Wait and See Jelang RDG BI, Indeks Syariah Tiarap

Dinar | Rabu, 17 Juli 2019 16:52
Wait and See Jelang RDG BI, Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati

IHSG juga ikut melemah.

Dream - Indeks syariah kembali tak bertenaga saat menutup perdagangan tengah pekan, Rabu, 17 Juli 2019. Aksi tunggu investor jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia disambut waspada pelaku pasar.

Sentimen aksi jual investor asing turut mempengaruhi sikap pelaku pasar ditambah lagi dengan kurs rupiah yang bergerak melemah.

 

Bulan lalu para analis luput memprediksi sikap BI yang awalnya diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), hari ini menghabiskan seluruh waktu perdagangannya di zona merah. Dibuka di level 187,112 di sesi pra-pembukaan, ISSI menutup sesi jual beli saham dengan melemah 0,539 poin (0,29%) ke level 186,508.

Aksi tiarap juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang ditutup dengan koreksi 2,581 poin (0,37%) ke level 690,260. Sementara Indeks JII70, melorot 0,572 poin (0,25%) ke level 228,079.

Munculnya aksi jual asing jelang pertemuan BI mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 7,271 poin (0,11%) ke 6.394,609.

2 dari 6 halaman

Indeks Industri Aneka Anjlok

Sikap wait and see ini membuat investor cenderung melepas saham di hampir semua sektor. Koreksi tertinggi dialami indeks sektor industri aneka yang merosot sampai 3,66 persen.

Sebaliknya, saham di sektor barang konsumsi masih bergerak naik 0,96 persen.

Harga saham UNVR menjadi top gainer saham syariah dengan menguat Rp500. Disusul UNIC yang naik Rp340, SILO Rp300, MINA Rp240, dan ICBP Rp200.

Sebaliknya, top losser saham syariah dihuni emiten ASII yang terkoreksi Rp350, FIRE Rp320, JECC Rp275, INTP Rp250, dan TGKA Rp210.

Dari pasar keuangan, kurs dollar AS sore ini bergerak menguat. Pada pukul 16.08, dolar AS naik 8 poin (0,06%) menjadi Rp13.928 per dolar AS.

3 dari 6 halaman

Minim `Angin Baik`, Indeks Syariah Berguguran

Dream - Pelaku pasar modal Indonesia mulai melakukan aksi wait and see jelang rilis kinerja emiten untuk kuartal II-2019. Aksi tersebut membuat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk tiga indeks syariah, berguguran.

Tekanan jual pada saham infrastruktur membuat laju indeks saham tak leluasa bergerak naik. Ditambah sentimen positif yang minim masuk ke lantai bursa. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 16 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,382 poin (0,20%) ke level 187,047. ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 187,552 di sesi pra-pembukaan.

Penguatan ISSI hanya berlangsung selama 40 menit perdagangan pertama. ISSI yang mulai mengalami tekanan masuk zona negatif dan mendekam lemah hingga sesi penutupan.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,801 poin (0,26%) ke level 692,841. Sementara indeks JII70 merosot 0,574 poin (0,25%) ke level 228,651.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,354 poin (0,25%) ke level 6.401,880.

4 dari 6 halaman

Minim Sentimen Positif

Minimnya sentimen positif di pasar membuat investor menahan diri untuk membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan properti. Indeks sektor industri dasar melemah 0,91 persen dan properti 0,69 persen.

Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,64 persen, industri aneka 0,18 persen, dan barang konsumsi 0,07 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp1.025, TCID Rp300, PRDA Rp200, ISAT Rp130, dan TMAS Rp130.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah SILO yang harga sahamnya terkoreksi Rp350, UNTR Rp225, INTP Rp200, SMGR Rp150, dan SSTM Rp125.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp13.919.(Sah)

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Ditutup Menguat, Dollar AS Di bawah Rp14.000

Dream - Pulihnya saham-saham unggulan syariah memberi angin segar pada pergerakan laju tiga indeks syariah pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin 15 Juli 2019. Aksi beli yang dipadu laju menguat kurs rupiah membuat indeks syariah nyaman bergerak di zona hijau.

Kecemasan para analis akan adanya koreksi akibat sentimen rilis  terbaru neraca perdagangan Indonesia sementara tak terbukti.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan dengan menguat 1,245 poin (0,67%) ke level 187,429. ISSI terus menguat setelah dibuka di 186,066 di sesi pra pembukaan perdagangan.

Berbeda dengan akhir pekan lalu, laju ISSI kali ini bergerat konsisten di teritori hijau. ISSI sempat bertengger di posisi tertinggi 188,066.

Kembalinya aksi koleksi saham unggulan syariah mendorong indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 7,402 poin (1,08%) ke level 694,642. Indeks JII70 juga naik 2,076 poin (0,91%) ke level 229,225.

Awal pekan ini dilalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan aman. IHSG ditutup naik 44,899 poin (0,70%) ke level 6.418,234.

6 dari 6 halaman

Sektor Infrastruktur dan Industri Dasar Jadi Idola

Penguatan rupiah menjadi sentimen investor untuk melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham infrastruktur, industri dasar, dan properti. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 1,64 persen, 1,21 persen, dan 0,95 persen.

Indeks sektor pertanian terkoreksi 0,86 persen, industri aneka 0,32 persen, dan pertambangan 0,25 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah CPIN yang harga sahamnya naik Rp200, BTPS Rp180, FASW Rp175, INTP Rp175, dan ITMG Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp1.625, FIRE Rp480, UNVR Rp325, PCAR Rp200, dan LINK Rp180.

Pada 16.26, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS terkoreksi 135 poin (0,97%) ke level Rp13.932 per dolar AS.

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id