Penampakan Sen Bolong, Uang Kuno Indonesia yang Berlubang di Tengah

Dinar | Sabtu, 25 September 2021 16:01

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Namanya, sen bolong. Seperti apa penampakannya?

Dream – Sahabat Dream yang pernah menyaksikan film-film China bertema masa kerajaan pasti pernah sekali dua kali melihat para pemainnya  menunjukan uang koin mereka. Berbeda dengan koin masa kini, uang logam itu memiliki bentuk bolong di tengahnya.

Model uang logam serupa ternyata pernah juga dimiliki Indonesia di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Dikutip dari laman Bank Indonesia, uang koin ini bernama sen bolong. Uang itu berbahan tembaga dan diterbitkan antara 1936-1945. Uang tersebut dibuat dalam enam periode cetakan yaitu tahun 1936, 1937, 1938, 1939, 1942, dan 1945.

Sen bolong ini memiliki nominal 1 sen. Dilansir dari sumber lainnya, uang ini berbahan dasar tembaga.

Penampakan Sen Bolong, Uang Kuno Indonesia yang Berlubang di Tengah
Ilustrasi Uang Koin.
2 dari 6 halaman

Ada Aksara Arab dan Jawa

 Penampakan uang koin sen bolong.© Boombastis.com

 

Di bagian muka, terdapat gambar padi, tulisan Nederlandsch-Indie, dan angka 1 sen. Sementara itu, di bagian belakang, ada aksaran jawa dan arab yang berarti seperseratus rupiah. Koin ini berukuran berat 4 gram, diameter 23,5 milimeter, dan tebal 1,25 milimeter.

Menariknya, uang koin 1 sen ini digunakan setelah Indonesia merdeka pada 1945. Kala itu, Indonesia belum punya uang koin. Indonesia baru punya uang koin pada tahun 1950-an.

 

 

3 dari 6 halaman

Cerita Koin Benggol, Uang Zaman VOC Paling Nyaman Dipakai Buat Kerokan

Dream - Kerokan merupakan cara tradisional mengobati masuk angin di kalangan masyarakat Jawa. Untuk kerokan, mereka biasanya menggunakan uang koin.

Di zaman dulu, selain sebagai alat bayar, uang koin Hindia Belanda yang disebut dengan uang Benggol juga dijadikan alat untuk kerokan.

 

 Cerita Koin Benggol, Uang Zaman VOC Paling Nyaman Dipakai Buat Kerokan© Dream

 

Koin Benggol, khususnya pecahan 2,5 sen, dipakai untuk kerokan karena bentuknya yang besar dan tebal sehingga sangat nyaman.

Yang membuat koin berbahan tembaga ini jadi pilihan untuk kerokan karena bagian pinggirnya yang rata sehingga tidak sakit jika beradu dengan kulit.

Untuk diketahui, koin Benggol dicetak sejak tahun 1856, saat VOC masih beroperasi, hingga 1945. Koin Benggol berlaku hingga zaman kemerdekaan, sekitar tahun 1950-an.

Dalam kurun waktu 16 tahun tersebut, koin Benggol dicetak dengan jumlah yang bervariasi setiap tahunnya. Pencetakan paling sedikit terjadi pada 1896, sebanyak 1.120.000 keping.

Sementara pencetakan koin terbanyak terjadi pada 1945. Saat itu, koin Benggol dicetak sebanyak 200.000.000 keping.

4 dari 6 halaman

Penampakan Koin Benggol

Terdapat jenis cetakan khusus pada koin Benggol tahun 1902. Koin Benggol dicetak menggunakan bahan emas dan perak dengan berat 13,5 gram dalam jumlah yang terbatas.

 Koin Benggol, uang kuno buat kerokan cetakan tahun 1945.© Google Image

Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan uang koin Benggol dalam dua cetakan dengan sejumlah perbedaan yang cukup signifikan.

Pada kelompok cetakan pertama, huruf Arab ditulis dalam dua baris. Sedangkan pada kelompok cetakan kedua, huruf Arab ditulis dalam tiga baris. Perbedaan kedua terletak pada jenis huruf Arabnya.

5 dari 6 halaman

Pakai Tulisan Arab

Kelompok cetakan pertama menggunakan huruf Arab gundul, sedangkan pada kelompok cetakan kedua huruf Arab dilengkapi dengan harokat. Perbedaan ketiga terletak pada mahkotanya.

 Tulisan Arab di uang koin Benggol.© Google Image

Pada kelompok cetakan pertama, bentuk mahkota bagian atas lebih lebar dari bentuk pada kelompok cetakan kedua.

Perbedaan terakhir terletak pada ornamen mawar di koin Benggol tersebut. Pada kelompok cetakan pertama bentuknya lebih besar daripada kelompok cetakan kedua.

6 dari 6 halaman

Dibuat di Amerika

Selain perbedaan tersebut, pada koin Benggol keluaran 1945 terdapat huruf P pada bawah angka 45 yang menunjukan bahwa uang tersebut dicetak di Philadelphia, Amerika Serikat. Sementara tanda prify pada uang tersebut bergambar pohon palm.

Keunikan lainnya dari koin Benggol terdapat pada uang keluaran 1856, yaitu penggunaan huruf mim yang memiliki gaya penulisan terbuka dan tertutup.

Selain koin Benggol, Pemerintah Hindia Belanda juga mencetak uang koin dengan lubang di tengahnya atau disebut dengan uang 'sen bolong'.

Sama dengan koin Benggol, sen bolong ini juga berbahan tembaga. Sen bolong diterbitkan sejak 1936 hingga 1945 dalam 6 tahun periode cetakan, yaitu 1936, 1937, 1938, 1939, 1942, dan 1945.

Sumber: BI

Join Dream.co.id