Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega

Dinar | Jumat, 14 Februari 2020 16:55
Kecemasan Virus Corona Mereda, Indeks Syariah Ikut Lega

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mulai `kebal` dengan virus corona?

Dream - Indeks syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat setelah muncul kabar melegakan dari penyebaran virus corona. Setelah kemarin dikejutkan dengan jumlah korban baru yang mencapai 15 ribu orang, investor hari ini cukup tenang setelah data penyebaran virus turun tajam.

Sentimen tersebut membuat pelaku pasar Asia dan dunia mulai kembali berani turun ke lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 14 Februari 2020, tiga indeks saham syariah ditutup menguat tipis meninggalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat naik 0,440 poin (0,26%) ke level 168,572.  ISSI sempat dibuka melemah di level 167,840 pada sesi pra-pembukaan, namun mulai bergerak naik sekitar satu jam kemudian.

Aksi beli investor sukses mendorong ISSI terus bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 169,132.

Penguatan tipis juga dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,427 poin (0,39%) ke level 619,844. Sementara indeks JII70 naik 0,784 poin (0,38%) ke level 207,744.

Adanya tekanan pada saham-saham sektor keuangan membuat IHSG tak bisa mengikuti laju indeks saham syariah. IHSG sore ini menutup perdagangan dengan melemah tipis 5,009 poin (0,08%) ke level 5.866,945.

2 dari 6 halaman

Sektor Industri Melesat

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor melirik sektor industri untuk dibeli dan mendorong sektor industri aneka melesat 1,70 persen dan industri dasar 1,03 persen.

Tekanan terjadi pada indeks sektor infrastruktur yang melemah 1,62 persen, keuangan 0,56 persen, dan pertambangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya meningkat Rp2 ribu, STTP Rp1.100, UNTR Rp700, INTP Rp675, dan CPIN Rp325.

Sebaliknya, harga saham BRAM  terkoreksi Rp240, LUCK Rp145, SSTM Rp118, ITMG Rp100, dan EXCL Rp90.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp13.693 per dolar AS pada 16.54.

3 dari 6 halaman

Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas

Dream - Kabar penyebaran virus corona (COVID-10) yang semakin mengganas menumbangkan pasar modal dunia termasuk bursa saham syariah Indonesia. Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dibuka menguat langsung tumbang di sesi penutupan Kamis, 13 Februari 2020.

Data baru korban terkonfirmasi virus corona ini membuat investor terkejut setelah sehari sebelumnya para pemodal cukup yakin dengan spekulasi berkurangnya infeksi virus dari Wuhan.

Dilaporkan jumlah korban terkonfirmasi virus corona hari ini mencapai 15 ribu orang. Ini merupakan angka tertinggi sejak virus tersebut pertama kali dicatat situs arcgis.com. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas 2,079 poin (1,22%) ke level 168,132. ISSI sempat dibuka flat di 170,212 saat sesi pra-pembukaan perdagangan. Awal yang kurang meyakinkan tersebut akhirnya terjawab saat ISSI langsung terperosok ke teritori merah saat sentimen pelemahan bursa dunia berdatangan. 

 

 Virus Corona Mengganas, Pelemahan Indeks Syariah Terhempas© Dream

 

ISSI yang hanya menguat ke level tertinggi di 170,432, akhirnya menghabiskan sisa perdagangan dengan tiarap di teritori merah. ISSI sempat terpental ke level terendah 167,650.

Tekanan lebih besar melanda saham-saham unggulan syariah. Dengan kecemasan pelaku pasar akan virus coronan, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terjun 10,376 poin (1,65%) ke level 617,417. 

Koreksi signifikan juga dialami Indeks JII70 yang terpangkas 3,295 poin (1,58%) ke level 206,960.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 41,127 poin (0,70%) ke level 5.871,954.

4 dari 6 halaman

Sektor Pertanian dan Industri Dasar Tiarap

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya menguat Rp1000, EMTK Rp600, INPS Rp120, CASS Rp113, dan FASW Rp100.

Sebaliknya, harga saham INTP melemah Rp650, AALI Rp550, MAPA Rp300, INPP Rp270, dan CMNP Rp250.

Investor melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, industri dasar, dan infrastruktur. Ini membuat indeks pertanian terkoreksi 2,73 persen, industri dasar 1,96 persen, dan infrastruktur 1,71 persen.

Lagi-lagi hanya indeks sektor keuangan menguat Rp0,06 persen.
 
Dari pasar uang, pada 16.27, kurs dolar AS menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.682 per dolar AS.

5 dari 6 halaman

Minim Sentimen, Indeks Syariah Kompak Tiarap

Dream - Indeks syariah terjerembab pada Rabu 12 Februari 2020. Tak ada sentimen positif membuat indeks syariah tak bergairah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 2,0441 poin (1,18%) ke level 170,211. ISSI terus menukik setelah dibuka memerah di 172,004. Malah indeks ini terseret hingga 169,309.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun 9,570 poin (1,50%) ke level 627,793.

 

 Minim Sentimen, Indeks Syariah Kompak Tiarap© Dream



Indeks JII70 terkoreksi 2,864 poin (1,34%) ke level 210,255.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 41,316 poin (0,69%) ke level 5.913,081. 

 

6 dari 6 halaman

Investor Jual Saham

Investor lebih banyak menjual saham, terutama di sektor barang konsumsi, industri aneka, dan manufaktur. Ini membuat indeks sektor barang konsumsi terjungkal 2,44 persen, industri aneka 1,86 persen, dan manufaktur 1,76 persen.

Hanya indeks keuangan yang menguat 0,03 persen.

Harga emiten BIRD naik Rp120, INPP Rp110, TPIA Rp100, CITA Rp95, dan CMNP Rp90.

Sebaliknya, harga saham BRAM melemah Rp1.300, ICBP Rp725, INDF Rp675, GMTD Rp625, dan UNTR Rp325.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Pada 16.26, kurs dolar AS melemah 49 poin (0,36%) ke level Rp13.625 per dolar AS.

Join Dream.co.id