat sejak 1 Juni 2021. Kondisi ini dipicu penyebaran virus corona varian delta yang lebih cepat menyebar dan menginfeksi masyarakat.

“ Sejak Tanggal 1 juni sampai sekarang telah terjadi lonjakan kebutuhan obat obatan sekitar 12 kali lipat,” tutur Menkes dalam jumpa pers virtual, Senin, 26 Juli 2021.

Mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Kemenkes berkoordinasi dengan gabungan perusahaan farmasi untuk mempersiapkan stok obat-obatan. Keputusan melakukan impor obat ke beberapa negara juga dilakukan agar kebutuhan obat tersebut terpenuhi.

“ Sudah koordinasi dengan gabungan pengusaha farmasi dengan mempersiapkan impor bahan baku obat, untuk memperbesar produksi, serta mempersiapkan distribusinya,” lanjutnya.

Naik 12x Lipat, Pabrik Lokal Butuh 4-6 Minggu Penuhi Kebutuhan Obat Covid-19
Ilustrasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
2 dari 4 halaman

Tingkatkan Produksi Obat Covid-19 dalam Negeri

 Ilustrasi
© Sundaynews.co.zw

Kemenkes juga melakukan upaya peningkatan kapasitas produksi obat dalam negeri. Namun upaya ini diakui membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 minggu sampai benar-benar bisa berproduksi optimal.

“ Dibutuhkan waktu 4 sampai 6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri kita bisa memenuhi kebutuhan peningkatan obat-obatan yang sebanyak 12 kali lipat ini,” ujarnya.

Pada awal Agustus nanti pihaknya berharap semoga obat-obatan yang sering dicari masyarakat untuk mengobati infeksi covid-19 seperti Azithromycin, Oseltamivir, dan Favipiravir akan tersedia di setiap apotek.

“ Mudah-mudahan awal Agustus nanti, obat-obatan yang sering dicari masyarakat misalnya azithromycin, oseltamivir, maupun favipirapir bisa masuk ke pasar secara lebih signifikan,” imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Favipiravir Sebagai Obat Antivirus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga memastikan Favipiravir dapat dikonsumsi masyarakat sebagai obat antivirus. Berdasarkan keterangannya, Favipiravir akan menggantikan peran obat Oseltamivir sebagai antivirus.

“ Favipiravir ini akan mengganti oseltamivir sebagai obat anti virus. kalo Azitrhomycin tadi antibiotik, favipiravir ini masuk kategori anti virus. yang oleh dokter dokter ahli lima profesi di Indonesia sudah mengkaji dampaknya terhadap mutase virus delta ini, mereka menganjurkan anti virusnya untuk pakai favipiravir.

Menurutnya stok Favipiravir masih tersedia stok sekitar 6 juta di seluruh Indonesia. Untuk menambah stok, pemerintah bekerjasama dengan beberapa produsen dalam negeri untuk meningkatkan stok obat ini.

“ Khusus untuk favipirapir sampai sekarang masih ada stok sekitar 6 juta dis eluruh Indonesia. dan ada beberapa produsen dalam negeri yang meningkatkan stok favipirapir dan ada impor dari beberapa negara mulai bulan Agustus,” jelasnya.

4 dari 4 halaman

Mari Atasi Pandemi Bersama-Sama

Selain itu, Budi mengatakan pandemi akan berakhir tergantung sikap masyarakat dalam meresponnya. Menurutnya disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M adalah kunci mengurangii laju penularan virus corona.

“ Pandemi ini akan berakhir tergantung kita, kalo kita disiplin menjalankan protokol kesehatan 5 M otomatis virus ini akan semakin menurun penularannya, dan yang masuk rumah sakit akan semakin sedikit, dan yang wafat semakin sedikit. Semua tergantung kita,” tegasnya.

Bangsa Indonesia sudah jatuh bangun menghadapi kesulitan namun tetap bisa mengatasinya.

“ Semua kesulitan bisa diatasi asal kita lakukan bersama-sama secara nasional,” pungkasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id