Inilah Para Pebisnis yang Bakal Bertahan dari Pandemik Covid-19

Dinar | Kamis, 25 Juni 2020 15:33
Inilah Para Pebisnis yang Bakal Bertahan dari Pandemik Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Mereka bisa bertahan dengan bisnis yang dijalani karena memegang tips ini. Apa itu?

Dream – Semua masyarakat di dunia saat ini mencoba dengan keras menjalani adaptasi kehidupan baru di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah serupa juga banyak dilakukan masyarakat Indonesia.

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juni 2020, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menjelaskan, pelaku usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi covid-19 ini bukanlah orang kuat, pintar, pandai atau rajin. Mereka yang bisa lolos  dari tekanan saat ini adalah orang yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.

“ Kalau kita lihat di sini sudah harus ditinggalkan normal business as usual, ini sudah tidak bisa lagi dipertahankan, karena saat ini di bagian tengah sedang menuju new normal. Jadi, bagaimana kita harus bertahan menghadapi pandemi,” kata Filianingsih dalam webinar bersama Smesco Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Filianingsih mengatakan bahwa pelaku usaha harus bersiap diri mulai dari sekarang. Segala hal, mulai dari pola hidup dan konsumsi masyarakat Indonesia akan berubah usai pandemi corona.

“ Kita harus menuju ke pemikiran bagaimana kita melakukan penyesuaian terhadap protokol Covid-19. Berikutnya kita harus lebih tangkas, gesit, lincah, dalam melihat peluang yang baru di era new normal,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Konsep Digitalisasi

Karena saat ini sudah terlihat adanya perubahan perilaku dari masyarakat dalam berbelanja dan melakukan transaksi. Hal ini harus terus dipicu dan dipercepat akselerasi melalui inovasi baru, dan digitalisasi.

Inilah yang harus ditangkap oleh fintek dan perbankan.

“ Ke depannya, era customer centric. Customer yang menentukan apa yang mereka mau,” kata Filianingsih.

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

3 dari 5 halaman

Tips Bisnis Sukses Anak Milenial, Coba Ini

Dream – Tak jarang tersirat keinginan ingin merintis usaha. Kamu sudah menemukan peluang pasar. Rasanya, ingin cepat-cepat nyemplung di dunia bisnis.

Tahan dirimu dan jangan terburu-buru. Merintis usaha tidak semanis dan semulus yang kamu harapkan.

Tanpa persiapan yang matang, kamu akan terkendala ketika menjalankan bisnis. Lantas, bagaimana caranya merintis bisnis dari nol?

Empat pengusaha muda Muslim ini tak segan berbagi tips untuk Sahabat Dream yang ingin merintis usaha. Terutama buat kaum milenial. 

 

 Tips Bisnis Sukses Anak Milenial, Coba Ini© Dream

 

Mereka yakni Aii Hatta perwakilan dari Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA)—pemilik kedai kopi Kopinang Kau, Vabel Primadana dari Roti Bakar Keibar, Ache Harahap dari Titik Temu Coffee, dan Rezy Ruseimy dari Kebab Cuy.

Vabel mengatakan, ketika ingin merintis usaha, lebih baik menuliskan ide terlebih dahulu. Di sana, kamu bisa mempelajari bisnis dan kemungkinan kendalanya. Jangan lupa untuk berinovasi agar bisa menarik daya tarik orang.

“ Jangan sampai inovasi asal-asalan. Bagaimana caranya inovasi itu membuat orang cocok untuk rentang panjang,” kata dia dalam acara “ Peluncuran ISYEF Point dan aplikasi ISYEF Online” di Masjid Cut Meutia, Jakarta, ditulis Rabu 21 November 2018.

Ache juga mengingatkan, ketika menulis ide, jangan lupa berpikir dari sudut pandang pasar dan tentukan siapa target pasar. Dia juga mengingatkan agar kamu benar-benar yakin dengan bisnismu.

“ Berpikir dari sudut pandang dan yakin,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Ini Langkah Selanjutnya

Setelah ide bisnismu matang, langkah selanjutnya adalah memilih rekan bisnis. Rezy mengingatkan agar memilih partner yang sejalan dengan visi dan misi bisnis yang ingin kamu jalankan.

“ Mereka akan saling menopang ketika bisnis yang dirintis menemui kesulitan,” kata dia.

Rezy mengatakan tak ada salahnya membekali diri dengan ilmu bisnis seperti marketing. “ Kita butuh ilmu bisnis seperti marketing,” kata dia.

Ache mengatakan internet juga harus dimanfaatkan. Kalau dulu, ketika orang berbisnis, pemikiran pertama adalah harus punya toko. Kini, orang yang tak punya toko juga bisa memulai usaha.

“ Kalau dulu, mau buka ritel, harus punya tempat. Sekarang nggak. Sekarang bisa pakai (layanan) seperti Go Food. Termasuk Titik Temu, itu, kan, kekuatannya di internet. Di Facebook dan Instagram saja, banyak orang jualan hijab. Jangan mikirin sewa tempat,” kata dia. (ism)

5 dari 5 halaman

Jangan Lupa Berdoa

Ya, doa menjadi “ kunci” ampuh untuk melancarkan bisnis, terutama ketika mengambil keputusan. Rezy menyarankan berdoa terlebih dahulu ketika hendak mengambil keputusan bisnis.

“ Akan percuma kalau nggak ada doa,” kata dia.

Ache menambahkan pebisnis juga harus memiliki keyakinan kepada Sang Pencipta, apalagi ketika bisnis sedang down.

“ Kalau yakin sama Allah SWT, pasti ada jalannya,” kata dia. 

Aii Hatta juga mengatakan jangan sungkan untuk meminta kepada-Nya di samping berusaha. “ Dengan usaha dan doa, kamu bisa kaya,” kata dia.

Join Dream.co.id