Investasi Rp10 Triliun Bangun BEV di Indonesia, Mitsubishi Jajaki Minivan Listrik dengan 4 Perusahaan

Dinar | Kamis, 28 Juli 2022 12:48

Reporter : Alfi Salima Puteri

Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Dream - Beberapa hari lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menemui CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Takao Kato, di Tokyo Jepang. Dalam pertemuan yang dilakukan pada 26 Juli 2022 ini, Mitsubishi berjanji akan memberikan investasi sebesar Rp10 triliun dari tahun 2022-2025.

“ Sampai saat ini, MMC telah menginvestasikan Rp11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabrik MMC di Indonesia. Targetnya, MMC akan menginvestasikan sekitar Rp10 triliun mulai 2022 hingga 2025,” tutur Airlangga dikutip dari laman ekon.go.id, Kamis, 28 Juli 2022.

Dengan investasi tersebut, Mitsubishi berencana mengeluarkan sejumlah model kendaraan baru, dengan berbagai macam jenis yang ramah lingkungan.

Investasi Rp10 Triliun Bangun BEV di Indonesia, Mitsubishi Jajaki Minivan Listrik dengan 4 Perusahaan
Foto: Ekon.go.id
2 dari 4 halaman

CEO MMC, Takao mengatakan, Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

" Termasuk juga Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral di 2060 mendatang," kata Takao.

Selain itu, Airlangga menambahkan, MMC sedang menjalankan pilot project untuk menggunakan mbil listik secara komersial bersama empat perusahaan.

" Pemerintah menyambut baik rencana MMC berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia untuk menggunakan kendaraan jenis Minicab MiEV secara komersial," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Kendaraan jenis tersebut mirip dengan Mitsubishi L300 yang sudah lebih dulu terkenal di Indonesia. Mitsubishi telah mulai melakukan pilot study untuk penggunaan BEV secara komersial dengan keempat perusahaan tersebut, dan saat ini sedang mencari penggunaan yang cocok dari Minicab MiEV ini.

Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi, bahkan dibandingkan dengan pasar Jepang sendiri, penjualan Mitsubishi di tanah air lebih besar. MMC pun akan mendiversifikasi produk mereka.

Setelah 2023, MMC akan fokus memproduksi model mobil jenis xEV yang terdiri dari model Xpander dan Pajero Sport. Selain itu, MMC juga akan memproduksi dua model kendaraan baru Electric Vehicle (EV) mulai 2024.

4 dari 4 halaman

Dalam pertemuan tersebut, Takao meminta Pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif terkait ekspor produk mereka. Menanggapi itu Airlangga mengatakan pemerintah telah memberikan banyak insentif pajak. Bahkan tidak kalah bersaing dengan negara lain, seperti Thailand.

" Namun, karena ada besaran perbedaan pajak daerah, maka terkesan pajak di Indonesia lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di Pemerintah Pusat," kata Airlangga.

MMC sejak mendirikan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada 2018 terus meningkat jumlah ekspornya, dan menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor sangat penting bagi Mitsubishi. Saat ini, sedang disiapkan ekspor produk MMKI ke Australia.

MMC juga merencanakan untuk menambah negara tujuan ekspornya, sehingga pada 2022 menjadi 40 negara tujuan ekspor bagi produk Mitsubishi buatan Indonesia ini. Sedangkan, jumlah ekspornya diperkirakan akan mampu mencapai 72 ribu unit pada 2022, atau meningkat dari 42 ribu unit di 2021, dan ditargetkan 98 ribu unit pada 2024.

Join Dream.co.id