Tiket KLB Kereta Diperpanjang hingga 7 Juni 2020, Ada Syaratnya

Dinar | Minggu, 31 Mei 2020 11:52
Tiket KLB Kereta Diperpanjang hingga 7 Juni 2020, Ada Syaratnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perusahaan pelat merah ini melayani masyarakat yang dikecualikan dengan KLB.

Dream – PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI memperpanjang masa operasional Kereta Api Luar Biasa (KLB) hingga 7 Juni 2020. Operasional KLB ini bertujuan untuk melayani masyarakat yang dikecualikan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelumnya, KLB ini berakhir hingga hari ini, 31 Mei 2020. “ Perpanjangan operasional KLB ini kami tujukan untuk melayani masyarakat yang dikecualikan sesuai dengan aturan pemerintah,” kata Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus, di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis KAI.

Perpanjangan KLB ini menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub No UM.006/A.518/DJKA/20 tanggal 29 Mei 2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub No. UM.006/A.218/DJKA/20.

Dinyatakan bahwa KLB dioperasikan hingga 7 Juni 2020. Dalam hal operasional KLB, KAI masih tetap mengoperasikan 6 perjalanan KLB yang melayani tiga rute, yaitu Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Selatan, Gambir – Surabaya Pasarturi Lintas Utara, dan Bandung – Surabaya Pasar Turi.

Mulai 1 Juni, perjalanan KLB dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal ganjil, dan KLB dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi setiap tanggal genap.

Untuk membeli tiket KLB, penumpang masih tetap diharuskan membawa seluruh persyaratan sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020 ditambah Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta bagi calon penumpang yang keluar atau masuk Provinsi DKI Jakarta.

Penjualan tiket hanya dilakukan di stasiun keberangkatan mulai h-2 keberangkatan dan tidak dapat diwakilkan.

2 dari 3 halaman

Jual Tiket 50 Persen dari Kapasitas Angkut

Perusahaan pelat merah ini membatasi kapasitas angkut dengan menjual tiket 50 persen dari kapasitas kereta, membuat batas antre dan marka di tempat duduk stasiun dan kereta, menerapkan aturan jaga jarak dan menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Selain itu, KAI juga menyediakan ruang isolasi hingga wastafel portable di stasiun dan rutin menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas penunmpang.

“ Dengan diperpanjangnya jadwal perjalanan KLB, maka layanan angkutan barang yang dirangkaikan dengan KLB juga tetap KAI sediakan. Hal ini agar masyarakat semakin mudah untuk mengirimkan barang seperti dokumen, paket, produk industri, produk UMKM, e-commerce, makanan, sayur mayur, sepeda, motor dengan tarif yang menarik,” kata Joni.

Dia mengatakan itu merupakan bentuk komitmen KAI untuk tetap melayani angkutan penumpang dan barang di tengah pandemi Covid-19 sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“ Kami harap masyarakat terbantu dengan adanya perjalanan KLB. Layanan KLB ini juga akan terus dievaluasi pengoperasiannya,” jelas Joni.

3 dari 3 halaman

Layani 2.680 Penumpang hingga 30 Mei 2020

Sementara itu, pengoperasian 6 KLB dari perjalanan pertama 12 Mei 2020 hingga 30 Mei 2020, KAI telah melayani 2.680 penumpang. Rute yang paling diminati penumpang adalah Surabaya Pasarturi - Gambir dengan 411 penumpang Gambir - Surabaya Pasarturi dengan 355 penumpang, dan Surabaya Pasarturi – Bandung dengan 193 penumpang.

Hingga 30 Mei juga, terdapat total 1.110 calon penumpang yang ditolak oleh Satgas Covid-19 di stasiun untuk pembelian tiket KLB karena tidak melengkapi persyaratan. Satgas tersebut merupakan gabungan dari internal KAI, Kemenhub, TNI, Polisi, BPBD, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan masingmasing daerah.

“ Kami menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat dan terus melakukan kordinasi dengan unsur-unsur Satgas Covid-19 yang bertugas di posko stasiun-stasiun guna memilah dengan cermat calon penumpang yang benar-benar memenuhi syarat untuk menggunakan KLB ini,” kata Joni. (mut)

Join Dream.co.id