`Isolasi` dari Corona di Kapal Pesiar, Miliarder Panen Kecaman

Dinar | Rabu, 1 April 2020 08:34
`Isolasi` dari Corona di Kapal Pesiar, Miliarder Panen Kecaman

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Aksinya dikecam karena bisa menyebarkan virus di tempat yang dikunjungi.

Dream – Dengan harta kekayannya, kalangan orang kaya dan miliarder bisa melakukan tindakan apapun untuk mencegah diri dan keluarganya terhindari dari virus corona Covid-19. Tapi tindakan yang mereka lakukan hendaknya tetap memperhatian orang lain.

Pesan itu seperti pas disampaikan untuk seorang miliarder yang memilih isolasi diri dari paparan virus corona dengan mengasingkan diri di kapal pesiar.

Tindakan isolasi mandiri itu dilakukan seorang miliarder bernama David Geffen.

Mengutip laman South China Morning Post, Rabu 1 April 2020, Geffen mengunggah sederet foto `pengasingan` diri di pesiar “ Rising Sun”. 

“ Isolasi diri di Grenadine untuk menghindari virus,” kata miliarder berusia 77 tahun ini.

Unggahan Geffren menuai amarah dari warganet. Mereka mengkritik cara Geffen melakukan isolasi diri dengan bepergian di atas pesiar.

cara Greffen mengasingkan diri malah akan membahayakan orang-orang. Misalnya, orang-orang kaya yang “ melarikan diri” ke vila, bunker, atau “ istana apung”. Cara ini bisa membuat para pekerja terancam infeksi virus corona.

Sekadar informasi, The Rising Sun berada di Karibia sejak pertengahan November dan telah berlayar bolak-balik antara Grenada, St. Vincent dan Grenadines sejak Februari. Kapal ini dilengkapi dengan area kebugaran, bioskop, dan gudang anggur.

Sepintar, kapal ini mirip dengan surga. Tapi, tetap ada risiko tamu atau anggota kru tertular virus. Tentang komentar ini, produsen sekaligus pria berharta US$9 miliar itu enggan berkomentar.(Sah)

2 dari 7 halaman

Cara Tajir Para Miliarder dan Pesohor Tes Virus Corona

Dream - Pandemi virus corona baru, Covid-19 membuat masyarakat dunia berharap-harap cemas. Mereka tak segan untuk mengantre untuk menjalani pemeriksaan untuk mengetahui tubuhnya terjnagkit virus atau tidak.

Namun tak semua masyarakat bisa leluasa memeriksakan diri ke rumah sakit. Beberapa negara membatasi pemeriksaan hanya pada orang-orang yang sudah menunjukan gejala terpapar Covid-19. 

Kalaupun memaksa untuk memeriksa diri, mereka harus siap bersabar karena antreannya yang sangat panjang. 

Beberapa rumah sakit mungkin menyediakan fasilitas pemeriksaan penyakit corona. Namun mereka menetapkan tarif yang tak murah. Ini dikarenakan peralatan medis dan alat laboratorium yang digunakan tak bisa sembarangan. 

Namun biaya mahal sepertinya bukan masalah bagi orang-orang tajir seperti para miliarder dan pesohor. Mereka tak perlu lagi ikut antrean panjang bahkan tim rumah sakit yang akan mendatangi mereka.

Fenomena ini seperti terlihat di Amerika Serikat. Virus Covid-19 juga sudah terdetekasi di Negara Paman Sam. Bbeberapa tokoh dan pesohor sudah terinfeksi virus " saudara SARS" .

Dikutip dari Business Insider, Minggu 22 Maret 2020, Idris Elba positif Corona setelah berinteraksi dengan seseorang yang terjangkit virus ini, padahal dia tak merasakan ada gejala apa pun.

 

3 dari 7 halaman

Penyebab Cuma Bisa Diakses Orang Tajir

Menariknya, kasus Corona membuat President Amerika Serikat, Donald Trump, meminta orang kaya-raya untuk tidak " membeli" akses yang lebih mudah dalam tes virus Corona.

Hal ini disebabkan oleh terbatasnya alat uji virus Corona. Karena inilah Center of Disease Control memberlakukan aturan yang ketat bagi seseorang sebelum mengikuti tes virus Corona.

" Saat jumlahnya terbatas dan aksesnya juga seadanya, orang-orang terkenal dan berduit lebih gampang untuk mendapatkannya," kata President National Center for Health Research di Washington, Amerika Serikat, Diana Zuckerman, kepada Insider.

Misalnya, pada 11 Maret 2020, Oklahoma, Amerika Serikat, menggunakan 60 persen alat tes Corona untuk menguji para pemain NBA dan timnya. Ini menyusul anggota tim basket Utah Jazz yang positif terjangkit virus. Dari 58 uji, hanya 1 yang terbukti positif.

 

4 dari 7 halaman

Hanya Orang Berduit Seperti Selebriti

 Kebijakan `Jaga Jarak` Saat Corona Kerek Harta Miliarder Ini© MEN

Tak hanya pemain NBA, orang-orang kaya dan selebritis merogoh kocek untuk menggunakan jasa tes virus Corona di laboratorium swasta. Tak bisa dipungkiri, biaya tes di laboratorium swasta membutuhkan biaya tak sedikit. Padahal pemerintah menyediakan tes virus Corona secara cuma-cuma.

" Biayanya ratusan dolar," kata dokter laboratorium di UCLA, David Nazarian.

Para dokter yang berwenang melakukan tes virus Corona juga kebanjiran order dari orang kaya-raya untuk mengikuti tes swab untuk uji Corona.

Praktisi lainnya di Los Angeles, Sari Eitches, juga kebanjiran pelanggan untuk tes virus corona. Saat kebanjiran, Eitches menerapkan aturan.

" Kalau kita tak punya karyawan lab yang cukup untuk membaca hasil tes, kita harus membuat keputusan. Haruskah mendahulukan tes berdasarkan status ekonomi" kata dia.

5 dari 7 halaman

Gaya Orang Tajir Menghindar dari Virus Corona

Dream - Pandemi virus corona tak mengenal usia, jenis kelamin, bahkan status sosial korbannya. Tua muda, kaya dan miskin pun turut menjadi target virus untuk “ berkenalan”.

Di sisi orang-orang panik berburu masker dan sanitizer serta memborong sembako untuk persediaan, orang-orang kaya justru punya cara sendiri menghadapi wabah yang sudah jadi pandemik global ini.

Dengan kekayaannya, mereka akan mengeluarkan uang berapapun untuk menghindari penularan virus corona.

 

 Gaya Orang Tajir Menghindar dari Virus Corona© Dream



Ketakutan para hartawan ini menjadi kabar baik buat pada pebisnis yang menyediakan jasa atau produk-produk mahal.

penerbangan pribadi. Seiring dengan merebaknya virus corona, bisnis jet pribadi makin laris. Jet ini disewa oleh orang kaya agar sebisa mungkin tidak melakukan kontak dengan orang asing. 

“ Permintaan penerbangan sekarang makin menggila,” kata pemilik Southern Jet, Jerod Davis, kepada Slate, dikutip dari The Guardians, Minggu 15 Maret 2020.

6 dari 7 halaman

Menjauh ke Villa di Lokasi Tersembunyi

 Miliarder Ini Bagi-bagi Duit Rp123 Miliar untuk Warganet© Dream

Selain sewa jet pribadi, ada juga kebiasaan orang-orang kaya yang membuatmu geleng-geleng kepala. Mereka yang berdompet tebal memilih untuk “ mengasingkan diri” ke daerah perbukitan. Tentu saja para orang tajir enggan berkomunikasi dengan orang asing karena takut terinfeksi. Misalnya, daerah Selandia Baru menjadi favorit bagi investor Facebook, Peter Thiel, yang memiliki tanah 193 hektare di Pulau Selatan Selandia Baru.

Tak hanya itu, rumah pedesaan yang lengkap dengan fasilitas juga jadi pilihan yang baik.PR Borkowsky menyebut melarikan diri ke sana menjadi salah satu cara yang populer bagi orang kaya untuk membatasi kontak dengan orang lain. Daerah seperti Idaho, Amerika Serikat, dan Gloucestershire, Inggris, menjadi idola.

“ Tak ada satu pun orang yang berjabat tangan. Saya belum pernah melihat banyak hand sanitizer di satu ruangan,” kata Borkowsky, “ Rasanya seperti perang palsu. Apa yang kita lakukan untuk menghindarinya dan bagaimana caranya menghindari orang-orang.”

7 dari 7 halaman

Bergaya dengan Masker

Orang-orang menggunakan masker untuk menghindari penularan virus corona. Ahli bedah umum Amerika Serikat, Jerome Adams, meminta masyarakat untuk membeli masker. 

“ Berhenti membeli masker!” tulis Adams di Twitternya. 

Peringatan ini tak menghalangi Naomi Campbell. Dia memakai pakaian serba putih dan masker N95. Ya, masker ini adalah pelindung tubuh yang digunakan oleh dokter dan para ahli virus corona. 

Tampilan ini juga mengikuti selfie yang dilakukan oleh Gwyneth Paltrow yang memakai “ masker kota” yang sudah habis terjual di perusahaan Swedia, Airinum. 

“ Paranoid? Bijaksana? Panik? Tenang? Pandemi? Propaganda? Paltrow hanya akan pergi dan tidur dengan benda ini di pesawat. Saya sudah berada di sini. Tetap aman. Jangan berjabat tangan. Cuci tangan sesering mungkin,” tulis Paltrow.

Selebihnya, kamu bisa membacanya di sini.

Join Dream.co.id