Transaksi Lesu di Hari PSBB Jakarta, Indeks Syariah Melemah

Dinar | Senin, 13 April 2020 16:57

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kurs rupiah terhadap Dollar AS justru menunjukan keperkasaannya.

Dream - Perdagangan bursa saham di hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang berlaku sejak 10 April 2020 membuat transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedikit meredup. Belum adanya sentimen positif membuat investor memilih menahan diri terjun ke lantai bursa.

Transaksi perdagangan saham di BEI awal pekan ini, Senin, 13 April 2020 tercatat yang terendah sepanjang bulan ini. BEI hanya diguyur dana investor mencapai Rp5,5 triliun.

Minimnya transaksi jual beli dan tak adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri memaksa indeks saham syariah melemah hampir sepanjang perdagangan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat menguat namun hanya bertahan selama 30 menit.  

Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini akhirnya menutup perdagangan dengan melemah 0,445 poin (0,32%) ke level 137,419. Meski sempat dibuka menguat di level 138,045 saat sesi prapembukaan, ISSI justru mencetak level terendahnay 5 menit kemudian di level 136,445.

Aksi beli investor mengangkat ISSI dari level terendahnya itu meski masih banyak bergerak di zona merah hingga sesi penutupan. 

Koreksi juga terjadi pada indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 2,236 poin (0,45%) ke level 495,785. Sementara indeks JII70 tergelincir 0,522 poin (0,31%) ke level 165,054.

Pelemahan juga tak bisa dihindari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 25,185 poin (0,54%) ke level 4.623,894.

Transaksi Lesu di Hari PSBB Jakarta, Indeks Syariah Melemah
(Foto: Angga Yuniar/Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Sektor Industri K.O, tapi Rupiah Jawara

Sektor industri melempem hari ini. Indeks industri aneka melorot 2,21 persen dan industri dasar 1,21 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh sektor keuangan yang indeksnya melemah 1,17 persen, manufaktur 1,03 persen, dan properti 0,99 persen.

Sebaliknya, indeks infrastruktur terangkat 1,56 persen, pertambangan 0,83 persen, dan perdagangan 0,44 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp425, FISH Rp360, KINO Rp310, JSMR Rp210, dan SILO Rp200.

Harga saham GMTD terkoreksi Rp625, POLL Rp575, STTP Rp400, TCPI Rp310, dan BTPS Rp200.

Dari pasar uang, pada 16.30, dolar AS melemah 245 poin (1,57%) ke level Rp15.605 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis

Dream - Penguatan indeks saham syariah yang terjadi awal pekan kemarin hanya berlangsung sesaat. Kondisi jenuh beli dan kabar cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2020 yang turun membuat investor sementara menahan diri masuk ke lantai bursa.

Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia akhir bulan lalu turun US$9,4 miliar ke US$121,0 miliar dari posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar. 

 

 

 Indeks Syariah Berbalik Melemah, Rupiah Naik Tipis© Dream

 

Meski beberapa indeks sektoran menunjukan penguatan, aksi beli selektif investor membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Selasa, 7 April 2020 bergerak turun.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 0,963 poin (0,68%) ke level 140,985. Di awal sesi perdagangan, ISSI dibuka menguat di level 141,948 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Laju ISSI sempat menanjak hingga level tertinggi di 145,850. 

Namun 30 menit usai pembukaan, tekanan jual semakin mengaut dan menjatuhkan ISSI ke teritori negatif hingga sesi penutupan berakhir.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melemah 5,551 poin (1,07%) ke level 510,978. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,436 poin (0,84%) ke level 170,090.

Kondisi pelaku pasar yang berhenti melantai setelah empat hari terakhir melakukan aksi beli membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beristirahat sejenak. IHSG hari ini ditutup melorot 33,188 poin (0,69%) ke level 4.778,639.

4 dari 6 halaman

Sektor yang Memimpin pun Kini Berganti

Jika kemarin menguat, kini indeks infrastruktur dan barang konsumsi berbalik melemah. Indeks sektor infrastruktur terpangkas 2,04 persen, barang konsumsi 1,86 persen, dan manufaktur 1,20 persen.

Sebaliknya, indeks pertanian terangkat 2,94 persen, pertambangan 0,48 persen, dan industri aneka 0,25 persen.

Saham syariah penghuni top gainer di perdagangan kali ini adalah AALI yang menanjak Rp550, BTPS Rp550, PRDA Rp250, ERAA Rp220, dan SMAR Rp200.

Emiten syariah yang mendekam di top loser adalah GMTD yang harga sahamnya turun Rp1.725, INTP Rp550, ITMG Rp375, POLL Rp225, dan INDF Rp200.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Pada perdagangan pukul Pada 16.02 WIB, mata uang Negeri Paman Sam turun tipis 87 poin (0,53%) ke level Rp16.325.(Sah)

 

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Kompak Menguat 4 Hari Berturut-turut

Dream - Bursa saham Indonesia perlahan-lahan terus bergerak menguat dalam empat hari terakhir. Pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 6 April 2020, investor juga berhasil menutup perdagangan di zona positif meski dibayangi aksi jual pemodal asing. 

Sentimen penguatan bursa regional, salah satunya KOSPI Korea Selatan, mendorong adrenalis investor untuk berburu saham-saham yang memang sudah turun tajam.

Aksi beli investor ini turut memompa tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Emiten sektor properti dan infrastruktur menjadi motor perdagangan kali ini.

Dikutip dari papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat tajam 5,290 poin (3,87%) ke level 141,948. ISSI menguat seharian di zona hijau setelah dibuka menguat di level 136,658 saat sesi prapembukaan.

 

 Indeks Syariah Kompak Menguat 4 Hari Berturut-turut© Dream

 

Kenaikan lebih tinggi dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 21,698 poin (4,44%) ke level 516,529.

Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 tercatat naik tajam 7,759 poin (4,74%) ke level 171,526.

Kembalinya aksi beli menggairahkan lantai bursa yang kemarin sempat syok dengan dampak wabah corona pada perekonomian nasional. Setidaknya ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 188,398 poin (4,07%) ke level 4.811,827.

 

6 dari 6 halaman

Saham Properti dan Infrastruktur Jadi Idola

Investor ramai-ramai melantai di bursa dengan beburu saham properti, infrastruktur, dan pertanian yang naik cukup tajam. Ketiga sektor ini naik di atas 5 persen masing-masing sektor properti terangkat 7,13 prsen, infrastruktur 5,57 persen, dan pertanian 5,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya menguat Rp1.025, UNTR Rp850, AALI Rp500, TPIA Rp450, dan BTPS Rp425.

Sebaliknya, emiten-emiten yang mendekam di posisi top loser kali ini adalah EPMT yang harga sahamnya terkoreksi Rp150, FASW Rp125, LINK Rp100, MAPB Rp100, dan PLIN Rp100.

Dari pasar uang, pada 16.53, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menanjak 162 poin (0,97%) ke level Rp16.657 per dolar AS.(Sah)

Join Dream.co.id