Kala Grab dan Gojek `Maju Bersama` Perangi Wabah Corona

Dinar | Jumat, 3 April 2020 06:36
Kala Grab dan Gojek `Maju Bersama` Perangi Wabah Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Perusahaan ini tak mau berpangku tangan melihat pandemi Covid-19 yang meluas.

Dream – Pandemi virus corona yang makin meluas di Indonesia membuat perusahaan ride hailing mengambil langkah kuda-kuda. Kedua perusahaan jasa transportasi online yang bersaing ketat itu sejenak melupakan perseteruan mereka dan bersama-sama membantu pemerintah menanggulangi wabah virus Covid-19.

Baik Grab dan Gojek berusaha menjaga kualitas keamanan dan sanitasi bagi pelanggannya.

Grab telah menyediakan edukasi dan aksi lini transportasi secara offline dan online untuk menjaga keamanan berkendara. Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan Grab menyediakan GrabHealth untuk melakukan screening Covid-19 melalui telekonsultasi. Fitur ini dikerjasamakan dengan GoodDoctor dan telah dipercaya oleh Kementerian Kesehatan.

“ Grab melihat pentingnya untuk memperkuat amanat tersebut dengan menyiapkan armada luar biasa agar upaya penanganan darurat COVID-19 juga dapat tetap berjalan secara fisik,” kata Neneng di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 3 April 2020.

Untuk membantu pemerintah, Grab bahkan secara khusus menyediakan armada bagi tenaga medis, media, dan militer yang menjadi garda terdepan penanggulangan wabah virus corona.

“ Armada Grab tersebut akan dikhususkan untuk mendukung mobilitas para tenaga medis yang berjuang melawan pandemi virus Covid-19,” kata dia.

Khusus tenaga medis, Grab sengaja membuat fitur GrabNow yang bisa dimanfaatkan saat mereka memerlukan mobilitas. Sebanyak 1.000 mobil GrabCar dan 1.000 GrabBike di seluruh Indonesia telah disiagakan agar tenaga medis Indonesia bisa tetap bisa menjalankan tugas mulianya tanpa perlu memusingkan sarana mobilisasi sehari-hari.

“ Grab Indonesia juga sedang memasuki tahap akhir perjanjian kerja sama untuk mengimplementasikan kerja sama ini dengan Kementerian Pariwisata dan Kreatif Republik Indonesia,” kata dia.

Grab memastikan stasiun disinfektan akan disiapkan di rumah sakit terpilih untuk memastikan sterilisasi kendaraan sebelum memasuki area kritis. 

2 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Gojek?

Gojek tak kalah cepat membantu pemerintah menanggulangi wabah virus corona. Gojek telah mendapatkan izin impor masker dari BNPB dan Kementerian Kesehatan untuk mitra driver. Dengan begitu, impor tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan dan alokasi produksi masker dan alat-alat kesehatan lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit.

“ Diberikannya izin impor masker ini akan memastikan tidak terganggunya ketersediaan dan produksi masker dan alat-alat perlindungan diri lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit dan tenaga kesehatan,” kata Komisaris Utama Gojek, Garibaldi Thohir, di Jakarta.

Sampai hari ini Gojek telah menyediakan ratusan ribu paket kesehatan (safety kit) yang dibagikan di lebih dari 1.300 titik kepada puluhan ribu mitra driver di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Paket kesehatan tersebut berupa masker, hand sanitizer, vitamin, dan penyemprotan desinfektan pada sepeda motor serta mobil mitra driver.

Jumlah paket di masing-masing daerah disesuaikan dengan ketersediaan dari masing-masing alat kesehatan yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“ Pandemi COVID-19 menempatkan jutaan mitra driver di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang harus membatasi ruang geraknya guna meminimalisir penyebaran virus di masa pandemi ini. Gojek melakukan berbagai upaya untuk menyediakan alat perlindungan diri agar mereka bisa bertugas secara prima dan terminimalisir dari risiko penularan,” katadn dia.

Perusahaan juga akan mendonasikan masker impor kepada Yayasan Anak Bangsa Bisa yang akan dialokasikan bagi mitra driver Gojek dan disumbangkan kepada Pemerintah untuk para tenaga medis di rumah sakit rujukan COVID-19.

“ Tidak hanya untuk mitra driver, Gojek juga memahami pentingnya memastikan para tenaga kesehatan tetap mendapat pasokan masker yang dibutuhkan. Itu sebabnya Gojek juga akan menyalurkan sebagian masker yang diimpor ini kepada pemerintah untuk dapat dialokasikan kepada para tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit rujukan pemerintah,” kata Chief Operations Officer Gojek, Hans Patuwo.

3 dari 6 halaman

Viral Keluarga Miliarder Indonesia Ubah Mall Jadi Rumah Sakit Corona

Dream – Pandemi virus corona covid-19 membuat semua orang berusaha menyumbangkan tenaga untuk segera mengatasi masalah ini. Tindakan juga dilakukan salah satu keluarga miliarder Indonesia dari sektor properti lewat Lippo Group.

Konglomerasi bisnis dari keluarga Mochtar Riady ini menymbangkan sebuah pusat perbelanjaan milik mereka di Jakarta untuk diubah penggunaannya menjadi rumah sakit khusus pasien virus corona.

Pusat perbelanjaan milik Lippo Group tersebut adalah Lippo Plaza Mampang.

Henry Riady, putra bungsu pemilik Lippo Group, James Riady, dalam akun Instagram-nya, mengatakan rumah sakit ini diubah fungsinya menjadi rumah sakit untuk pasien corona atas inisiatif dari sang ayah dan kakaknya, Caroline.

 

 Viral Keluarga Miliarder Indonesia Ubah Mall Jadi Rumah Sakit Corona© Dream

 

“ Banyak yang tanya apa ini beneran? Iya bener papa sama @carolineriady mengganti mall menjadi rumah sakit. Yup they did it, they converted it. Ini untuk menyelamatkan kehidupan. Mall bisa dibangun kembali, tetapi nyawa tak bisa digantikan,” tulis dia.

Cerita ini menjadi viral di dunia maya. Salah satunya adalah cuitan yang dibuat oleh pengguna Twitter @Sarah_Pndj. Cuitan yang Sarah buat pada 1 April ini sudah di-retweet sebanyak 21 ribu kali dan disukai oleh 36 ribu pengguna Twitter.

Caroline yang dimaksudkan dalam story Henry tersebut adalah putri sulung dari James Riady. Dia adalah orang yang dipercaya untuk mengelola bisnis jaringan Rumah Sakit Siloam.

4 dari 6 halaman

Rumah Sakit Siap Digunakan

Henry mengatakan bahwa beberapa hari lagi fasilitas darurat ini akan siap digunakan untuk pasien Covid-19. Mall ini pun disulap menjadi rumah sakit dalam waktu singkat. Caroline mengatakan pada media lokal bahwa rumah sakit darurat ini nantinya bisa menampung sampai 415 tempat tidur. Meski di awal akan disiapkan 180 tempat tidur dulu.

Warganet pun memberikan banyak pujian atas apa yang sudah dilakukan oleh Lippo Group ini, berikut beberapa di antaranya.

Salut atas apa yang sudah dilakukan Lippo Group. Semoga makin banyak bantuan yang diberikan bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan besar seperti ini.

(Sumber: Diadona)

5 dari 6 halaman

`Isolasi` dari Corona di Kapal Pesiar, Miliarder Panen Kecaman

Dream – Dengan harta kekayannya, kalangan orang kaya dan miliarder bisa melakukan tindakan apapun untuk mencegah diri dan keluarganya terhindari dari virus corona Covid-19. Tapi tindakan yang mereka lakukan hendaknya tetap memperhatian orang lain.

Pesan itu seperti pas disampaikan untuk seorang miliarder yang memilih isolasi diri dari paparan virus corona dengan mengasingkan diri di kapal pesiar.

 

 Isolasi dari Corona di Kapal Pesiar, Miliarder Panen Kecaman© Dream

 

Tindakan isolasi mandiri itu dilakukan seorang miliarder bernama David Geffen.

Mengutip laman South China Morning Post, Rabu 1 April 2020, Geffen mengunggah sederet foto `pengasingan` diri di pesiar “ Rising Sun”. 

“ Isolasi diri di Grenadine untuk menghindari virus,” kata miliarder berusia 77 tahun ini.

6 dari 6 halaman

Tuai Amarah

Unggahan Geffren menuai amarah dari warganet. Mereka mengkritik cara Geffen melakukan isolasi diri dengan bepergian di atas pesiar.

cara Greffen mengasingkan diri malah akan membahayakan orang-orang. Misalnya, orang-orang kaya yang “ melarikan diri” ke vila, bunker, atau “ istana apung”. Cara ini bisa membuat para pekerja terancam infeksi virus corona.

Sekadar informasi, The Rising Sun berada di Karibia sejak pertengahan November dan telah berlayar bolak-balik antara Grenada, St. Vincent dan Grenadines sejak Februari. Kapal ini dilengkapi dengan area kebugaran, bioskop, dan gudang anggur.

Sepintar, kapal ini mirip dengan surga. Tapi, tetap ada risiko tamu atau anggota kru tertular virus. Tentang komentar ini, produsen sekaligus pria berharta US$9 miliar itu enggan berkomentar.(Sah)

Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Join Dream.co.id