IPO 14 BUMN Tingkatkan Kapitalisasi Pasar di BEI

Dinar | Rabu, 5 Mei 2021 09:47
IPO 14 BUMN Tingkatkan Kapitalisasi Pasar di BEI

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Langkah ini juga bisa menarik perhatian para investor asing.

Dream – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong 14 perusahaan dan anak usaha BUMN untuk menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menjadi berita baik bagi para investor saham di Indonesia.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Mardani H. Maming, mendukung langkah Menteri BUMN, Erick Thohir. Sekadar informasi, Erick akan melakukan penawaran umum saham perdana BUMN ke publik sebanyak 14 perusahaan BUMN. Semua sektor dan perusahaan pelat merah yang akan melakukan IPO berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“ Dengan adanya tambahan dana dari IPO ke perusahaan dan anak usaha BUMN akan berpengaruh positif, terlebih jika dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi bisnis dan meningkatkan value perusahaan BUMN itu sendiri ,” kata Maming di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 4 Mei 2021.

Perusahaan-perusahaan tersebut berpeluang untuk meningkatkan kinerja harga sahamnya pasca IPO karena penetapan IPO-nya menarik bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi. Saat terjadi apresiasi, dipastikan pasca IPO, harga sahamnya akan melonjak dan membuat investor makin tertarik.

“ Tidak hanya lokal, saham-saham BUMN calon Tbk tersebut juga bakal diminati investor asing,” kata dia.

Asalkan, lanjut Maming, BUMN itu bisa berbisnis dengan baik, termasuk isu lingkungan dan perusahaan ini bisa memberikan nilai tambah.

2 dari 2 halaman

Langkah Bagus

Maming meyakini langkah tersebut bagus untuk meningkatkan kinerja dalam jangka panjang secara berkesinambungan. Selain itu, dia menilai rencana BUMN dan anak usaha BUMN masuk BEI melalui mekanisme IPO akan memperkuat daya saing perusahaan pelat merah tersebut.

“ Kami mendukung gebrakan ini dan berharap rencana IPO tersebut dapat terealisasi semuanya dalam waktu kurang dari satu tahun,” kata dia.

Selain memperbaiki kinerja, BUMN yang melantai di bursa, juga bisa membuka kolaborasi dengan pengusaha lokal, daerah, dan nasional. Kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“ Jadi, jangan hanya sinergi BUMN. (BUMN juga) perlu sinergi dengan swasta,” kata dia.

Sekedar informasi, 14 perusahaan dan anak usaha BUMN yang menggelar IPO di BEI adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin.

Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra , Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.

Join Dream.co.id