Krisis Ekonomi Kian Nyata, Jutaan Warga Inggris Rela Tidak Makan demi Bayar Tagihan Listrik

Dinar | Selasa, 27 September 2022 14:13

Reporter : Alfi Salima Puteri

Selain itu, hampir 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau peralatan rumah tangga untuk membantu menutupi tagihan.

Dream - Krisis ekonomi kian nyata. Di Inggris, menurut penelitian terbaru, diperkirakan hampir sebelas juta orang menunggak tagihan listrik. Sementara, lebih lima juta orang memilih tidak makan hanya untuk membayar tagihan listrik.

Dikutip dari laman The Guardian, Selasa 27 September 2022, laporan lembaga amal Money Advice Trust memperkirakan 20 persen penduduk dewasa Britania Raya, atau sekitar 10,9 juta orang, kini menunggak salah satu tagihan rumah tangga mereka. Angka itu naik tiga juta sejak maret silam.

Data yang diperoleh dari survei yang dilakukan terhadap 2.000 responden orang dewasa di Britania Raya pada Agustus silam itu juga menemukan fakta bahwa 5,6 juta orang di negeri itu kehabisan makanan dalam tiga bulan terakhir karena tingginya biaya hidup.

Krisis Ekonomi Kian Nyata, Jutaan Warga Inggris Rela Tidak Makan demi Bayar Tagihan Listrik
Foto: Pixabay.com
2 dari 4 halaman

Bahkan banyak warga yang memilih tidak makan sama sekali dalam satu hari atau beberapa hari atau hanya makan sekali sehari.

Hampir delapan juta orang telah menjual barang pribadi atau peralatan rumah tangga untuk membantu menutupi tagihan.

Menurut Joanna Elson, kepala eksekutif Money Advice Trust, jaminan pemerintah soal harga energi membuat sebagian orang merasa lega, tapi jutaan lainnya sudah terlanjur menderita.

" Banyak rumah tangga menghadapi pilihan yang tidak masuk akal, seperti memilih antara makan atau listrik," Elson.

3 dari 4 halaman

Dia meminta pemerintah menggunakan anggaran untuk membantu warga berpenghasilan rendah. Kini banyak rumah tangga yang tidak punya cara lagi untuk menyiasati melambungnya harga-harga kebutuhan hidup.

Sekitar 41 persen warga sudah memangkas pengeluaran yang tidak penting. Jumlah itu naik tujuh persen sejak Maret silam. Riset ini juga menunjukkan bahwa harga energi yang selangit membuat warga tak mampu lagi bertahan.

Dalam survei itu juga diketahui bahwa sekitar 10,7 juta warga mengalami lonjakan tagihan energi sebesar 100 poundsterling atau sekitar Rp1,7 juta atau bahkan lebih sejak April lalu.

4 dari 4 halaman

Satu dari sembilan orang mengatakan tagihan energi mereka sudah menunggak. Lantaran pemasok energi telah meningkatkan juga biaya energi, mencapai angka yang tidak sanggup mereka bayar.

Naiknya harga energi berarti makin banyak orang yang perlu meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan.

Dengan adanya lonjakan biaya energi ini, Money Advice Trust memperkirakan lebih dari 15 juta orang memakai kartu kredit untuk membayar kebutuhan pokok, naik 2,1 juta orang sejak Maret lalu.

Sementara satu dari sepuluh orang meminjam uang dari keluarga atau teman mereka.

Join Dream.co.id