Ingin Pensiun, Tapi Dokter Usia 88 Tahun Ini Tak Bisa

Dinar | Rabu, 14 April 2021 13:45
Ingin Pensiun, Tapi Dokter Usia 88 Tahun Ini Tak Bisa

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Kedua putrinya jadi pertimbangan. Begini cerita lengkapnya.

Dream - Seorang dokter berusia 88 tahun ini ingin pensiun dari pekerjaannya. Namun, dokter asal Jepang ini tak bisa karena harus membiayai dua anak perempuannya yang kini berusia 50 tahun.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 14 April 2021, dokter bernama Toshio Yamashita memiliki 1 anak lelaki dan 2 anak perempuan. Yamashita diketahui memiliki klinik pribadi di mana dua anak perempuannya bekerja di sana.

Sayang seribu sayang, anak-anak perempuannya ini tidak punya keterampilan lain selain bekerja di klinik sang ayah. Bahkan keduanya tidak pernah mencoba bekerja paruh waktu di tempat lain meskipun usianya sudah separuh abad.

Alhasil, keduanya tak punya keterampilan profesional untuk menemukan pekerjaan yang lain.

Meskipun sudah mengikuti pendidikan vokasi, dua anak Yamashita gagal mendapatkan izin kerja. Jika klinik sang ayah tutup, mereka akan menganggur tanpa keterampilan kerja untuk bertahan hidup.

2 dari 3 halaman

Bagaimana dengan Anak Laki-lakinya?

Anak sulung Yamashita ini memiliki latar belakang medis dan bekerja di salah satu rumah sakit besar di Jepang. Tapi, setiap kali Yamashita memintanya untuk bekerja di klinik, sang anak tidak berminat.

Anak laki-lakinya ini bercerai dua kali dan menikah dengan istri ketiga. Anaknya sudah masuk TK. Sang sulung tak berminat mengambil alih klinik karena melihat biaya pendidikan akan melangit di kemudian hari.

3 dari 3 halaman

Harapan Yamashita

Yamashita ini sebenarnya punya tabungan sebanyak 60 juta Yen (Rp8 miliar). Tapi, dia menghabiskan biaya lebih dari 300 juta Yen (Rp40,02 miliar) sejak klinik dibuka.

Ini artinya Yamashita hanya menghasilkan seperlima dari pendapatan. Ditambah lagi, harus menghidupi dua anak perempuannya beserta anak-anaknya. Tentu saja tabungannya terkuras perlahan-lahan.

Kini, usia sang dokter sudah berkepala delapan. Dia tahu tak banyak waktu yang tersisa. Yamashita sering khawatir dengan mata pencaharian anak-anaknya kalau dia jatuh.

Di usia senja, Yamashita hanya bisa berharap dua anak perempuannya itu bisa mendapatkan jalan untuk membiayai kehidupannya secepat mungkin sehingga tidak ada penyesalan.

Join Dream.co.id