Kabar Gembira Kinerja Bank Syariah di Awal Masa Pandemik

Dinar | Rabu, 23 September 2020 17:47
Kabar Gembira Kinerja Bank Syariah di Awal Masa Pandemik

Reporter : Syahid Latif

Aset, dana pihak ketiga, dan penyaluran pembiayaan masih tetap meningkat.

Dream - Kinerja bank syariah hingga semester I-2020, atau tiga bulan setelah wabah Pandemik Covid-19 terdeteksi, masih menjanjikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan perbankan syariah Indonesia menunjukan tren positif.

Di tengah tantangan pandemik Covid-19, aset perbankan syariah sampai akhir Juni 2020 mencatat pertumbuhan 9,22 persen (yoy) atau menjadi Rp545,39 triliun.

" Perbankan syariah hingga bulan Juni 2020 terus menunjukkan perkembangan positif dengan Aset, Pembiayaan Yang Disalurkan (PYD), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terus bertumbuh," tulis OJK dalam laporan Snapshot Perbankan Syariah Juni 2020 dikutip dari situs OJK.go.id, Rabu, 23 September 2020.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), perbankan syariah melaporkan peningkatan di semester ini. OJK mencatat pertumbuhan DPK perbankan syariah yakni Rp 430,209 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2019 yakni Rp 425,29 triliun.

Begitu juga dengan Pembiayaan Yang Disalurkan (PYD) perbankan syariah dalam periode yang sama yakni Rp 377,525 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun 2019 yakni Rp 365,125 triliun.

 

2 dari 2 halaman

Pangsa Pasar Bank Syariah

Di industri keuangan nasional, perbankan syariah Indonesia saat ini sudah menguasai pangsa pasar pada Juni 2020 hingga 6,18 persen dari bank konvensional. Porsi tersebut disumbangdari bank umum syariah sebanyak 65,33 persen, unit usaha syariah 32,17 persen dan BPR syariah 2,5 persen.

Bank syariah menjadi kontributor terbesar dalam mendukung keuangan syariah. Total aset dari bank umum syariah sampai semester I-2020 sebesar Rp 356,33 triliun. DPK dari bank umum syariah tercatat Rp 293,37 triliun dan PYD sebesar Rp 232,86 triliun.

Unit usaha syariah mencatatkan aset di semester I-2020 sebesar Rp 175,45 triliun. DPK dari unit usaha syariah yakni Rp 127,95 triliun dan PYD sebesar Rp 134,16 triliun. Sementara aset dari BPR Syariah tercatat Rp 13,61 triliun dengan DPK Rp 8,89 triliun dan PYD sebesar Rp 10,5 triliun.

Join Dream.co.id