Jemaah yang Batal Umroh Tak Dikenakan Biaya Tambahan

Dinar | Jumat, 28 Februari 2020 19:14
Jemaah yang Batal Umroh Tak Dikenakan Biaya Tambahan

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Hal ini ditegaskan oleh Kementerian Agama.

Dream - Kementerian Agama memastikan tak ada biaya tambahan bagi para calon jemaah umroh yang batal berangkat ke Tanah Suci. Ini merupakan kebajikan antisipasi penyebaran virus corona dari otoritas setempat.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 28 Februari 2020, Menteri Agama Fachrul Razi, mengatakan, maskapai yang akan mengangkut calon jemaah umroh tunduk pada Montreal Convention 1999 yang telah diratifikasi melalui Perpres Nomor 95 Tahun 2016.

" Di mana kewajiban pengangkutan sudah sangat jelas dalam konvensi tersebut. Akibat penundaan sementara ini, maka airline tidak mengenakan biaya tambahan," kata Fachrul di Jakarta.

Maskapai juga akan mengambil langkah kepeduliannya terhadap situasi darurat tersebut. Selain itu, Fachrul menyebut bahwa semua pihak dalam masalah ini tidak akan membebankan biaya tambahan apapun kepada jemaah atas penundaan tersebut.

" Pihak airline tidak menghanguskan tiket keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah yang terdampak akibat dari kebijakan pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Menurut dia, pihak maskapai pun akan segera melakukan penjadwalan ulang keberangkatan jemaah. “ Tanpa harus membebankan biaya tambahan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah demi kemaslahatan jemaah umrah,” kata Fachrul.

2 dari 7 halaman

Minta Terbitkan Ulang Visa

Pemerintah Indonesia, tambah Fachrul, juga telah meminta pihak Saudi untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan dapat diterbitkan ulang.

" Atau diperpanjang tanpa ada biaya tambahan kepada jemaah," kata dia.

Menurut Fachri, Kemenag juga mengimbau semua jemaah umroh yang terdampak kebijakan ini untuk tetap tenang serta mengikuti mengikuti kebijakan yang diambil Arab Saudi dan Indonesia berkaitan dengan hal tersebut. Koordinasi juga akan terus dilakukan untuk menangani penutupan sementara kunjungan umroh.

" Hal-hal teknis lainnya dapat dikoordinasikan dengan tim teknis yang dibentuk di bawah koordinasi Menko PMK," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori

3 dari 7 halaman

Penutupan Umroh Diharapkan Tak Merembet ke Pelaksanaan Haji

Dream - Keputusan Arab Saudi untuk menutup sementara penerimaan jemaah umroh dari luar negeri untuk mencegah penyebaran virus Corona mengagetkan banyak pihak. Sebab, keputusan itu diberlakukan secara mendadak.

Terkait kebijakan penghentian kedatangan jemaah umroh itu, Direktur Syariah CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, mengatakan, sektor perbankan syariah belum merasakan dampaknya.

" Belum terpengaruh kepada perbankan syariah," kata Pandji dalam " Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah" di Jakarta, Jumat 28 Februari 2020.

Pandji menilai pihak yang paling terpengaruh kebijakan tersebut yaitu biro perjalanan umroh.

 Penutupan Umroh Diharapkan Tak Merembet ke Pelaksanaan Haji© Dream

 

Menurut Pandji, terdapat Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) untuk pendaftaran haji. Seluruh bank syariah yang ditunjuk menerima setoran haji berada dalam sistem tersebut.

Sementara untuk umroh, terdapat Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umroh dan Haji Khusus (Siskopatuh). Baru ada dua hingga tiga bank syariah ada di sistem tersebut.

" Kami sebenarnya ingin me-launching layanan (pendaftaran umroh) bulan Maret. Tetap jalan, tapi belum tentu ada nasabah yang datang," kata dia.

Pandji berharap penutupan ini tidak merembet ke haji. " Mudah-mudahan (haji) enggak disetop. Kalau disetop, enggak ada yang berangkat," kata dia.

4 dari 7 halaman

3 Penerbangan Jemaah Indonesia Mendarat di Saudi, Diperbolehkan Umroh

Dream - Sebanyak tiga penerbangan yang membawa jemaah umroh Indonesia sudah mendarat di Jeddah, Arab Saudi, Kamis pagi, 27 Februari 2020. Mereka diperbolehkan menjalani proses imigrasi dan diizinkan ke Mekah untuk umroh.

" Hari ini (Kamis 27 Februari) sudah ada tiga penerbangan yang mendarat di Saudi. Sebanyak 433 jemaah dengan Lion Air JT 92. Ada juga 200 jemaah yang mendarat dengan Saudia Arlines SV200," kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali.

" Tidak lama lalu, ada 433 jemaah dengan Lion Air JT 100. Mereka bisa masuk imigrasi untuk kemudian ke Mekah untuk berumroh," ucap dia.

Menurut Endang, Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI terus memantau kedatangan jemaah umroh Indonesia. Diperkirakan sampai malam nanti, masih ada beberapa penerbangan yang akan mendarat di Jeddah, Arab Saudi.

" Berdasarkan data yang kami terima, saat ini masih ada 4 penerbangan yang belum mendarat," kata dia.

5 dari 7 halaman

Tujuh Kedatangan Terakhir

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jumlah jemaah yang dijadwalkan berangkat hari ini mencapai 4.448 orang. Sebanyak 2.500 jemaah bisa berangkat, sisanya atau sekitar 1.948 jemaah tertunda.

" Sampai dengan malam ini, sudah ada tujuh penerbangan yang mendarat di Saudi," ucap dia.

Berikut daftar penerbangan jemaah umrah Indonesia yang sudah mendarat di Arab Saudi:

A. Bandara Jeddah:

1. Saudia Airlines SV 823, mendarat pukul 07.25 WAS (Waktu Arab Saudi) dengan 375 jemaah umrah;

2. Lion Air JT 100, mendarat pukul 14.22 WAS dengan 433 jemaah;

3. Garuda Indonesia GA 980, mendarat 16.45 WAS dengan 171 jemaah;

4. Saudia Airlines SV 817,mendarat 16.45 WAS dengan 297 jemaah.

B. Bandara Madinah:
1. Lion Air JT 092, mendarat 13.30 WAS dengan 433 jemaah;

2. Lion Air JT 084, mendarat 17.30 WAS dengan 433 jemaah;

3. Saudia Airlines SV 3591, mendarat pukul 18.30 WAS dengan 437 jemaah.

" Untuk bandara di Jeddah, sudah tidak ada jadwal kedatangan jemaah umrah Indonesia. Ada kedatangan Garuda Indonesia nanti malam waktu Saudi, namun tidak membawa jemaah umrah," ucap dia.

6 dari 7 halaman

Menlu Upayakan WNI di Saudi Bisa Umroh

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengupayakan agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam perjalanan dan sudah di Arab Saudi, dapat melaksanakan ibadah umroh.

Retno mengatakan menghubungi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, terkait kebijakan tersebut.

Dia mengakui, kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak Arab Saudi berdampak terhadap WNI yang sudah terlanjur berpergian untuk umroh.

" Saya tadi menyampaikan apakah bisa untuk yang sudah terbang itu dan akan segera mendarat waktu tadi waktu saya bicara itu pukul 08.00 waktu Saudi," kata Retno, Kamis, 27 Februari 2020.

" Kiranya yang sudah terlanjur landing itu dapat diperkenankan untuk umrah," ucap dia.

Retno belum mengetahui berapa jumlah WNI yang hendak dan sudah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Pemerintah mempersilakan apabila Arab Saudi melakukan pemeriksaan kesehatan ke jemaah umroh Indonesia.

" Katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan tapi sekali lagi kita belum mendapatkan informasi," ucap dia.

7 dari 7 halaman

Duta Besar RI Diminta Memantau WNI

Dia menyebut, telah meminta seluruh Duta Besar RI yang bertugas wilayah Timur Tengah, untuk memantau apabila ada WNI yang terhenti perjalanannya ke Arab Saudi karena kebijakan itu.

" Kemungkinan ada warga negara kita yang menjadi terhenti perjalanannya pada saat mereka transit dan sebagainya, itu nanti penanganannya itu. Tentunya akan dikoordinasikan dengan maskapai maupun travel bironya masing-masing," kata Retno.

Sebelumnya, rombongan umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Bandara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini menyusul larangan perjalanan umroh yang dikeluarkan Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah resmi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan.

Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah masuknya Covid-19.

Berdasar laporan organisasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Dunia (WHO) per 25 Februari 2020, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109.

Dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id