Samsung `Gigit` Apple

Dinar | Rabu, 4 November 2015 17:45
Samsung `Gigit` Apple

Reporter : Ramdania

Meski tumbuh tidak begitu signifikan, tetapi Samsung masih mencetak penjualan melebihi saingannya, Apple.

Dream - Samsung sekali lagi menjadi pemimpin pasar smartphone di seluruh dunia dengan mengapalkan 84,5 juta unit selama kuartal ketiga. Angka penjualan tersebut naik 6,1 persen dari tahun lalu.

Sementara iPhone terbaru mendorong penjualan Apple dengan pengiriman 48 juta unit ke seluruh dunia. Angka penjualan iPhone naik 22,2 persen dari 39.300.000 unit tahun lalu.

Seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 4 November 2015, Samsung tetap fokus pada handset premium dengan meluncurkan dua perangkat andalan baru mereka, yaitu Galaxy S6 Edge+ dan Galaxy Note 5.

Samsung mengalahkan Apple dengan meluncurkan seri Note terbaru dan S6 Edge+ pada Agustus. Samsung kini lebih kuat dengan melakukan pengiriman pada bulan September di saat iPhone baru belum dirilis.

" Di luar model flagship tersebut, handset di bawah US$ 200 menjadi pendorong mayoritas pengiriman ke pasar utama," kata Anthony Scarsella, manajer riset di perusahaan riset International Data Corporation (IDC).

Pada kuartal ketiga merupakan tekanan besar bagi pemasaran model flagship, karena banyak vendor yang berlomba mengeluarkan produk paling canggih dalam hal fitur dan desain.

Sementara itu, dua perangkat terbaru Apple berhasil menarik minat mereka yang menginginkan upgrade dan pengguna Android di pasar utama, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

" iPhone 5S, 6 dan 6 lama laku keras selama kuartal karena ada potongan harga baru-baru ini di semua model. Apple baru saja meluncurkan rencana upgrade yang juga akan dilakukan di pasar negara maju di mana saturasi smartphone terus meningkat," kata Ryan Reith, direktur program di IDC.

Menurut laporan awal, vendor smartphone telah mengirimkan total 355.200.000 smartphone di seluruh dunia pada kuartal ketiga 2015, naik 6,8 persen dari 332.600.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Flagship terbaru dari dua raksasa tersebut memicu persaingan ketat dengan vendor-vendor yang lebih kecil.

" Meskipun begitu, kami masih mengharapkan volume dan pertumbuhan handset kelas rendah hingga menengah terus tumbuh, terutama di pasar negara berkembang," kata Scarsella.

Penjualan smartphone produsen asal Tiongkok Huawei naik 61 persen menjadi 26,5 juta. Sebagian besar disumbang oleh penjualan model kelas menengah ke atas.

Menurut Huawei, perangkat seperti Honor 6 Plus dan Ascend P8 membantu pertumbuhan penjualan smartphone kelas menengah ke atas ke kisaran 25 persen dari tahun lalu.

Meskipun pertumbuhan yang cepat di Tiongkok dan Eropa, Reith mengatakan bahwa Huawei perlu fokus pada pasar AS karena keberadaannya masih relatif rendah. Peluncuran terbaru dari perangkat premium Nexus 6P bisa menjadi sinyal bahwa Huawei akhirnya siap untuk serius bersaing di AS. (Ism)

Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id