Jokowi `Lawan` Gugatan Nikel RI di WTO: Siapkan Lawyer Kelas Internasional!

Dinar | Rabu, 13 Oktober 2021 16:47

Reporter : Ahmad Baiquni

"Kan nikel (ini) nikel kita, barang (ini) barang kita, mau kita jadikan pabrik di sini, mau kita jadikan barang di sini, hak kita dong,"

Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan ada lagi ekspor nikel bentuk mentah, terutama nikel. Siakp tegas itu tetap akan dipegangnya meski nantinya akan muncul gugatan dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

" Meskipun kita digugat di WTO, nggak apa-apa. Kan nikel (ini) nikel kita, barang (ini) barang kita, mau kita jadikan pabrik di sini, mau kita jadikan barang di sini, hak kita dong," ujar Jokowi saat pembekalan peserta Program Pendidikan Lemhanas, disiarkan Sekretariat Presiden.

Jokowi menyatakan Pemerintah akan menghadapi gugatan tersebut. Dia menegaskan Pemerintah tidak boleh grogi ketika dapat gugatan WTO.

" Sekali lagi harus punya keberanian, jangan sampai kita grogi gara-gara kita digugat di WTO, ya disiapkan lawyer-lawyer yang kelas-kelas internasional juga nggak kalah kita," kata dia.

Selain itu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk tidak melewatkan kesempatan mengelola barang tambang sendiri. Daripada mengandalkan ekspor bahan mentah atau raw material, nilai tambah bisa dinikmati jika pengolahan dilakukan di dalam negeri.

 

Jokowi `Lawan` Gugatan Nikel RI di WTO: Siapkan Lawyer Kelas Internasional!
Presiden Joko Widodo
2 dari 4 halaman

"Jangan Kehilangan Kesempatan Lagi"

Nikel dapat diolah menjadi katoda baterai yang bisa diintegrasikan ke industri otomotif. Hal itu membuka peluang Indonesia mengembangkan industri otomotif berbasis listrik.

" Jangan kehilangan kesempatan lagi kita, jangan ekspor lagi yang namanya nikel dalam bentuk raw material, bahan mentah, saya sudah sampaikan, stop ekspor bahan mentah," kata Jokowi.

Ke depan, Jokowi menyatakan semua pihak akan dipaksa melakukan proses hilirisasi mineral di Tanah Air. Baik itu BUMN, swasta, maupun investor agar mau mendirikan industrinya di Indonesia.

Kalaupun ada gugatan, Pemerintah tidak boleh mundur lagi. Jokowi juga mengingatkan kesempatan tidak akan datanng lagi jika sampai mundur akibat digugat.

" Nggak ada keempatan itu datang lagi, peluang itu datang lagi, nggak akan. Ini kesempatan kita bisa mengintegrasikan industri-industri besar yang ada di dalam negeri," ucap Jokowi.

3 dari 4 halaman

Momen Jokowi Bagikan Bantuan Usaha Rp1,2 Juta di Malioboro Disambut Pedagang: Kurang

Dream - Presiden Joko Widodo hari ini menyempatkan diri berkunjung ke Malioboro, Yogyakarta. Dia menyapa para pedagang sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp1,2 juta.

" Diberikan bantuan sebesar Rp1.200.000, kurang ndak?" ujar Jokowi disiarkan Sekretariat Presiden.

Bantuan tersebut memang diterima para pedagang. Tetapi mereka memberikan jawaban yang tidak disangka.

" Kurang," jawab para pedagang kompak.

 

4 dari 4 halaman

Jokowi: Hitungan Kita Cukup

Meski demikian, Jokowi mengatakan besaran bantuan dari Pemerintah sudah cukup. Ke depan, akan ada 1 juta pedagang kali lima dan warung kecil di seluruh Indonesia mendapat bantuan Pemerintah yang akan disalurkan oleh TNI-Polri.

" Rp1.200.000 menurut hitungan kita cukup, dan dimulai pertama kali di kawasan Malioboro, Yogyakarta," kata Jokowi.

Perwakilan Komunitas PKL, Andong, dan Becak Malioboro, Rudi, bersyukur mendapat bantuan dari Pemerintah. Selain itu, dia berharap kedatangan Jokowi ke Malioboro bisa meyakinkan wisatawan untuk kembali mengunjungi Yogyakarta.

" Kunjungan Bapak Presiden di Kawasan Malioboro ini, kemudian membuka ruang bahwa Malioboro masih aman dikunjungi," kata dia.

Join Dream.co.id