Kalangan Pengusaha Muda Janji Minimalisasi PHK

Dinar | Senin, 6 Juli 2020 18:45
Kalangan Pengusaha Muda Janji Minimalisasi PHK

Reporter : Syahid Latif

Kalangan pengusaha mengajak semua pihak bekerja sama di tengah situasi ekonomi seperti saat ini.

Dream - Kalangan pengusaha muda berjanji akan meminimalisasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah Pandemik Covid-19. Janji tersebut disampaikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) kepada Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.

" Kita jaga untuk meminimalisir PHK. Kita jaga eksositem dunia usaha agar bisa hadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama," kata Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Mardani H Maming seperti dikutip dari Liputan6.com mengutip Antara, Senin, 6 Juli 2020.

Maming memastikan, kalangan pengusaha bersama pemerintah, buruh, dan pemilik UMKM akan mengedepankan kepentingan nasional sebelum mengambi keputusan.

Di sisi lain, Maming juga mengharapkan ada kerja sama saling menguntungkan (win win solution) di tengah kondisi saat ini.

" Bersama-sama kita semua bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Secara khusus Maming juga meminta agar pemerintah tak lupa mendukung pengusaha khususnya pengusaha muda melalui stimulus ekonomi yang terbaik, baik dari sisi perpajakan, kredit/cash flow, maupun keringanan beban operasional.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP Hipmi Sari Pramono menambahkan organisasinya bersama BNPB Pusat akan giat menyosialisasikan protokol kesehatan kepada para pengusaha untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

" Kami dan BNPB terus mengadakan sosialisasi untuk protokoler kesehatan. Kita fokus adaptasi di era new normal. Insya Allah ke depan kita akan mengadakan webinar bersama soal PHK yang bisa dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Jadi, para pengusaha harus cerdas dan siap," ujar Sari.

Menurut Sari, peran sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi perekonomian sebuah negara dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing. Pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa.

Join Dream.co.id