Jangan Asal Investasi Uang Crypto, Pahami Dulu Risikonya

Dinar | Senin, 21 Juni 2021 14:45

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Jangan sampai niat untung, eh, malah buntung.

Dream – Belakangan ini, investasi cryptocurrency marak dilakukan banyak orang. Tapi, tak sedikit pula yang rugi bandar karena investasi ini.

Bahkan, ada yang sampai stres karena nilai mata uang cryptocurrency terjun bebas. Seperti yang terjadi pada seorang pria yang tertekan karena rugi bandar.

Sebuah video viral yang diunggah oleh akun TikTok @vnd_putra, Senin 21 Juni 2021, memperlihatkan orang yang depresi karena rugi puluhan juta akibat cryptocurrency. Hal ini disebabkan oleh uang yang digunakan adalah modal untuk menikah.

Dikutip dari akun Instagram OJK, @ojkindonesia, cryptocurrency ini merupakan jenis komoditas, bukan alat pembayaran yang sah. OJK dan Bank Indonesia menyatakan bahwa mata uang kripto bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

" Aset kripto adalah komiditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun," tulis OJK.

Jangan Asal Investasi Uang Crypto, Pahami Dulu Risikonya
Mau Investasi Bitcoin, Sahabat Dream? (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Kenali Dulu Karakterisitiknya

Untuk catatan, OJK tidak mengawasi dan mengatur aset kripto, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi (Bappebti)-lah yang berwenang mengatur aset kripto. Hal ini merujuk pada Peraturan Bappebti No. 5 Tahun 2019 yang menyebut aset kripto adalah komiditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, kriptografi, jaringan peer to peer, dan buku besar yang terdistribusi. untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Dikutip dari Merdeka.com, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan, investor dan trader wajib memahami karakter kripto.

" Ketika memutuskan untuk terjun dalam perdagangan kripto juga harus memahami risiko di samping keuntungannya," kata Jerry di Jakarta.

3 dari 3 halaman

Lalu, Apa Risiko Cryptocurrency?

Dikutip dari Liputan6.com, ada lima risiko dari mata uang digital. The New York Times, risiko yang pertama adalah harganya yang sangat berfluktuasi. Partner and Fintech Leader PwC India, Vivek Belgavi, mengatakan orang-orang yang berinvestasi di sana memiliki informasi yang tidak lengkap dan bergabung dengan kawasan spekulan.

Ke dua, jangan investasi kalau tak paham. Bankir dan pakar global mengingatkan bahwa investasi di kripto akan menjadi sebuah bubble yang siap meledak. Investor ternama, Warren Buffet, mengingatkan kita untuk tidak berinvestasi kepada suatu instrumen jika tidak memahaminya.

Ke tiga, investasi kripto tidak diatur pemerintah atau bank. Keempat, tidak diakui leglitasnya. BI pun tak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Ke lima, penipuan dan aktivitas ilegal. Tentu ada risiko penipuan yang tinggi diri investasi kripto. Investor diminta berhati-hati jika ada yang menawarkan janji yang tak masuk akal. Kemudian, teroris dan penjahat juga memanfaatkan cryptocurrency untuk keuntungan kelompok mereka.

Join Dream.co.id